Bahkan, Rizal Ramli pernah dimasukkan di penjara Sukamiskin, tempat Soekarno dulu ditahan.
Kemudian, setelah Rizal Ramli menyelesaikan kuliahnya di Amerika, ia kembali ke Indonesia dan mendirikan sebuah organisasi ekonom bernama ECONIT Advisory Group.
Organisasi tersebut aktif mengkritisi kebijakan pemerintahan order baru.
Rizal Ramli juga mendirikan Komite Bangkit Indonesia (KBI).
Baca: Mengenal Sosok Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Menikah dengan Cinta Pertamanya, Ludmilla FS
Ketika era reformasi, Rizal Ramli ditunjuk sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) tahun 2000.
Selama itu, Rizal Ramli berhasil membawa perubahan dan keuntungan perekonomian bagi Bulog hanya dalam tempo enam bulan.
Rizal Ramli kemudian diangkat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Agustus 2000.
Saat menjadi menteri, ia berhasil menyelamatkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) ketika diambang kebangkrutan.
Rizal Ramli dipercaya menjadi Menteri Keuangan di bulan Juli 2001 hingga Agustus 2001.
Setelah tak jadi menteri, Rizal Ramli ditunjuk menjadi komisaris utama di beberapa perusahaan BUMN.
Rizal Ramli ditunjuk menjadi komisaris utama di Bank BNI.
Namun, belum genap enam bulan, Rizal Ramli dipercaya oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menko Kemaritiman pada Agustus 2015.
Rizal Ramli tetap mengkritisi kebijakan pemerintah sehingga akhirnya posisinya diganti oleh Luhut Binsar Pandjaitan.
Hingga Juli 2016, Rizal Ramli melepas jabatannya sebagai Menko Kemaritiman.
Kontroversi
- Rizal Ramli mengusulkan pembatalan rencana pembelian pesawat baru oleh Kementerian BUMN untuk maskapai penerbangan Garuda Indonesia.
- Rizal mengkritik proyek pembangunan listrik 35.000 megawatt.
- Tahun 2018, Rizal Ramli menyatakan akan mencalonkan diri sebagai capres dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun 2019.
- Rizal Ramli mengkritisi kebijakan pemerintahan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo.
- Rizal Ramli pernah masuk penjara Sukamiskin.
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini