Hadirkan 205 Film dari 25 Negara, JAFF Edisi ke-18 Dibuka dengan Film Autobio-Pamphlet

Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Edisi ke-18 resmi dibuka dengan penayangan film India “Autobio-Pamphlet”, karya Ashish Avinash Bende.


zoom-inlihat foto
jaff18-dibuka.jpg
IST
Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) edisi ke-18 resmi dibuka pada 25 November 2023 di Empire XXI.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Edisi ke-18 resmi dibuka dengan penayangan film India berjudul Autobio-Pamphlet.

Film tersebut merupakan karya dari sutradara Ashish Avinash Bende.

JAFF 2023 mengusung tema "Luminescene" yang berarti pendaran untuk mengedepankan pentingnya perfilman Asia yang memiliki karakteristik tersendiri dan terus memancarkan keindahan ke seluruh dunia.

Tahun ini, JAFF edisi ke-18 menghadirkan 205 film dari 25 negara Asia Pasifik yang akan ditayangkan dalam program kompetisi dan non-kompetisi.

Pemutaran film-film tersebut dilakukan secara serentak di lima studio Empire XXI Yogyakarta, yang menjadi venue utama festival.

Setelah acara pembukaan, Direktur Eksekutif Ajish Dibyo menjelaskan bahwa tema Luminesence diartikan sebagai pijaran film Asia yang memiliki karakter, budaya, dan keunikannya tersendiri dibanding film-film dari benua lain.

“Belakangan ini di festival internasional, film Asia menempati posisi strategis bahkan mendominasi penghargaan di banyak festival besar. Salah satu tonggaknya adalah saat film Parasite dari Korea Selatan menang sebagai film terbaik di Oscar,” ungkap Direktur Eksekutif Ajish Dibyo, di pelataran Empire XXI, Sabtu (25/11/2023).

Dalam kesempatan tersebut, secara tertulis Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut JAFF telah melewati pasang surut kehidupan di Yogyakarta.

Baca: Film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film Gelar Special Screening di JAFF dan 7 Kota Lainnya

Baca: Film Pemukiman Setan Siap Asian Premiere di Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2023

Mulai gempa bumi pada 2006, gunung meletus di 2010, hingga pandemi Covid-19 sepanjang 2020-2021.

JAFF juga menandai budaya perfilman Yogyakarta yang telah berjalan selama dua dekade.

“Budaya perfilman ini telah menawarkan perspektif dan cara produksi yang inklusif, suatu nilai istimewa yag tidak mudah ditemukan di daerah lain,” katanya.

Untuk itu, dia berharap JAFF ke-18 mampu melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

“Film adalah media yang tepat untuk menyampaikan pesan-pesan inklusif,” katanya.

Selain itu, ia juga memberikan ucapan selamat atas diselenggarakannya JAFF ke-18.

Di sisi lain, seremoni pembukaan ke-18 JAFF 2023 ditandai dengan memainkan piano serta dibuka dengan penampilan penyanyi Tanah Air, Sal Priadi.

Antusiasme para pencinta film untuk kembali merasakan pengalaman menonton film serta berdialog dan berjejaring selama JAFF terasa sangat semarak.

Jadwal program JAFF ke-18 dan cara membeli tiket dapat ditemukan di akun media sosial resmi @jaffjogja dan situs resmi, jaff-filmfest.org. Tiket dapat dibeli melalui situs resmi jaff-filmfest.org dan TIX.ID.

(tribunnewswiki.com)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini





Penulis: Rakli Almughni
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved