TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perang tak berkesudahan antara Israel dengan Hamas Palestina makin mencekam.
Hingga saat ini, pertempuran sengit kedua negara terus berlanjut di beberapa wilayah di Israel selatan.
Perang Israel vs Palestina ini terjadi setelah militan Gaza melakukan serangan dengan menembakkan ribuan roket pada Sasbtu, 7 Oktober 2023, pagi.
Mereka juga memasuki Israel melalui darat, laut dan udara menggunakan paralayang.
Israel yang tak tinggal diam, langsung berbalas menggempur Gaza dengan serangan udara.
Bahkan, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu secara resmi menyatakan perang terhadap Hamas pada Minggu, 8 Oktober 2023.
Akibat perang ini, jumlah korban tewas terus bertambah baik dari Palestina maupun Israel.
Baca: 250 Warga Israel Tewas Kena Serangan Hamas, Selebriti Gal Gadot Murka: Perempuan-Anak Anak Disandera
Terbaru, korban tewas mencapai 413 warga Palestina, menurut pejabat kesehatan, dan lebih dari 700 warga Israel, mengutip laporan Al Jazeera via Tribunnews.
Adapun operasi pasukan Hamas terjadi setelah meluasnya serangan pemukim Israel.
Selain itu juga meningkatnya ketegangan di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dan tingginya angka kematian warga Palestina.
Dilaporkan dari lokasi lain yakni dari sebuah festival musik di mana tim penyelamat Israel menyebut mereka menemukan 260 orang tewas, melansir CNN.
Bahkan berdasarkan sebuah laporan lain menunjukkan warga Israel disandera.
Hamas diyakini memiliki puluhan tawanan, termasuk anak-anak.
Sementara upaya penyelamatan para korban yang terluka juga terus dilakukan di Gaza.
Baca: Dini Janda Sukabumi yang Dibunuh Anak Anggota DPR Sudah 12 Tahun Tak Pulang, Tinggalkan 1 Anak
Akan tetapi Kementerian Kesehatan di Gaza, dan perawatan medis di lapangan mendapatkan kendala karena Israel memutus aliran listrik ke wilayah tersebut.
Diberitakan sebelumnya, PM Israel Benjamin Netanyahu benar-benar murka atas serangan Hamas yang mengakibatkan ratusan warga Israel tewas.
Israel bersumpah akan melakukan pembalasan yang besar terhadap Palestina.
Benjamin Netanyahu telah memanggil pasukan cadangan militer dan berjanji untuk melawan Hamas sampai akhir.
Dia mengatakan kepada warga Palestina di Gaza yang berada di bawah blokade darat, udara dan laut Israel untuk segera meninggalkan wilayah tersebut.
"Kami akan melakukan pembalasan besar atas hari kelam ini," kata pemimpin Israel itu dalam pidatonya yang disiarkan televisi.
"Kami akan membalas dendam untuk semua anak muda yang kehilangan nyawa mereka. Kami akan menargetkan semua posisi Hamas. Kami akan mengubah Gaza menjadi pulau terpencil. Kepada warga Gaza, saya ucapkan. Anda harus pergi sekarang. Kami akan menargetkan setiap sudut jalur tersebut."
(tribunnewswiki.com/tribunnews.com)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini