TRIBUNNEWSWIKI.COM – Seorang wartawan investigasi kenamaan bernama Seymour Hersh mengatakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mempertimbangkan untuk membanjiri Kota Gaza hingga menjadi seperti danau.
Menurut militer Israel itu, upaya tersebut bisa menghancurkan jaringan terowongan milik Hamas yang berada di bawah tanah.
“Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) yang punya pengetahuan banyak telah berkata kepada saya bahwa pemimpin Israel diketahui sedang mempertimbangkan untuk membanjiri jaringan terowongan Hamas sebelum mengerahkan pasukannya,” kata Hersh dikutip dari Sputnik Globe, (26/10/2023).
Sebelumnya, pada tahun 2014 Israel juga pernah berupaya menyerbu Gaza dan menghancurkan jaringan terowongannya. Akan tetapi, upaya itu justru berakhir dengan penarikan mundur IDF setelah dua pekan.
Sementara itu, Dr. Mordechai Kedar yang menjadi pensiunan letnan kolonel di IDF mengatakan strategi membanjiri itu akan lebih murah bagi Israel dibandingkan dengan strategi lain untuk menghancurkan terowongan Hamas.
Kata dia, Israel tinggal menggali sebuah terowongan beberapa ratus meter dan kemudian mengalirkan air dari laut.
Baca: Serangannya ke Gaza Dituding Melanggar Hukum, Israel Murka & Minta Sekjen PBB Mundur
Baca: Hamas Berhasil Pukul Mundur Serangan Darat Militer Israel, 1 Tentara Zionis Tewas
“Akan jauh lebih murah dan jauh lebih aman karena segera setelah kota itu (Gaza) menjadi rawa, tak ada yang tersisa seperti sebelumnya,” kata Kedar.
“Saya tidak tahu apa yang tengah disiapkan Israel untuk terowongan-terowongan itu, apakah bom atau air atau apa pun.”
Akan tetapi, Kedar mengatakan bom atau aliran air memang bisa digunakan untuk menghancurkan jaringan terowongan itu.
“Saya benar-benar tidak tahu apa yang dipunyai Israel. Namun, saya pikir Israel tiap hari menerima satu kargo amunisi dari AS. Mungkin kargo ini atau kargo itu berisi beberapa ribu bom yang seharusnya berkaitan dengan terowongan ini.
Dia mengatakan terowongan milik Gaza sangat dalam. Kedalamannya hingga sekitar 30 meter atau setara dengan bangunan berlantai sepuluh.
Kedar menebut ketinggian tanah di Gaza mungkin di bawah permukaan air laut. Hal itu membuat Israel bisa lebih mudah membanjiri Gaza.
“Semuanya tergantung pada jumlah air yang bisa dialirkan ke Kota Gaza. Menurut beberapa data yang sudah saya baca, kota itu memang berada di bawah tinggi permukaan air laut.”
Baca: Jokowi Kutuk Keras Serangan Militer Israel ke RS Gaza: Indonesia Tak Akan Tinggal Diam!
“Jika ini benar, tak terlalu sulit untuk mengalirkan air dari laut ke kota itu. Segera setelah kota itu tertutup oleh air, air itu akan mengalir ke bawah tanah karena tanahnya sangat berpasir dan pada akhirnya semua terowongan akan terbajiri, dan siapa pun yang berada di terowongan itu harus berenang keluar. Jika tidak, akan terkubur di sana.”
Kedar berujar Israel hanya perlu menggali terowongan kecil dari laut ke tempat yang lebih rendah di kota itu.
Ketika ditanya tentang potensi terjadinya bencana ekologi, Kedar justru menyinggung pihak yang memulai perang antara Hamas dan Israel.
“Siapa pun yang memulai perang melawan kita harus mempertimbangkannya sebelumnya,” ucapnya.
“Sayangnya, organisasi seperti ISIS ini (Hamas) tidak membua pertimbangann tentang nyawa manusia ataupun infrastruktur. Saya pikir kita tak harus memberikan banyak perhatian terhadap pertanyaan ini.”
Baca: Bocah Palestina Usia 6 Tahun di AS Tewas Ditusuk, Pelaku Terpengaruh Konflik Hamas-Israel
Baca: Militer Israel Lancarkan Serangan Darat Pertama ke Gaza, Perdana Menteri Israel: Ini Hanya Permulaan
Kata Kedar, segera setelah Gaza menjadi sebuah danau, kota itu telah berakhir.
“Dan seluruh sejarah telah selesai karena kota itu akan menjadi danau. Dan kemudian ini akan menjadi perubahan dan ini mungkin menjadi pelajaran (bagi Hamas).”
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang konflik Hamas-Israel di sini.