TRIBUNNEWSWIKI.COM - Capres nomor urut 03, Ganjar Pranowo, menyindir sejumlah purnawirawan jenderal yang dulu memecat Prabowo Subianto dari TNI tapi kini justru mendukung Prabowo sebagai calon presiden di Pilpres 2024.
Ganjar menyinggung jenderal yang dulu menghukum Prabowo terkait dugaan pelanggaran HAM.
Ia menilai mereka tidak etis karena sekarang memberikan dukungan kepada sang Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai capres.
Mulanya, Ganjar bercerita tentang pertanyaannya kepada Prbaowo terkait dengan kasus pelanggaran HAM pada debat perdana Pilpres beberapa waktu lalu.
Hal tersebut diungkapkan Ganjar saat berdialog dengan kelompok mahasiswa dan generasi Z di Pontianak Comvention Center, Rabu (31/1/2024).
"Terkait dengan pelanggaran HAM, kalau Anda nonton debat pertama, sayalah orang yang berani bertanya langsung di depan Pak Prabowo," kata Ganjar, dikutip dari Kompas.com.
Baca: Disebut Fahri Hamzah Akan Jadi Tersangka, Begini Respons Anies Baswedan yang Bikin Orang Tersenyum
Kala itu, Ganjar menagih komitmen Prabowo membentuk pengadilan HAM serta mencari keberadaan aktivis yang hilang atau tempat para aktivis itu dimakamkan bila mereka sudag meninggal dunia.
Menurut dia, pertanyaan itu diajukan agar mendapat jawaban atas isu pelanggaran HAM dan masalah tersebut tidak selalu menjadi perdebatan ketika pemilu tiba.
"Apakah sedang menghina beliau? Tidak. Apakah saya sudah mengungkit masa lalu? Tidak. Karena saya ingin memastikan agar perdebatan ini tidak terulang setiap mau pilpres," ujar Ganjar.
Akan tetapi, Ganjar menyebutkan bahwa pertanyaan itu dianggap tidak etis oleh sejumlah pendukung Prabowo, termasuk para purnawirawan jenderal yang dulu menyatakan Prabowo bersalah dalam kasus penghilangan aktivis.
Baca: Mensos Risma Curhat, Hasto Bongkar Kondisi Suasana Kabinet Jokowi Saat Ini
Ganjar menilai, justru para pensiunan jenderal itu yang tidak etis karena sekarang malah mendukung sosok yang dulu mereka putuskan untuk dipecat dari TNI.
"Ada beberapa jenderal yang dulu ikut menghukum lalu berkomentar begini, 'itu tidak etis pertanyaannya'. Saudara yang sangat tidak etis, Saudara dulu yang memutuskan dan Saudara hari ini berada di kubunya dan Anda membalikkan pikiran itu, Saudara yang tidak etis," tegas politikus PDIP itu.
Diketahui, Prabowo dipecat dari TNI oleh Dewan Kehormatan Perwira (DKP) karena dinyatakan terbukti bersalah dalam penculikan aktivis pada akhir pemerintahan Orde Baru.
Ada sejumlah perwira tinggi TNI di DKP yang kini berbalik mendukung Prabowo pada Pilpres 2024, yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan Agum Gumelar.
Selain itu, Wiranto yang menjabat sebagai panglima ABRI saat Prabowo dipecat kini juga masuk dalam barisan pendukung eks komandan jenderal Kopassus itu.
(tribunnewswiki.com/kompas.com)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini