TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabar mengejutkan kembali gegerkan masyarakat Indonesia soal pria banting kucing hingga kini viral.
Dugaan penganiayaan kucing terjadi di Kampung Kenteng, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo pada 5 Januari 2024 sore hari.
Dikabarkan seorang warga berinisial S (26) banting kucing.
Kasus penganiayaan kucing di Solo ini terbongkar berawal dari sebuah video viral di media sosial.
Video tersebut, salah satunya, diunggah akun Instagram @animals_hopeshelterIndonesia.
Akun itu mengunggah dua video terkait dugaan penganiayaan kucing di Solo.
Baca: Tampang Ichasagee, Wanita Paksa Kucing Merokok di Tebing Tinggi yang Viral Kini Minta Maaf
Baca: Video 23 Detik Kucing Dicekoki Miras sampai Mabuk di Padang, 3 Wanita Brutal Ini Diungkap Tetangga
Salah satu video diberikan caption sebagai berikut :
PELAKU WARAS, SEHAT WAL AFIAT SAAT MELAKUKAN AKSI KEJINYA INI, YANG KEJAM KAYA GINI APAKAH BAKAL HANYA DISURUH MINTA MAAF DOANG TANPA HUKUMAN PENJARA?
Alasan sia ngamuk dan menyiksa Empus2 peliharaannya sendiri karena dia menuduh empus2 ini MENGAMBIL MAKANANYA LALU MURKALAH DIA
Pelaku konon katanya juga punya hobi mabuk-mabukan, LOKASI DI SOLO
Video kedua diberikan keterangan bila ada sejumlah kucing yang menjadi korban dalam dugaan penganiayaan tersebut.
Berikut caption di video kedua :
LEBIH DARI 3 EMPUS JADI KORBAN DAN 1 KITTEN MENINGAL DIBUANG KE SUNGAI
Nama pelaku dan alamat lengkap rumahnya sudah nyai kantongi, monggo yg mau laporin ke polsek terdekat hubungi nyai
Nyai lagi bermanja2 ma anak2 nyai yg sakit parvo
Dua video yang beredar tersebut dilakukan oleh pria berinisial S (26).
Terduga pelaku merupakan warga Kampung Kenteng, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo.
Dalam video tersebut, S menenteng dua kucing yang diduga merupakan induk dan anaknya.
Pelaku lalu banting kucing tersebut.
Insiden penganiayaan itu terjadi di Kampung Kenteng, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo pada 5 Januari 2024 sore hari.
Pria yang tega melakukan penganiayaan itu adalah S yang saat ini berusia 26 tahun.
Founder Rumah Difabel Meong Solo, Ning Hening Yulia mengungkap awal mula S melakukan penganiayaan terhadap kucing.
Kronologi tersebut didapatkannya setelah dirinya sempat menemui pelaku untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan penganiayaan kucing.
Ning menjelaskan kejadian dugaan penganiayaan kucing di Solo bermula dari S yang emosi.
Baca: Sering Bunuh & Siksa Kucing, Pria Meninggal karena Covid-19 saat Hari Ulang Tahunnya
Baca: Aksi Bodoh Wanita Paksa Kucing Merokok di Tebing Tinggi hingga Paksa Masukkan Rokok ke Mulut Anabul
"Saya tadi ke rumah pelaku untuk bertanya kejadiannya seperti apa kok bisa jadi begitu," ujar Ning saat dihubungi TribunSolo.com, Minggu (7/1/2024).
"Dia menceritakan, dia emosi terus membanting kucingnya," tambahnya.
Emosi S tersulut saat mendengar dua orang tuanya cekcok.
Saat emosi itu belum reda, S mendapati lauk yang sedianya akan ia makan justru digondol kucing peliharaannya.
"Emosi karena dengar ibuk bapaknya cekcok," ucap Ning.
"Terus tambah emosi karena lauk makan diambil, kucing terus dibanting," tambahnya.
Akibatnya, induk kucing tersebut mengalami luka parah dan harus mendapatkan perawatan.
Sementara dua anak induk kucing, juga disebut Ning, nampak syok.
Dilaporkan ke Polisi
Nasib S, warga Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo yang diduga melakukan penganiayaan pada 3 kucing sekaligus.
S akan dilaporkan Komunitas Rumah Difabel Meong ke polisi.
Founder Rumah Difabel Meong, Ning Hening Yulia menjelaskan hal itu dilakukan untuk memberi efek jera kepada pelaku.
Laporan ke Mapolresta Solo dilakukan hari ini, Senin (8/1/2024).
Itu dilakukan setelah pihaknya mengumpulkan bukti-bukti penganiayaan.
"Sejumlah aktivis penolong kucing kota Solo, Senin besok (hari ini) akan melaporkan kasus penganiayaan kucing ini, ke Polresta Surakarta. Sekitar pukul 09.00 WIB pagi," ujar Ning saat dihubungi TribunSolo.com, Minggu (7/1/2024).
Bukan tanpa alasan, Ning mengatakan bahwa pelaporan ini selain penegakan hukum juga menampung keluhan warga sekitar atas tabiat pelaku.
"Pelaku ini dikenal temperamental dan ringan tangan, termasuk pada kucing," ujar dia.
"Edukasi harus berjalan dan efek jera harus ada," imbuhnya.
Namun demikian, Yulia menjelaskan bahwa pelaporan ini bertujuan untuk memberi efek jera pada pelaku.
"Kita ini tidak bernafsu memenjarakan orang," terang dia.
"Tapi kasus ini harus diusut untuk pelajaran bersama," tambahnya.
Apalagi menurut Yulia, undang-undang di Indonesia jelas menerangkan adanya perlindungan terhadap hewan dari penyiksaan seperti yang tertera pada Undang-Undang KHUP 302 tentang penganiayaan hewan.
Pelaku pun terancam pidana maksimal 9 bulan dan denda maksimal Rp 400 ribu.
Viral Video Penganiayaan Kucing di dalam Blender
Media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan seekor kucing dianiaya di dalam blender.
Video kucing dianiaya di dalam blender itu berdurasi 1 menit 6 detik dan tersebar di Twitter sekaligus menjadi viral.
Dalam video itu, seorang pria tampak memasukkan seekor kucing kecil dan masih hidup ke dalam blender.
Setelah itu, pria tersebut menyalakan blender dalam posisi kucing berwarna abu-abu itu berada di dalamnya.
Akibat ulah tak terpuji dari pelaku, kucing malang itu pun mengalami luka parah dan kemungkinan mati secara mengenaskan di dalam blender
Diketahui, video viral itu terjadi bukan di wilayah Indonesia, melainkan di China.
Pelaku diketahui bernama Xu Zhihui, seorang blogger asal China.
Baca: Mengenal Sosok Nabila Febrianti, Bocah SD yang Kakinya Diamputasi Usai Selamatkan Kucing
Baca: Video Kucing Selamat Usai Jatuh dari Lantai Enam Terekam CCTV, Hantam Kaca Mobil hingga Pecah
Menurut akun Twitter @OpikHanapi, pelaku penganiayaan kucing diblender ini sudah ditangkap oleh polisi di China.
"Pelaku yang kucing di-blender sudah ditangkap yah guys oleh pihak berwajib di China," tulisnya, seperti dikutip TribunnewsWiki, Senin, 8 Mei 2023.
Video penyiksaan kucing di dalam blender ini lantas mendapat kecaman dari sejumlah netizen Indonesia.
Salah satunya datang dari pecinta kucing sekaligus musisi, Danilla Riyadi.
"Gue nangis liat dia diblender hidup-hidup. Jahat banget, ya. Astaga," kata Danilla.
Sementara itu, pelaku penganiayaan kucing tersebut diketahui telah menyampaikan permohonan maaf.
Xu Zhihui dengan akunnya "Jack Spicy Strip" mengaku menyesali perbuatan tercelanya itu.
Pelaku Kucing Diblender Ditangkap
Pembuat video penyiksaan hewan yang berjudul “cat in a blender” atau “kucing di dalam blender” dikabarkan telah ditangkap.
Video penganiayaan kucing itu viral di media sosial dan memicu kecaman.
Xu Zhihui, seorang food blogger asal Anhu, Tiongkok, diduga menjadi orang di balik penyiksaan itu. Xu dilaporkan cukup terkenal di Bilibili dan Weibo, media sosial asal Tiongkok.
Dikutip dari Sportskeeda, (9/5/2023), baru-baru ini pengguna Twitter juga mengaku menemukan video penganiayaan kucing lainnya di dalam blender. Salah satunya adalah pengguna dengan akun @scarycontent18.
Menurut warganet, video yang kedua itu lebih mengerikan daripada video pertama. Seorang pengguna dengan akun @jaylan66659931 mengatakan video itu “menghancurkan hati”.
Beberapa akun yang membagikan video bagian dua itu telah dinonaktifkan oleh Twitter. Pengguna lainnya mengaku mengalami trauma setelah melihat video itu.
Sementara itu, kelompok penganiaya hewan di Tiongkok mengancam akan kembali mengulangi tindakan penyiksaan hewan setelah Xu ditangkap.
Menurut seorang pengguna Reddit, kemungkinan juga ada acara live stream yang memperlihatkan kucing disiksa di dalam blender. Namun, informasi di Reddit itu telah dihapus.
Para penganiaya kucing di Tiongkok tidak hanya berasal dari kalangan dewasa, tetapi juga kalangan di bawah umur. Salah satunya bahkan mengklaim baru berumur 10 tahun.
Di media sosial, dia mengaku menikmati penyiksaan kucing itu.
Di Tiongkok, penyiksaan kucing bukan hal yang jarang. Meski di sana ada UU tentang perlindungan hewan, tidak ada UU tentang kesejahteraan hewan yang bisa melindungi hewan dari penyiksaan.
(TRIBUNTRENDS/TRIBUNNEWSWIKI)
Baca berita terkait di sini