TRIBUNNEWSWIKI.COM – Militer Israel pada hari Jumat, (13/10/2023), meminta 1,1 juta warga Palestina untuk segera meninggalkan wilayah Gaza bagian utara.
Permintaan itu telah diberitahukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut juru bicara PBB Stephane Dujarric, warga Palestina harus mengevakusi diri dari wilayah itu dalam tempo 24 jam.
Dikutip dari Associated Press, permintaan bisa menjadi tanda bahwa Israel akan melancarkan serangan dari darat. Namun, militer Israel hingga kini belum mengonfirmasi adanya rencana serangan.
Juru bicara militer Israel bernama Letkol Richard Heck pada hari Kamis, (12/10/2023), menyebut bahwa pihaknya siap melakukan “manuver darat” jika ada pemimpin politik Israel yang memerintahkan hal itu.
Sudah ada sebanyak 300.000 tentara Israel yang dilaporkan berkumpul di perbatasan Gaza.
“(Israel) sedang bersiap menghadapi fase berikutnya dari perang ini, yang akan tiba ketika waktunya sudah tepat dan sesuai dengan tujuan kami,” kata Heck dikutip dari CBS News.
Baca: 45 Warga Palestina Tewas Akibat Israel Nekat Serang Kamp Pengungsian Gaza
Baca: Hamas Balas Serang Tel Aviv di Israel dengan Rentetan Roket
Di samping itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Sabtu, (7/10/2023), telah bersumpah akan menghancurkan Hamas setelah kelompok melakukan serangan tiba-tiba ke Israel.
Dujarric menyebut permintaan evakuasi dari Israel itu sebagai hal yang mustahil. Jumlah 1,1 juta warga yang diminta dievakuasi itu setara dengan setengah populasi di Gaza.
Di pihak lain, Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan, menyebut tanggapan PBB atas permintaan itu “memalukan”. Erdan juga menuding PBB mengabaikan brutalnya serangan terhadap Israel.
Menurut data terbaru dari PBB, sudah 333.000 warga Gaza yang telantar sejak perang Hamas-Israel dimulai pada hari Sabtu pekan lalu.
Pejabat Israel pada hari Kamis, (12/10/2023), berujar bahwa setidaknya sudah ada 1.300 korban tewas akibat serangan Hamas. Adapun korban luka mencapai lebih dari 2.800 orang.
Di pihak Gaza, sudah ada 1.537 orang yang dilaporkan tewas akibat serangan balasan Israel. Sebanyak 500 di antaranya adalah anak-anak. Sementara itu, korban luka mencapai 6.600 orang.
Sejak Hamas menyerang Israel, negara Yahudi itu sudah memerintahkan Gaza untuk diblokade. Bantuan makanan, air, dan obat-obatan, tak diizinkan dikirim ke Gaza.
Baca: Mengenal Hamas Palestina, Kelompok yang Lakukan Operasi Badai Al Aqsa ke Israel
Baca: Sosok Mohammed Deif, Pemimpin Hamas yang Disebut Jadi Dalang Serangan ke Israel
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang perang Hamas-Israel di sini.