Praka DRB yang Bacok Komandan Satdik Secata Rindam XVII Kasuari setelah Apel Pagi Ditangkap

Letkol Infanteri Tamami dibacok Praka DRB, salah satu bawahannya, pada hari Sabtu, (21/10/2023).


zoom-inlihat foto
ilustrasi-penganiayaan-33.jpg
Kompas.com
Ilustrasi penganiayaan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Komandan Satdik Secata Rindam XVII Kasuari di Papua Barat, Letkol Infanteri Tamami, dibacok Praka DRB, salah satu bawahannya, pada hari Sabtu, (21/10/2023).

Akibat dibacok Praka DRP, Letkol Infanteri Tamami mengalami luka robek pada belakang kepala sebelah kanan. Ada 12 jahitan yang diterimanya.

Peristiwa itu bermula dari acara apel pagi yang diikuti oleh personel organik Secata dan pengecekan personel persiapan korve kesiapan penerimaan siswa Secata PK Reguler TNI-AD Gel II TA 2023.

Apel itu dipimpin oleh Mayor Infanteri Dillo dan digelar di di depan Satdik Secata Rindam XVIII/Kasuari.

Tamami diduga mengeluarkan kata-kata kurang pantas sehingga menyinggung Praka DRB.

Selepas apel itu, Praka DRB menemui Tamami di kantin dan kemudian langsung membacok kepalanya. Setelah melakukan aksi kekerasan itu, Praka DRB memilih langsung pulang ke rumahnya.

Tamami langsung dilarikan ke Klinik Kesehatan Secata Rindam XVIII Kasuari oleh personel Secata.

Baca: Takut Dibacok Anak Karena Belum Mampu Belikan Motor Trail, Pasutri Asal Aceh Ini Mengadu ke Kodim

Pelaku ditangkap

Praka DRB ditangkap setelah terlebih dahulu dijemput oleh Provost dan Provost dan Pam Secata. Dia ditahan di Staf Pam Bagum Rindam XVIII/Kasuari dan dan menjalani pemeriksaan secara intensif.

"Saat ini sudah dibuatkan Kep Hansem dan Pahkara untuk selanjutnya akan membawa pelaku menuju Pomdam XVIII Kasuari dikawal 2 orang saksi dan 1 anggota Urpam Secata Rindam XVIII Kasuari," demikian laporan yang diterima wartawan TribunSorong.com, Selasa, (24/10/2023).

Menurut Kepala Penerangan Daerah Militer XVIII Kasuari, Kolonel Infanteri Syawaludin Abuhasan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan atau pengecekan.

"Nanti informasi lebih jelasnya akan saya informasikan ke rekan-rekan wartawan, agar informasi jangan simpang siur," kata Syawaluddin.

Baca: VIRAL Oknum Anggota TNI Diduga Aniaya Polisi hingga Luka-luka, Motifnya Disebut Gara-gara Cemburu

Baca: Mengenal Kopda Andrianto, Anggota TNI AL yang Ajak Selingkuhan Bunuh dan Bakar Istrinya Hingga Tewas

Bukan karena kata-kata yang rasis

Muncul kabar yang menyebutkan bahwa peristiwa pembacokan itu dipicu oleh lontaran kata-kata yang rasis. Namun, Syawaludin dengan tegas membantahnya.

"Karena kalau informasinya versi A, versi B kan nggak bagus. Informasi kata rasis itu saya tegaskan nggak ada, cuma yang saya bilang tadi, nanti dicek secara jelas sehingga informasi dari kita, khususnya dari saya, dari Kodam (Kodam XVIII Kasuari), informasi satu, tidak ada terjadi pembiasan atau dipolitisir orang-orang yang tidak bertanggung jawab," kata Syawaludin.

Dia menyebut pelaku masih ditahan dan diperiksa secara intensif. Pihak Rindam nantinya bakal mengelurkan siaran pers tentang perkembangan penyelidikan kasus.

"Intinya akan kami sampaikan keterangan resmi, agar tidak terjadi simpang siur beritanya. Saat ini kan yang bersangkutan masih dalam proses pendalaman di sini(Kodam XVIII Kasuari). Yang bersangkutan (pelaku) sudah ditahan dan dilakukan pendalaman (pemeriksaan) sehingga informasi lengkap akan saya sampaikan," katanya.

Baca: Oknum TNI dan Selingkuhannya Tega Bakar Istri yang Lagi Hamil, Mayat Korban Dibuang dan Dibakar

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang TNI di sini.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved