Luhut Kalah Telak, Aktivis HAM Haris Azhar dan Fatia Divonis Bebas dari Kasus Pencemaran Nama Baik

Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti dinyatakan tidak bersalah dalam kasus pencemaran nama baik Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.


zoom-inlihat foto
Haris-Azhar-dan-Fatia-Maulidiyanti-222.jpg
KOMPAS.com/VINCENTIUS MARIO
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur memvonis bebas Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti dalam sidang yang digelar Senin (8/1/2024) di PN Jakarta Timur.


Hasil riset itu yang kemudian dijelaskan ke publik dengan cara yang santai namun tidak keluar pada konteks, sebagaimana esensi dari konten siniar pada umumnya.

"Materi siniar saya memuat dialog atas riset yang secara implisit menggambarkan ancaman keberadaan hutan dan lingkungan hidup, mengandung dugaan pelanggaran prinsip pemerintah yang baik dan bersih, yang melibatkan nama-nama besar dan dominan dalam diskursus media," tegas Haris.

Baca: Sosok Julian Dwi Setiono, Masinis Kereta Api Baraya Meninggal karena Tabrakan dengan KA Turangga

Sosok dan biodata Haris Azhar

Haris Azhar adalah aktivis Hukum dan HAM yang lahir di Jakarta pada 10 Juli 1975.

Haris Azhar saat ini memegang kendali Lokataru sebagai Direktur, dan hakasasi.id sebagai CEO.

hakasasi.id sendiri adalah lembaga perlindungan hak asasi manusia.

Haris Azhar juga pernah aktif sebagai koordinator KontraS.

Haris Azhar adalah alumnus fakultas hukum di Universitas Trisakti.

Ia lulus dari kampus tersebut pada 1999.

Haris Azhar juga sempat kuliah pascasarjana jurusan Filsafat di Universitas Indonesia (UI) pada 2000-2003 dan kuliah jurusan Sosiologi di Universitas Terbuka.

Haris kemudian mendapatkan gelar MA dalam bidang HAM di University of Essex, Inggris pada 2010.

Haris Azhar sendiri mengawali kariernya di KontraS pada 1999.

Mulai dari bawah ia lambat laun mencapai titik di mana ia menjadi Koordinator KontraS pada 2015.

berbagai isu yang berhubungan dengan HAM di Indonesia dan Asia Tenggara kerap ia tangani, selama di KontraS.

Sebagai Koordinator KontraS, Haris Azhar sempat membuat para petinggi Polri dan TNI marah pada 2016.

Kala itu, Haris berani menyebutkan ada keterlibatan aparat kepolisian dan TNI pada peredaran narkoba yang dilakukan oleh terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman.

Kisah itu bermula jelang detik-detik eksekusi mati Freddy Budiman pada 29 Juli 2016.

Haris Azhar mengunggah tulisan yang dimuat di akun resmi Facebook maupun Twitter KontraS.

Kesaksian itu berjudul 'Cerita Busuk dari Seorang Bandit'.

Postingan inilah yang mengagetkan semua pihak, khususnya pihak kepolisian, tentara, dan petinggi BNN.

Tak lama dari kasus tersebut, akhirnya pada akhir 2016, Haris mengakhiri masa kerjanya di KontraS.

(tribunnewswiki.com/tribun network)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini





Penulis: Rakli Almughni
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved