Binturong (Binturung)

Binturong adalah spesies terbesar dalam famili Viverridae, dengan berat 9 hingga 20 kg yang memiliki bulu panjang, kasar, dan hitam untuk menutupi tubuh mereka dan terkadang memiliki ujung berwarna abu-abu.


zoom-inlihat foto
TRIBUN-JABARGANI-KURNIAWANbayi-binturong.jpg
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Induk dua ekor bayi binturong menjaga anaknya yang bersembunyi di antara semak-semak pohon di kandang induk utama binturong di Bandung Zoo, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (12/7/2018). Anak Binturong yang lahir pada 4 Juni 2018 itu, menambah koleksi baru satwa di Bandung Zoo.

Binturong adalah spesies terbesar dalam famili Viverridae, dengan berat 9 hingga 20 kg yang memiliki bulu panjang, kasar, dan hitam untuk menutupi tubuh mereka dan terkadang memiliki ujung berwarna abu-abu.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Binturong dikenal juga dengan nama Binturung.

Binturong adalah satwa yang hidup di hutan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Meski tidak berhubungan, perpaduan rupa yang mirip beruang dan kucing, membuatnya dikenal sebagai bearcat atau ‘kucing beruang’.

Binturong memiliki nama ilimiah Arctictis binturong [Raffles, 1921].

Binturong adalah spesies terbesar dalam famili Viverridae, dengan berat 9 hingga 20 kg.

Musang ini mempunyai ekor besar panjang dan bertubuh besar.

Panjang tubuh Binturong 61 sampai 96 cm dengan panjang ekor yang hampir sama yaitu 56 sampai 89 cm.

Panjang kepala dan tubuh antara 60 – 95 cm, ditambah ekornya antara 50 – 90 cm.

Baca: Gajah Mina (Paus Baleen)

Baca: Megalodon

Ketika lahir, binturung memiliki berat rata-rata sekitar 142 gram dan matanya masih tertutup.

Ukuran tubuh Betina 20% lebih besar dari Binturong jantan.

Binturong mempunyai bulu panjang, kasar, dan hitam untuk menutupi tubuh mereka dan terkadang memiliki ujung berwarna abu-abu.

Binturong dapat dijumpai di beberapa wilayah Asia Tenggara

Binturong alias Binturung
Binturong alias Binturung (gembiralokazoo)

Binturong memakan buah, serangga, telur, ikan, burung, pucuk daun, dan dedaunan.

Hewan satu ini tercatat sebagai hewan yang rentan oleh IUCN karena penurunan populasinya yang lebih dari 30% selama tiga dekade terakhir (1)(2)(3)(4)

  • Ciri Fisik #


Binturong mempunyai ciri-ciri fisik unik.

Binturong memiliki bulu hitam panjang dan kasar, dan sebagian ujungnya beruban.

Memiliki berat 6 hingga 20 kilogram, panjang tubuh 90 sentimeter, ditambah ekor dengan panjang yang hampir sama.

Mamalia satu ini yang terbesar dari keluarga Viverridae [musang, linsang, dan lainnya].

Ekor kuat binturong melilit dahan pohon sebagai pengaman saat tidur yang juga berfungsi layaknya tangan yang dapat memegang dan membantunya memanjat pohon.

Jennings et al. [2009], menjelaskan satu-satunya karnivora lain dengan ekor yang dapat memegang adalah kinkajou [Potos flavus], mirip binturong dalam kebiasaan sampai batas tertentu.

Binturong menghabiskan sebagian besar waktunya dengan memanjat pohon dan tidur di dahan. Hewan ini mengeluarkan semacam bau pandan dari kelenjar di bawah pangkal ekornya. Bau ini digunakan untuk menandai wilayah kekuasaannya.

Binturung saat tidur di batang pohon. Hewan langka yang tinggal di Indonesia ini aroma tubuhnya seperti popcorn.
Binturung saat tidur di batang pohon. Hewan langka yang tinggal di Indonesia ini aroma tubuhnya seperti popcorn. (Unsplash)

Berdasarkan IUCN, binturong berstatus Rentan [Vulnerable]. Di Indonesia, termasuk satwa dilindungi berdasarkan P.106/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

Binturong termasuk hewan dengan perilaku random. Dalam sejumlah penelitian, meskipun sebagian besar waktunya dihabiskan di atas pohon [arboreal], ia juga sering turun ke tanah dalam waktu yang cukup lama [Ross, Hearn and Macdonald].

Hal ini diperkuat dengan ketidakmampuan binturong untuk melompat antara pohon, sehingga terpaksa turun untuk pindah [Zaw et al., 2008]. Binturong juga sering beraktivitas pada siang hari meskipun tergolong spesies nokturnal, terutama untuk menyelam, berenang, dan menangkap ikan [Nowak, 1991].

Dalam penelitian Cosson et al. [2007] pakan favorit binturong adalah buah dari keluarga ara [Ficus spp.], khususnya subspesies ara pencekik [Ficus annulata].

Jadi, binturong pun berperan sebagai penebar benih [Colon and Campos-Arceiz, 2013].(1)(2)

  • Reproduksi #


Masih sedikit peneliitan yang dilakukan untuk mengetahui sistem kawin dari spesies ini, tetapi sistem kawin dari binturung kemungkinan besar monogami.

Binturong alias binturung ini tIdak memiliki musim kawin karena spesies ini kawin sepanjang tahun, tetapi akan terjadi peningkatan jumlah kelahiran pada bulan Januari hingga Maret yang dapat disebabkan karena implantasi yang tertunda.

Binturung betina mencapai kematangan seksipada umur 30 bulan sementara pada binturung jantan pada umur 28 bulan. Hewan betina melahirkan 2 hingga 6 anak, setelah mengandung selama kurang lebih 91 hari.

Binturung yang baru lahir bersembunyi pada bulu induknya selama beberapa hari dan menyapih selama 6 hingga 8 minggu.

Pejantan tidak selalu mengasuh anaknya, tetapi terkadang mereka melakukannya hingga anakan bisa mandiri, sedangkan induk betina akan selalu mengasuh anaknya sampai bisa mandiri,.

Kadang melanjutkan hidup dalam satu kelompok bersama anaknya meskipun telah mandiri. 

Binturung betina memiliki pseudo-penis alias penis palsu, suatu organ khas yang langka ditemui. (3)

Baca: Grand Candi Hotel Semarang Adakan Paket The Dolphin Experience, Tamu Bisa Renang dengan Lumba-lumba

Baca: 5 Tips untuk Menjaga Hewan Peliharaan Agar Tetap Aman saat Banjir

  • Fakta Unik #


Satu di antara keunikan binturong adalah Binturong memiliki kemampuan unik untuk mengubah arah pergerakannya di udara saat melompat dari satu pohon ke pohon lainnya.

Hal ini memungkinkan mereka untuk bergerak dengan cepat dan lincah di antara cabang-cabang pohon di hutan mereka.

Binturong juga mempunyai bau khas yang berasal dari kelenjar khusus yang terletak di bawah ekornya, yang digunakan untuk menandai wilayah mereka dan menunjukkan status kekerabatan mereka kepada binturong lainnya.

Binturong dikenal sebagai satwa omnivora.

Binturong  alias Binturung ini memangsa ikan, burung dan mamalia kecil dan juga suk memakan buah, dedaunan dan tumbuhan yang mereka temukan di sepanjang ranting pepohonan.

Karena menyukai ikan dan buah-buahan maka Binturong disebut satwa omnivora.

Binturong memiliki asal-usul yang sama dengan luwak dan musang, yaitu family Viverridae.

Panjang kepala dan tubuh antara 60-95 cm, beratnya 6-14 kg bahkan sampai 20 kg.

Ekor binturong berukuran hampir sepanjang tubuhnya, ibarat tubuh kedua yang membantu mereka memanjat dan berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya.

Satwa berukuran sedang ini adalah satwa pemanjat yang ahli berkat ekor mereka yang kuat serta kaki dan cakarnya yang kokoh sehingga dapat mencengkeram permukaan cabang pohon dengan mudah.

Binturong alias Binturung
Binturong alias Binturung (ragunanzoo.jakarta.go.id/)

Dikenal sebagai satwa nokturnal yang lebih suka hidup menyendiri.

Binturong mempunyai peran penting di hutan.

Peran tersebut adalah menyebarkan benih ara yang dihasilkan oleh kotoran mereka saat mengkonsumsi buah ara, mengingat buah ara tidak dapat berkecambah tanpa bantuan dari luar.

Binturong memiliki kemampuan untuk menggulung kembali kuping mereka saat tidur, yang memungkinkan mereka untuk menutupi telinga mereka dan menjaga diri mereka tetap aman dan terlindung dari serangan binatang buas.

Tak sampai di situ, keunikan lain Binturong adalah mengeluarkan aroma atau bau seperti  popcorn  yang dipanaskan dengan mentega, aroma dari jantan lebih kuat dari pada betina.

Bau ini berasal dari air seni binturong yang tersebar di cabang dan daun pepohonan.

Binturong pun dikenal sebagai hewan yang berisik, mengeluarkan suara ketika senang dan mengganggu saat kesal.

(5)(6)

(TRIBUNNEWSWIKI/Kaa)



   


Sumber :


1. gembiralokazoo.com
2. www.mongabay.co.id
3. p2k.stekom.ac.id
4. ragunanzoo.jakarta.go.id
5. news.tamansafari.com
6. hutanitu.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved