TRIBUNNEWSWIKI.COM - Politisi PDI Perjuangan, Deddy Yevry Sitorus mengungkapkan dinamika penentuan bakal calon wakil presiden (cawapres) yang tengah digodok oleh internal partainya bersama Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Hal itupun sebagai satu upaya dalam mencari pasangan yang tepat untuk bakal calon presiden (capres) partai berlambang kepala banteng moncong putih itu, Ganjar Pranowo di pilpres 2024.
Menurut dia, penentuan cawapres oleh Megawati akan dilihat dari rekam jejak kandidat tersebut.
Sebab, ujian kesejarahan serta ujian ideologi yang hebat akan menguji ketangguhan calon tersebut untuk dipilih menjadi pendamping Ganjar Pranowo.
Dia menambahkan, ketangguhan seorang calon pemimpin itu sangat penting untuk modal memimpin Bangsa Indonesia yang penuh dengan tantangan ke depannya.
Baca: Ridwan Kamil Sebut Akan Ada Breaking News, Golkar: Tak Berkaitan dengan Cawapres
Baca: Cak Imin Ditolak Hadir di Acara MTQ Internasional, Muhaimin Iskandar: Saya Marah
"Kami melihat kebiasaan Bu Mega, pasti ada sesuatu yang merupakan ujian kesejarahan, ujian ideologi-lah, ujian yang sangat kuat terhadap calon presiden atau wakil presiden, di mana orang akan membuktikan bahwa dia memang orang yang tepat, berkorban, orang yang tanpa ambisi yang berlebihan. Itu pasti akan jadi pertimbangan," katanya, saat ditemui di Jakarta, Kamis (7/9).
Sekretaris Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres (TKRPP) 2024 PDI Perjuangan itupun mengulas peristiwa yang terjadi dengan Ganjar Pranowo, saat menolak Tim Nasional Israel bermain di Piala Dunia U-20 yang rencananya digelar di Indonesia.
Saat itu, menurut dia, mantan Gubernur Jateng itu menghadapi suatu ujian sejarah dan rela mengorbankan segalanya.
Bahkan, elektabilitasnya merosot dan dikecam banyak orang.
Namun, Ganjar dinilai berhasil menghadapi ujian sejarah itu, dan kini elektabilitasnya berhasil naik kembali.
"Apa yang terjadi pada Pak Ganjar ya adalah suatu ujian sejarah, yang dia kemudian mengorbankan segalanya, sampai harus elektabilitas jatuh sampai 8 persen, dia dimusuhi banyak orang. Sekarang kenyataannya benar rebound kembali, itulah yang kemudian menjadi salah satu pertimbangan Bu Mega," jelasnya.
Deddy menuturkan, soal rekam jejak bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo juga penting dan menjadi satu pertimbangan.
Apalagi, ia menyakini bahwa chemistry antara Ganjar dan calon pemdampingnya perlu dibangun, dan memiliki 'frekuensi' yang sama. Selain itu, daya dorong elektabilitas juga menjadi hal penting lain yang masuk dalam pertimbangan.
"Chemistri dengan Pak Ganjar jadi pertimbangan, daya dorong elektoralnya juga, pemikirannya bagaimana terlihat memang memunculkan sikap yang sangat nasionalis bisa melintasi suku etnis dan agama, tentu saya kira akan menjadi pertimbangan-pertimbangan," ungkap Deddy.
"Tidak ada faktor determinan yang tunggal, pasti merupakan kombinasi simultan dari faktor-faktor yang dipertimbangkan tadi," sambungnya.
Deddy mengungkapkan, saat ini ada sekitar tiga atau empat kandidat yang sedang serius dipertimbangkan untuk menjadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo.
"Ya ada tiga sampai empat calon yang sekarang sedang sangat serius didalami," ucapnya.
(TRIBUN JATENG/TRIBUNNEWSWIKI)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Megawati Pertimbangkan Orang Tanpa Ambisi Berlebih Jadi Pendamping Ganjar