PGSD UMS Gelar Pelatihan SMART E-Learning dan Pendidikan Lingkungan

pelatihan bertajuk SMART E-Learning dan Pendidikan Lingkungan mengajarkan metode pembelajaran yang menggabungkan teknologi canggih dengan pendidikan


zoom-inlihat foto
Suasana-Pelati-4.jpg
Dok. Bangkit N
Suasana Pelatihan SMART E-Learning dan Pendidikan Lingkungan yang diselenggarakan oleh PGSD UMS, Rabu (25/10/2023).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Surakarta mengadakan pelatihan yang berhasil mengumpulkan 34 pendidik sekolah dasar dari Surakarta dan daerah sekitarnya, Rabu (25/10/2023).

Ketua Tim Pengabdian, Rusnilawati mengatakan, pelatihan bertajuk SMART E-Learning dan Pendidikan Lingkungan tersebut mengajarkan metode pembelajaran yang menggabungkan teknologi canggih dengan pendidikan lingkungan.

Pelatihan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantin Tepi Danau Universitas Muhammadiyah Surakarta, menggabungkan dua komponen penting, yaitu SMART E-Learning dan program STEAM-3R (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics - Reduce, Reuse, Recycle).

Baca: HMP PGSD UMS Adakan Lomba Poster Mahasiswa Tingkat Nasional Bernama ITC

Menurut Rusnilawati , Integrasi teknologi dalam dunia pendidikan telah menjadi tren global yang telah mempercepat kemajuan pendidikan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Rusnilawati berharap guru-guru modern bisa memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih kreatif dan interaktif.

"Mereka bukan hanya sebagai pemberi informasi, melainkan fasilitator yang dapat merancang pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif dan berpikir kritis di antara siswa-siswa," ucapnya.

Namun, lanjutnya, hasil observasi di Surakarta menunjukkan bahwa pemanfaatan perangkat teknologi dalam proses belajar-mengajar, khususnya di tingkat sekolah dasar, masih belum optimal.

Salah satu pendekatan inovatif yang diusulkan adalah penggunaan SMART E-Learning berbasis flipped learning. Model pembelajaran ini dapat diimplementasikan dalam format hibrida atau berbaur dengan berbagai platform e-learning dan aplikasi Liveworksheet.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan sejumlah keunggulan dalam implementasi flipped learning dalam pendidikan.

Salah satu proyek program STEAM-3R (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics - Reduce, Reuse, Recycle)
Salah satu proyek program STEAM-3R (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics - Reduce, Reuse, Recycle) (Dok. Bangkit N)

Baca: Dosen PGSD UMS Kenalkan Budaya Panji dan Pentas Wayang di Filipina

Dalam model ini, guru dapat menggunakan kelas virtual untuk berbagi materi dengan siswa melalui video YouTube atau presentasi naratif, serta menciptakan tautan untuk diskusi asinkron.

Pemindahan tahap mengingat dan memahami materi ke luar kelas memungkinkan siswa-siswa untuk mengakses berbagai konten secara online.

Di sisi lain, Surakarta menghadapi masalah pengelolaan sampah yang terus-menerus. Sekolah-sekolah, selain pasar, rumah tangga, industri, dan perkantoran, merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar.

Untuk mengatasi permasalahan ini, diperkenalkanlah program STEAM-3R (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics - Reduce, Reuse, Recycle).

Program ini mengintegrasikan pendidikan lingkungan dengan mengajak siswa-siswa untuk melakukan aktivitas reduksi dan reuse dalam lingkungan kelas, sementara konsep daur ulang dikembangkan melalui proyek-proyek di luar kelas.

Peserta dan Fasilitator berfoto bersama pasca pelatihan
Peserta dan Fasilitator berfoto bersama pasca pelatihan (Dok. Dafiq)

Baca: Intan Eriyantini, Alumni Pendidikan Bahasa Inggris UMS Raih Gelar Pemuda Berprestasi 2023 Sumsel

Program pelatihan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan langkah yang sangat bermanfaat dalam mengembangkan profesionalisme guru dalam meningkatkan metode pengajaran, khususnya dalam penggunaan media pembelajaran yang modern.

Program ini akan berlangsung selama satu tahun dan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Surakarta, para Kepala Sekolah Dasar di Surakarta, dan para guru sekolah dasar.

Kepala Dinas Pendidikan Surakarta, Dian Rineta, menyambut baik upaya ini.

Ia menggarisbawahi pentingnya guru-guru yang mahir dalam menggunakan teknologi dengan bijak.

Sambutan juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar, Tarno, yang juga mengapresiasi program pelatihan ini sebagai langkah positif dalam pengembangan pendidikan di Surakarta.

"Secara keseluruhan, pelatihan SMART E-Learning dan pendidikan lingkungan ini diharapkan dapat membantu sekolah-sekolah dasar di Surakarta untuk lebih efektif dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran dan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa-siswa," tandasnya.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved