TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aksi bakal calon presiden (bacapres) PDIP, Ganjar Pranowo yang muncul di tayangan adzan di TV RCTI membuat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) angkat bicara.
Munculnya Ganjar Pranowo di tayangan adzan di RCTI itu mendapat sorotan karena ia berstatus sebagai bacapres di pemilihan umum 2024.
Warganet bahkan terang-terangan menyebut eks Gubernur Jawa Tengah itu telah melakukan politik identitas melalui tayangan azan yang disiarkan televisi publik.
Itu disampaikan oleh seorang netizen di X (dulu Twitter) dengan nama akun @Yom_N_Friends, pada Kamis, 8 September 2023.
Akun X tersebut mengunggah sebuah video dan dua foto yang memperlihatkan Ganjar Pranowo sedang melakukan wudhu kemudian salat jamaah di sebuah masjid.
Dalam video viral tersebut, Ganjar tampak mengenakan baju koko berwarna putih, peci hitam, dan sarung bermotif garis.
"GP di Adzan Maghrib RCTI nih gaess..... Bukan politik identitas...??" tulis pengunggah, dikutip TribunnewsWiki pada Minggu, 10 September 2023.
Baca: Viral Lagi di X Video Syur Diduga Mirip Rebecca Klopper Durasi 4 & 11 Menit, Baju Biru Jadi Sorotan
Sontak, postingan yang menampilkan Ganjar muncul di iklan azan maghrib di TV milik Ketum Perindo, Hary Tanoesoedibjo itu menuai beragam komentar dari para warganet tanah air.
"Semena-mena mempergunakan frekwensi milik publik untuk kepentingan golongannya sendiri," balas akun @MDakhnan.
"Orang sholat dibilang politik identitas? Apa di situ belio berkampanye untuk memilih dlp pemilihan presiden mendatang?,apakh di vidio itu berkampanye untuk memilih dirinya?" tulis akun @narto30108narto.
"Bukan politik identitas, hanya ngasih informasi bahwa saya rajin sholat, dan rajin ibadah," timpal netizen lainnya.
"Bapak politik identitas," kata warganet lain.
"Rcti maghrib gak tayangin adzan. Kalo shubuh ada. Cmiw," ujar netizen.
"Baru tau sekarang RCTI ada adzan magrib, biasanya dulu diganti iklan pariwara obat batuk, obat sakit kepala dsb," tutur warganet.
Baca: Ada Messi-Garnacho, Ini Jadwal Argentina vs Ekuador dan Bolivia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Hingga Minggu, 10 September 2023, postingan tersebut telah tayang sebanyak 1,8 juta kali, dibagikan 1.568 kali, dan disukai 4.936 netizen.
Ketua Bawaslu Republik Indonesia Rahmat Bagja langsung buka suara atas tayangan azan yang menampilkan Ganjar Pranowo.
Rahmat Bagja menyampaikan bahwa Bawaslu tengah mengkaji unsur politik dalam tayangan azan tersebut.
"Kami sedang mengkajinya," kata Rahmat, Sabtu (9/9/2023), dikutip dari Kompas.com.
Akan tetapi, dia enggan menyatakan soal adakah kecenderungan kampanye yang dilakukan salah satu bacapres lewat tayangan tersebut.
Rahmat Bagja juga berjanji Bawaslu akan segera mengungkapkan hasil dari kajiannya ke publik.
"Minggu depan akan kami sampaikan hasilnya," ujar Rahmat.
Baca: Gol Free Kick Lionel Messi Penyelamat, Hasil Argentina vs Ekuador Piala Dunia: Tim Tango Menang 1-0
Terkait dengan mucnulnya bacapres di tayangan azan tersebut, Rahmat berharap hal ini menjadi perhatian bagi orang-orang yang terlibat dalam pemilu maupun lembaga penyiaran publik.
"Kami harapkan semua peserta pemilu dan lembaga penyiaran TV berhati-hati," lanjutnya.
PDIP Buka Suara
Sementara itu, Sekretariat Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengungkapkan tayangan azan yang menampilkan Ganjar Pranowo bukan sebagai politik identitas.
"Bukan (politik identitas). Pak Ganjar Pranowo ini sosok yang religius. Religiusitasnya tidak dibuat-buat. Istrinya, Bu Siti Atikoh juga dari kalangan pesantren," kata Hasto, Sabtu (9/9/2023).
Menurutnya, tayangan itu justru dapat menjadikan Ganjar sebagai teladan bagi sesama umat beragama Islam.
Hasto menekankan, Ganjar sudah sejak dulu menunjukkan sisi religiusnya, terutama sejak duduk di bangku kuliah.
Karena itu, tayangan azan yang menunjukkan Ganjar sedang shalat adalah sesuatu yang alamiah.
Baca: Chord Kunci Gitar Persija OT - Skarbu: Main Jangan Ragu, Jangan Bikin Malu
"(Sedangkan) kalau politik identitas itu kan politik yang tidak mencerdaskan kehidupan berbangsa dan politik yang miskin prestasi," pungkas Hasto.
Belum Masa Kampanye
Sebagai informasi, saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum membuka masa kampanye.
Berdasarkan tahapan pemilu 2024, pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden baru akan berlangsung pada 19 Oktober-25 November 2023.
Sementara masa kampanye berlangsung pada 28 November 2023-10 Februari 2024.
Meski begitu, wajah bacapres sudah sering kali muncul melalui poster, spanduk, ataupun baliho yang dipasang di tempat-tempat publik.
Kondisi ini menurut Bagja bukan ajang kampanye.
"Poster masih dalam tahap sosialisasi. Namun jika ada yang sudah mengajak, kami akan turunkan," tegasnya.
(tribunnewswiki.com/kompas.com)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini