PAN Bongkar Alasan Bersedia Daftarkan Cinta Mega Jadi Caleg meski Pernah Dipecat PDIP

Sebelumnya, Cinta Mega dipecat oleh PDIP karena diduga bermain judi slot saat rapat paripurna DPRD DKI Jakarta.


zoom-inlihat foto
Anggota-Komisi-C-DPRD-DKI-Jakarta-dari-Fraksi-PDI-P-Cinta-Meg.jpg
Kompas.com
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Cinta Mega di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (6/12/2019).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Partai Amanat Nasional (PAN) mengungkap alasan pihaknya bersedia menerima mantan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Cinta Mega, sebagai kader dan mendaftarkannya sebagai caleg DPRD DKI Jakarta.

Sebelumnya, Cinta Mega dipecat oleh PDIP karena diduga bermain judi slot saat rapat paripurna DPRD DKI Jakarta.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DKI Jakarta, Eko Patrio, mengatakan salah satu pertimbangan PAN mendaftarkan Cinta Mega ialah karena yang bersangkutan mengaku ingin memperbaiki diri. 

"Kenapa Cinta Mega masuk PAN? Pertama, Cinta Mega sudah kita ajak ngobrol dan sebagainya, dia ingin mengubah apa yang sudah dia lakukan," kata Eko dikutip dari Kompas.com, Selasa, (10/10/2023). 

"Dia sudah mengubah dirinya dan ingin bertanggung jawab, mengabdi kepada masyarakat, berkhidmat kepada masyarakat, dalam hal ini masyarakat Jakarta," ujar dia.

Baca: Dipecat PDIP karena Diduga Main Judi Slot, Cinta Mega Kini Pilih Gabung dengan PAN

Eko juga mengklaim bahwa Cinta mega sudah menebus kesalahannya.

"Sekali lagi PAN memberikan kesempatan Cinta Mega untuk membuktikan bahwa dia bisa dan bermanfaat untuk warga Jakarta."

Cinta Mega kini terdaftar sebagai caleg DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) 9 dengan nomor urut dua. Dapil 9 meliputi Kecamatan Tambora, Cengkareng, dan Kalideres.

Sindiran PDIP

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, mengkritik PAN yang menerima Cinta Mega menjadi kader.

“Informasi yang kami dapatkan Ibu Cinta ditetapkan oleh PAN sebagai calon legislatif, dan ini menandakan bahwa PAN hanya mengejar efek elektoral,” kata Gembong kepada awak media di Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Senin, (9/10/2023), dikutip dari Warta Kota Live.

Gembong menganggap PAN mengesampingkan dan membutakan proses konsolidasi dan kaderisasi di dalam partai politik.

“Harapannya kan seperti itu, tapi apa yang terjadi? Hari ini kami sama-sama saksikan bahwa efek elektoral masih menjadi faktor utama. Kalau bahasa saya, sampai-sampai membutakan proses kaderisasi,” kata dia.

Menurut Gembong, berdasarkan informasi yang didapatkannya, PAN mengirimkan dokumen DCS ke KPU itu pada saat-saat terakhir.

Baca: Harta Kekayaan Cinta Mega Politikus PDIP yang Diduga Main Slot saat Rapat Capai Rp 7,3 Miliar

Gembong menduga partai yang dipimpin Zulkifli Hasan itu sengaja mengirim dokumen itu pada saat-saat terakhir untuk mengaburkan nama Cinta di partainya.

“Kami mendapat informasi dari KPU itu pendaftarannya PAN ke KPU itu last minutes (menit-menit terakhir), jam 12 kurang berapa menit. Ya mungkin biar enggak diintip oleh orang." 

“Sekali lagi PDIP mengedepankan kader-kadernya adalah disiplin dalam bertindak, berdisiplin dalam berperilaku, bersisiplin dalam berbicar maka ketika ada kader bermasalah dalam konteks kedisiplinan partai otomatis partai akan memberikan sanksi."

Dipecat

Cinta Mega dipecat dan posisinya digantikan kader PDIP lain lewat pergantian antarwaktu (PAW).

"Tadi kami rapat pleno karena segala sesuatu keputusan kami biasa melalui rapat pleno ini. Selesai rapat pleno, kami putuskan memberikan sanksi berupa PAW," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DKI Jakarta, Ady Wijaya, Selasa, (25/7/2023), dikutip dari Kompas.com.





Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved