TRIBUNNEWSWIKI.COM - Konflik antara Palestina dan Israel di wilayah Jalur Gaza kembali meletus menyusul ketegangan yang terjadi usai penutupan pintu masuk dan keluar di wilayah tersebut pada beberapa waktu lalu.
Perdana Menteri Israel Netanyahu juga menyatakan perang terbuka kepada Palestina.
Sedangkan Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina pada Sabtu (7/10/2023) mengatakan mengakhiri pendudukan Israel di wilayah Palestina adalah satu-satunya jaminan terhadap perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan, dikutip dari kantor berita Palestina WAFA.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut menyatakan mereka telah berulang kali memperingatkan jika konflik Israel-Palestina tidak diselesaikan dan rakyat Palestina tidak diberikan hak untuk menentukan nasib sendiri, maka akan ada konsekuensi yang serius.
"Kami juga telah memperingatkan konsekuensi dari provokasi dan serangan yang dilakukan setiap hari, terorisme yang terus berlanjut oleh para pemukim dan pasukan pendudukan Israel, serta penggerebekan terhadap Masjid Al Aqsa dan situs-situs suci Kristen dan Islam," tulisnya, dilansir dari situs Menpan.go.id.
Pernyataan itu disampaikan atas respons kondisi saat ini ketika Israel sedang melancarkan serangan ke Jalur Gaza.
Baca: Doa Mohon Rezeki Berkah Sebelum Pergi Cari Nafkah, Lengkap dengan Tulisan Latin dan Terjemahannya
Baca: SOSOK UAH atau Ustadz Adi Hidayat, Terkenal Cerdas, Diblokir Google Karena Sumbang Palestina Rp 14 M
Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas rentetan roket yang diluncurkan pasukan pejuang Palestina ke wilayah Israel pada Sabtu pagi waktu setempat.
Tindakan Palestina yang memperjuangkan tanah airnya ini memdapatkan dukungan dari negara-negara di dunia.
Inilah sejumlah negara lain membela tindakan yang dilakukan Hamas dan mendukung Palestina dilansir Kompas:
1. Afrika Selatan
Pemimpin Kongres Nasional Afrika mengeluarkan pernyataan yang menyebut peristiwa di Palestina sebagai kejadian yang mirip dengan Apartheid Afrika Selatan di mana warga satu ras dipaksa pindah dari negaranya.
“Sebagai hasilnya, keputusan Palestina untuk menanggapi kebrutalan rezim apartheid Israel tidaklah mengejutkan,” tambahnya.
Pernyataan itu menambahkan bahwa situasi keamanan yang memburuk secara langsung terkait dengan pendudukan Israel atas Palestina yang melanggar hukum.
2. Yaman
Di Yaman, kelompok pemberontak Huthi yang menguasai ibu kota Sanaa menyatakan dukungan mereka. Serangan Hamas disebut sebagai “operasi jihad yang heroik”.
Kelompok militan yang bersekutu dengan Iran tersebut juga mengatakan serangan itu mengungkapkan kelemahan, kerapuhan, dan impotensi Israel.
Warga Yaman juga terlihat merobek bendera AS dan Israel dalam protes besar di Sanaa.
3. Iran
Iran merupakan salah satu pendukung setia perjuangan Hamas di Palestina dan kelompok militer Hizbullah yang menyerang Israel di dekat perbatasan Lebanon.
Presiden Iran Ebrahim Raisi memuji serangan Palestina dan menyebutnya sebagai operasi yang membanggakan dan kemenangan besar.
“Operasi kemenangan ini, yang akan memfasilitasi dan mempercepat keruntuhan rezim Zionis, menjanjikan kehancuran rezim Zionis,” kata Ali Akbar Velayati seorang penasihat senior dari pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
4. Arab Saudi
Meski mendukung Palestina, Arab Saudi menyerukan kedua negara untuk segera menghentikan peperangan. Pihak kerajaan mendorong Palestina dan Israel memulai proses perdamaian yang kredibel.
"(Perdamaian) yang mengarah pada solusi dua negara untuk mencapai keamanan dan perdamaian di kawasan dan melindungi warga sipil,” kata pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Arab Saudi terlibat aktif dalam perundingan untuk mencapai perdamaian di kedua negara tersebut. Ini dilakukan sebagai bentuk upaya normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel.
Baca: Israel Resmi Umumkan Perang Melawan Hamas
5. Qatar
Qatar digunakan sebagai tuan rumah kantor politik Hamas sejak 2012. Pemerintah tegas mengatakan Israel bertanggung jawab atas peningkatan kekerasan terhadap rakyat Palestina.
“Israel sendiri yang memikul tanggung jawab atas ketegangan yang terjadi saat ini karena pelanggaran hak-hak rakyat Palestina yang terus berlanjut," tulis Kementerian Luar Negeri Qatar dalam sebuah pernyataan.
Penggerebekan berulang kali terhadap Masjid Al Aqsa oleh polisi Israel disebut sebagai salah satu bentuk pelanggaran tersebut.
6. Pakistan
Menteri Luar Negeri Pakistan Jalil Abbas Jilani mengatakan dukungannya kepada Palestina dalam sebuah postingan di X (dulu Twitter).
"Pakistan sangat prihatin dengan meningkatnya permusuhan di Timur Tengah dan hilangnya nyawa tak berdosa," tulisnya.
"Kami berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Palestina dan menyerukan diakhirinya segera kekerasan dan penindasan yang dilakukan pasukan pendudukan Israel," lanjut dia.
Warga Pakistan tampak menunjukkan dukungan terhadap Palestina dengan membakar dan menginjak bendera AS dan Israel. Sementara itu, mereka mengibarkan bendera Palestina.
7. Lebanon
Lebanon menunjukkan dukungannya kepada Hamas. Ratusan warga berkumpul di Beirut untuk melakukan aksi solidaritas.
Seorang pria terlihat memegang spanduk bertuliskan, "Entitasmu akan lenyap. Benteng Anda terbuat dari karton. Tentaramu dipermalukan dan ditaklukkan".
8. Irak
Warga Irak juga mendukung Palestina dengan membakar bendera Israel dan AS di Bagdad, ibu kota negara tersebut.
Pemerintah Irak menyatakan dukungannya terhadap Gaza dan rakyat Palestina. Serangan dari Hamas disebut sebagai reaksi alami dari penindasan di tangan otoritas pendudukan Zionis Israel.
(TRIBUNNEWSWIKI/Kaa)
Artikel ini telah tayang di
Baca berita terkait di sini