TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto menghormati Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mengusulkan Sandiaga Uno sebagai bakal calon wakil presiden untuk mendampingi Ganjar Pranowo.
PDI-P, sebut dia, memahami sejauh mana kompetensi kepemimpinan yang dimiliki Sandiaga. Meski demikian, PDI-P masih perlu menelaah lebih dalam mengenai usulan tersebut.
"Ya tentu saja (digodok dulu). Dan kita juga tahu bagaimana kompetensi leadership dari Pak Sandi. Masing-masing cawapres memiliki suatu keunggulan untuk mendampingi Pak Ganjar," ungkap Hasto saat memberikan keterangan di di Rumah Aspirasi Relawan Ganjar Pranowo, Jakarta Pusat, Sabtu (17/6/2023).
"Tentu saja menghormati usulan dari PPP sama dengan partai lain di mana ada beberapa nama yang sudah masuk dan dibahas secara dinamis oleh Ibu Megawati," lanjutnya.
Untuk diketahui, setidaknya ada 10 nama bakal cawapres Ganjar yang disebut ada di kantong Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Beberapa nama yang sudah mencuat seperti Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
Baca: Baliho Prabowo & Gibran Bermunculan, Gibran Ditawari Masuk Tim Pemenangan Ganjar
Baca: Gus Ipul Sekjen PBNU Ungkap Deklarasi Anies-Cak Imin Buat Kecewa Para Kiai: Sejumlah Ulama NU Kaget
Selain itu, ada pula nama Menteri BUMN Erick Thohir, hingga imam besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.
Selain PPP, PDI-P sejauh ini sudah menjalin relasi politik dengan Hanura dan Perindo untuk mengusung Ganjar sebagai bakal capres. Setiap parpol pun diberi kesempatan untuk mengusung bakal cawapres mereka.
Hasto mengatakan, nantinya nama-nama bakal cawapres yang diusulkan akan dikonsultasikan dan dibahas bersama-sama, guna menentukan mana pasangan yang memiliki peluang memenangkan kontestasi yang lebih baik.
Selain itu, PDI-P pun mempertimbangkan aspek representasi dari para bakal cawapres Ganjar.
"Aspek representasi itu juga sangat penting terlebih misalnya dari bakal-bakal cawapres tersebut juga memiliki kompetensi yang bisa berpadu dengan kepemimpinan Pak Ganjar Pranowo," tutur Hasto.
Diberitakan sebelumnya, PPP telah resmi menunjuk Sandiaga Uno untuk menjadi bakal cawapres Ganjar Pranowo.
Keputusan itu disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) VI PPP di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Sabtu.
“Mengusulkan Bapak Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi calon presiden Ganjar Pranowo dalam Pemilu 2024,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Arwani Thomafi.
Ia mengungkapkan, dalam proses pengambilan keputusan para DPW sempat mengusulkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono juga maju sebagai bacawapres.
Namun, usulan itu ditolak oleh Mardiono yang ingin fokus memenangkan PPP pada kontestasi elektoral mendatang.
“Oleh karena itu beliau fokus sebagai panglima tertinggi memenangkan PPP dalam Pemilu 2024 nanti,” sebut dia.
Terakhir, Arwani menuturkan, forum tersebut mendorong Mardiono untuk bernegosiasi dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
“Mengamanatkan Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono memperjuangkan Bapak Sandiaga Uno menjadi cawapres kepada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk mendampingi Ganjar Pranowo sebagai capres 2024,” pungkas dia.
(TRIBUNNEWSWIKI/Kaa)
Artikel ini telah tayang di
Baca berita terkait di sini