TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berdoa adalah bagian tak terpisahkan dari umat Muslim, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Bahkan dalam hal tidur, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus agar selalu dilindungi oleh Allah SWT.
Tidur merupakan kegiatan yang penting bagi setiap manusia untuk menjaga kesehatan tubuhnya.
Berikut adalah bunyi doa umum sebelum tidur:
بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ
"Bismika Allahumma ahyaa wa amuutu."
(Dengan menyebut nama-Mu, Ya Allah, aku hidup dan dengan menyebut nama-Mu aku mati.)
Rasulullah SAW tidak hanya menganjurkan untuk berdoa sebelum tidur, tetapi juga menganjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu.
Hal ini bertujuan agar seseorang tetap dalam keadaan suci ketika akan tidur.
Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan rangkaian amalan lain yang dilakukan sebelum tidur.
Amalan-amalan ini dimaksudkan sebagai persiapan.
Jika seseorang meninggal dunia saat tidur, diharapkan agar mendapatkan kematian yang baik (husnul khatimah).
Namun jika dia ditakdirkan untuk bangun kembali, tidur yang dilakukan akan dihitung sebagai ibadah.
Oleh karena itu, selain berwudhu dan berdoa, Rasulullah SAW juga melakukan sunnah-sunnah lainnya, seperti mengibaskan tempat tidur, tidur dengan posisi miring ke kanan, meletakkan tangan di bawah pipi kanan, dan membaca surat Al-Kafirun.
Selain itu, ada juga amalan-amalan lain yang dilakukan sebelum tidur, antara lain:
- Membaca surat Al-Fatihah sekali.
- Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing sekali.
- Meniup kedua telapak tangan sebanyak tiga kali, kemudian mengusapkan tangan tersebut ke seluruh tubuh.
- Membaca takbir, tasbih, dan tahmid masing-masing sebanyak 33 kali.
Tasbih
سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ
"Subhanallah"
Artinya: "Maha suci Allah".
Tahmid
ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ
"Alhamdulillah"
Artinya: "segala puji bagi Allah",
Takbir
ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ
"Allahu Akbar"
Artinya ialah Allah Maha Besar.
Doa Setelah bangun tidur
Tidak hanya saat akan tidur, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa setelah bangun tidur.
Berikut adalah bunyi doa setelah bangun tidur:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
"Alhamdulillahi alladhi ahyana ba'da ma amatanawa wa ilayhi an-nushur."
(Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.)
Doa setelah bangun tidur merupakan bentuk rasa syukur hamba kepada Sang Pencipta karena diberikan kesempatan untuk bernafas dan beraktivitas seperti hari sebelumnya.
Imam Bukhari sangat menganjurkan agar doa ini dibaca secara rutin di pagi hari.
Selain menjadi bentuk syukur, doa ini juga merupakan pembuka amalan yang menunjukkan pentingnya mengingat Allah SWT bagi setiap Muslim.
Menurut penjelasan Imam Nawawi, makna kata "kami dibangkitkan" dalam doa setelah bangun tidur adalah manusia akan dihidupkan kembali di hari Kiamat.
Ini berarti bahwa seseorang dapat bangun di pagi hari atau dibangkitkan di hari Kiamat setelah mengalami kematian.
Seperti saat akan tidur, selain membaca doa, ada juga amalan sunnah lainnya yang dapat dilakukan, seperti duduk dan mengusap wajah, membaca sepuluh ayat terakhir Surat Ali Imran, mencuci tangan dengan benar, membersihkan hidung, dan menggosok gigi atau menggunakan siwak
Nah itulah amalan dan doa sebelum tidur dan bangun tidur, semoga bermanfaat!
Adab Sebelum Tidur Rasulullah SAW Kehidupan Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam selalu menjadi contoh terbaik.
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam memiliki ketinggian adab yang tak perlu diragukan lagi.
Mulai dari bangun tidur hingga akan berangkat tidur semuanya memiliki pedoman terbaik.
Ahli kesehatan sekaligus pendakwah, dr Zaidul Akbar mengungkap tiga adab tidur Rasulullah, termasuk matikan lampu kamar menjelang tidur di malam hari.
Tidur merupakan keadaan istirahat alami pada tubuh.
Tidur menjadi salah satu kegiatan sangat penting bagi kesehatan tubuh.
Dengan adanya waktu tidur, ternyata bisa mendukung kesehatan seseorang.
Baca: Jadwal Puasa Zulhijah 1444 H, Lengkap dengan Bacaan Niat dan Keutamannya
Baca: Amalan Sunnah Menjelang Hari Raya Idul Adha yang Bisa Umat Muslim Kerjakan
Tidur dapat membuat tubuh kembali segar dan energi kembali bertambah agar bisa digunakan untuk beraktivitas.
Untuk itu, memahami pentingnya tidur sangat penting agar kesehatan fisik dan mental kita senantiasa selalu terjaga.
Sayangnya, aktivitas ini tidak jarang juga dikesampingkan karena berbagai alasan.
Beberapa orang melakukan begadang sehingga memotong waktu tidur malamnya karena merasa harus menyelesaikan pekerjaan atau tugas. Padahal, hal-hal seperti ini justru tidak sehat dan berisiko terhadap kesehatan.
Lantas, jam berapa waktu terbaik untuk tidur sesuai anjuran Rasulullah?
dr Zaidul Akbar mengungkapkan bahwa sebagai seorang Islam sebaiknya panduan tidur yang digunakan adalah tidur ala Rasulullah.
Menurut dr Zaidul Akbar yang juga sebagai penggagas kampanye Jurus Sehat Rasulullah (JSR) ini mengatakan, waktu tidur malam yang paling baik adalah setelah shalat Isya.
Selain menjadi kebiasaan Nabi SAW, tidur malam setelah shalat Isya juga sangat baik untuk kesehatan dan sudah terbukti secara ilmiah.
" Nabi SAW ba'da (setelah) Isya tidur, malam nanti bangun, ternyata barulah sains sekarang menunjukkan bahwa mulai dari Isya sampai jam 12, jam 1 mulai terjadi pick," kata dr Zaidul Akbar dikutip Serambinews.com dari kanal YouTube Bisikan.com, Selasa (20/6/2023)
Sambung dr Zaidul Akbar, pada pukul 1 dini hari, mulai terjadi growth hormon pada tubuh.
Growth hormon yang meningkat nantinya akan membakar lemak.
"Satu pick penaikan atau kenaikan satu hormon dikenal dengan growth hormon," sambung dr Zaidul Akbar.
Namun, apabila terjadi kenaikan berat badan, hal tersebut diakibatkan karena waktu tidurnya yang kurang, sehingga growth hormonnya tidak keluar.
"Growth hormon itu kalau meningkat pak bu sekalian, maka otomatis apa? Dia ngebakar lemak. Jadi banyak orang berat badan naik gara-gara apa? Gara-gara tidurnya kurang. Karena apa? Karena growth hormonnya gak keluar," papar dr Zaidul Akbar.
Dalam kesempatan tersebut, dr Zaidul Akbar juga mengatakan jika ingin mencintai Allah SWT, maka ikutilah sunnah Rasulullah, termasuk pola tidurnya setelah shalat Isya.
"Maka saya katakan kalau kita mau benar-benar mencintai Allah, kata Allah di situ inkuntum tuhibbunallah fattabiuni, ikutilah aku kata Rasulullah. Ikutin bagaimana polaku dan para sahabat telah mencotohkan itu semua," kata dr Zaidul Akbar.
Baca: Kyai Muslim Muhamad Halifah (Kyai Mojo)
Baca: SMA Islam Al Azhar 1 Jakarta
Dalam video berbeda, dr Zaidul Akbar juga mengungkap tiga adab tidur ala Rasulullah.
Dengan mengikuti adab tidur Rasulullah, ini merupakan cara tidur yang benar kata dr Zaidul Akbar.
"Maka tidurlah yang benar, bagaimana tidur yang benar? Tidurlah sesuai dengan tidurnya Nabi," kata dr Zaidul Akbar dikutip Serambinews.com dari YouTube dr Zaidul Akbar Official.
Lantas, bagaimanakah tidur yang benar menurut Rasulullah SAW?
Adapun ketiga adab tidur Rasulullah adalah:
1. Matikan lampu
2. Berwudhu sebelum tidur
3. Berdoa
Diungkap dr Zaidul Akbar, Rasulullah kerap berdoa ketika menjelang waktu tidur.
Ini dilakukan ketika suatu waktu seseorang meninggal dalam waktu tidur, ia sudah dalam keadaan meminta ampun kepada Allah, sehingga Allah sudah mengampuni dan memaafkan hambanya.
"Kenapa berdoa? Kalau dia ga hidup lagi setelah tidur itu, dia mati dalam keadaan yang diampuni Allah.
Coba dihafalain doa menjelang tidur, yang kalau kita baca doa itu Allah ampuni kita
kalau seandainya Allah wafatkan, Allah terima amal kita, ampuni dan maafkan kita," pungkasnya.
dr Zaidul Akbar Bongkar Khasiat Matikan Lampu Saat Tidur, Dapat Memberbaiki Hormon dan Enzim
dr Zaidul Akbar bongkar khasiat tidur dengan lampu dimatikan pada malam hari. Dari memperbaiki hormon hingga enzim.
Tidur dalam gelap ternyata sangat baik bagi kesehatan tubuh.
Tak hanya hemat listrik namun tubuh pun bisa relaks saat beristirahat.
Namun tahukah kamu, saat tidur khususnya pada malam hari kenapa harus memadamkan lampu?
Mungkin banyak yang tidak tahu pentingnnya memadamkan lampu ketika hendak tidur.
Tidak hanya mesalah kenyamanan dan hemat listrik, ternyata ada dampak kesehatan yang sangat baik.
Penggagas kampanye Jurus Sehat Rasulullah dr Zaidul Akbar memaparkan bahwa tidur dengan mematikan lampu ternyata dapat memperbaiki enzim hingga hormon.
"Maka tidur malam itu ibarat kata cleaning service nya kita, office boy nya kita itu malam hari itu kerja, matiin lampu.
Tidur terbaik itu seperti apa? seperti disampaikan nabi, matiin lampu," ujarnya seperti dikutip dari drzaidulakbar_unofficial.
dr Zaidul Akbar mengatakan saat tidur seseorang tidak membutuhkan cahaya.
"Kenapa? saat itu kita tidak butuh cahaya, sebab ada melatonin di sini (kepala) yang keluar saat itu melatonin, selatonin, hormon rileks gitu kan, dia fungsinya ngapain? dia memperbaiki enzim, dia memperbaiki hormon, semua direseting ulang di malam hari, itu kata kuncinya," katanya.
( Serambinews.com/Tribunnewswiki/Firdha Ustin/Kaa)
Artikel ini telah tayang di Serambi dengan judul dr Zaidul Akbar Ungkap 3 Adab Tidur Rasulullah, Ada Matikan Lampu Kamar, Ternyata Ini Alasannya
Baca berita terkait di sini