TRIBUNNEWSWIKI.COM - Geng Tai saat ini sedang ramai menjadi pembicaraan usai kasus perundungan yang menyeret anak artis ternama Indonesia.
Geng Tai ini diduga melibatkan anak Vincent Rompies, Legolas Rompies.
Lantas apa itu Geng Tai sebenarnya?
Berikut Tribunnewswiki rangkum terkait apa itu Geng Tai yang melibatkan anak Vincent Rompies dalam kasus perundungan:
Per Selasa (20/2/2024) pagi, Geng Tai sudah ditweet sekitar 47,7 ribu unggahan di X (dulu Twitter).
Banyak dari warga Twitter yang menuliskan kata tersebut sambil mengunggah foto-foto terduga pelaku bullying.
Bahkan tak sedikit juga pula yang menuliskan Geng Tai sambil menyerukan permintaan pertanggungjawaban mereka terhadap korban perundungan.
Sebagian juga meminta Geng Tai diproses hukum.
Nama Geng Tai juga disematkan dalam cuitan yang menyebutkan nama lengkap pelaku hingga video yang diduga perundungan terjadi di warung itu.
Seperti yang diketahui, sejauh ini, anak Vincent Rompies diduga terlibat dalam aktivitas perundungan Geng Tai siswa Binus School.
Nah, Geng Tai ikut jadi sorotan.
Kabarnya, geng ini sudah ada sejak 9 generasi.
Diketahui, viral beredar video penganiayaan yang dilakukan oleh ‘Geng Tai’ siswa Binus School Serpong kepada adik kelasnya.
Aksi tersebut semakin viral lantaran salah satu anggota geng Tai adalah anak dari artis ternama Vincent Rompies yakni Legolas.
Dalam video yang diunggah akun Twitter @indomild pada Senin (19/2/2024) tampak aksi penganiayaan itu dilakukan di luar sekolah. Korban disundut dengan rokok.
Baca: Binus Benarkan Anak Vincent Rompies Terlibat Kasus Perundungan Geng Tai
Dalam informasi yang beredar, Geng Tai ini sering nongkrong di sebuah toko kecil di belakang sekolah yang bernama WARUNG IBU GAUL (WIG).
Dikutip dari akun Instagram Lambe Danu, ibu korban turut membeberkan kegiatan dari Geng Tai ini.
"Mereka berkumpul di toko tersebut setiap hari sepulang sekolah untuk melakukan kegiatan menyimpang yang mungkin mengandung unsur kriminal, seperti kekerasan, merokok di bawah umur, dan vaping.
Dalam subkultur ini, senior atau kelas 12 disebut agit, mereka mengendalikan semua yang ada di geng," tulisnya.
Geng ini sudah berdiri selama 9 generasi.
"Kelompok ini telah berlangsung selama 9 generasi dan dimulai pada masa sekolah menengah atas.
Agit tersebut akan merekrut anggota untuk bergabung dengan geng-geng ini, dan imbalan untuk bergabung dengan geng-geng ini bervariasi, seperti ditawari uang untuk bergabung, memiliki akses ke tempat parkir dekat binus.
Namun imbalan utama yang membujuk orang untuk bergabung adalah STATUS di sekolah.
Di binus, anak laki-laki diketahui memiliki status hierarki yang lebih tinggi ketika mereka bergabung dengan geng," tulisnya.
Dalam postingan tersebut, dibocorkan juga perihal aturan-aturan dari Geng Tai ini.
"NAMUN, ada aturan yang harus dipatuhi untuk menjadi anggota resmi GT.
Baca: Medsos Vincent Rompies Jadi Bulan-bulanan Netizen usai Putranya Diduga Terlibat Perundungan di Binus
Pertama, calon anggota baru akan dikumpulkan di warung-warung, di mana para orang tsb akan mengambil kendali dan meminta mereka untuk melakukan perilaku menyimpang.
BEBERAPA CONTOH antara lain meneriakkan nama, membelikan makanan untuk para penghasut dan mengikuti perintah yang mereka minta, namun yang terpenting bagi mereka, MEREKA HARUS DIHUKUM SECARA FISIK.
Mereka juga melecehkan calon anggota baru, untuk menunjukkan apakah mereka layak menyandang gelar anggota geng.
Dalam kejadian tanggal 2 FEBRUARI, kelas 11 dan 10 menjadi saksi mata kejadian.
LEBIH DARI 40 ORANG terlibat dalam insiden ini, beberapa mengakibatkan skorsing dan bahkanDROP OUT.
Saat Ummim dicekik dan dipukul, orang orang yang hadir tertawa saat mengambil gambar dan video pemukulan.," terangnya.
Sebelumnya, aksi penganiayaan ini terungkap setelah ibu dari korban mengunggah kejadian yang dialami anaknya ke media sosial.
Anak korban mengalami beberapa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para senior bernama Geng Tai.
Salah satu korban pun dianiaya pada tanggal 2 Februari 2024 lalu.
Korban dipiting, dicekik, diikat di tiang dan ditendangi.
Kemudian korban juga diludahi oleh para pelaku.
Baca: Video Viral Geng Tai Bully-Cekik Siswa Binus School, Diduga Ada Anak Jenderal dan Vincent Rompies
Parahnya, korban juga disundut di beberapa bagian badan dan dipukul dengan kayu di bagian belakang.
Kemudian pada tanggal 13 Februari, korban kembali dihajar dan tangannya dibakar dengan korek api.
Selain itu, korban juga diancam jika melapor maka adiknya yang duduk di kelas 6 SD akan dianiaya, dilecehkan dan juga dibunuh oleh para pelaku.
Geng ini memang sudah ada sejak lama dan setiap ada anggota baru maka akan melakukan kegiatan berbau kekerasan.
“Kelompok ini telah berlangsung selama 9 generasi dan dimulai pada masa sekolah menengah atas.
Agit tersebut akan merekrut anggota untuk bergabung dengan geng-geng ini, dan imbalan untuk bergabung dengan geng-geng ini bervariasi, seperti ditawari uang untuk bergabung, memiliki akses ke tempat parkir dekat binus,” tulis ibu korban di media sosial.
Kasus ini semakin menyita perhatian karena salah satu pelaku diduga anak sulung dari host kondang dari Vincent Rompies.
Sementara itu, Vincent sendiri belum buka suara terkait hal ini.
Curhatan Ibunda Korban
Selain video perundungan yang beredar, isu geng anak Vincent Rompies melakukan tindakan pembullyan juga tersebar usai curhatan ibunda korban viral.
Melalui akun Instagram Mama Allena, diduga ibunda korban mengurai cerita pahit saat anaknya masuk rumah sakit akibat pengeroyokan yang dilakukan geng tai.
Berikut adalah curhatan di akun tersebut:
Telah dilakukan kekerasan terhadap anak saya yang dilakukan seniornya anak-anak kelas 3 SMA Binus Inernasional School Serpong sekelompok genk sekolah, dan mereka mempunyai peran masing-masing dalam kejahatannya,"
Sejak tanggal 2 Februari anak saya dihajar, dipiting, dicekik, diikat di tiang, ditendangin, diludahi bergantian, disundutin pake rokok badannya, dipukul pake kayu dari belakang, dihajar bagian perutnya, dan ditonton banyak orang, masih banyak lagi yang gak bisa saya sebutkan dan berlanjut part ke-2 sebelum pemilu, dihajar lagi dan dibakar tangannya pake korek api yang dipanasin. Dan tololnya mereka videokan, saya sudah dapat videonya dan mereka bilang itu hanya pemanasan, dan akan dilanjut lagi hari kamis, untungnya keburu saya tahu dan langsung bertindak malam itu juga.
Kenapa anak saya tidak bisa melawan, karena diancam kalau lapor dan melawan adiknya yang kelas 6 SD akan dianiaya juga, akan dilecehkan dan bahkan mengancam membunuh.
Vincent Rompies belum memberikan klarifikasi atau tanggapan atas kasus tersebut.
Disisi lain, Farrel Legolas diketahui terlibat aksi bullying dan ketahuan ikut mengikat tangan korban bersama gengnya dilansir dari akun instagram @lambe_danu, Selasa (20/2/2024).
Anak sulung Vincent Rompies itu berperan mengikat korban ke tembok dan memegang tangan korban.
"Mengikat di tembok pakai tali gorden, memegang tangan dari belakang," bunyi tulisan tersebut.
Sementara itu temannya yang lain melakukan aksi berbeda terhadap korban.
Ada yang menyundut hingga membakar tangan korban dengan korek api, sampai mencekik leher korban.
Tak hanya itu, beredar pula rekaman video pembullyan diduga melibatkan anak artis Vincent Rompies.
Adapun diduga perundungan dilakukan para siswa dari SMA Binus Serpong Tangerang Selatan.
(TRIBUN NETWORK/TRIBUNNEWSWIKI)
Baca berita terkait di sini