Pantas Eks Danpaspampres Letjen Nono Sebut Kasus 3 TNI Bunuh Imam Masykur Janggal, Terkuak Sebabnya

Bekas Danpaspampres Letjen TNI Nono Sampono menyebut ada kejanggalan dalam kasus oknum 3 anggota TNI yang menculik dan membunuh warga Aceh Imam Maskur


zoom-inlihat foto
nono-sampono.jpg
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Letjen TNI Purnawirawan Nono Sampono pernah menjabat sebagai Wakil DPD RI periode 2017-2019.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres), Letjen TNI (Purn) Nono Sampono, menyebut ada kejanggalan dalam kasus oknum 3 anggota TNI yang menculik dan membunuh warga asal Aceh bernama Imam Masykur.

Imam Masykur ditemukan meninggal dunia setelah diculik dan dianiaya oleh oknum Paspampres Praka Riswandi Manik dan kawan-kawannya.

Pemuda asal Bireuen, Aceh, itu diculik oleh Riswandi Manik pada Sabtu, 12 Agustus 2023, di sebuah toko kosmetik di Rempoa, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Jenazah Imam Masykur ditemukan di sungai Cibogo, Karawang, Jawa Barat (Jabar), pada Jumat, 18 Agustus 2023.

Tiga pelaku yang merupakan anggota TNI telah diproses hukum.

Mereka adalah Praka RM, Praka HS, dan Praka J.

Kejanggalan muncul dari benak Letjen Nono karena korban dan para pelaku sama-sama berasal dari Aceh.

Praka RM atau Riswandi Manik, Praka J, dan Praka HS (dari kiri ke kanan), tiga anggota TNI tersangka penculik dan pembunuh warga Aceh, Imam Masykur.
Praka RM atau Riswandi Manik, Praka J, dan Praka HS (dari kiri ke kanan), tiga anggota TNI tersangka penculik dan pembunuh warga Aceh, Imam Masykur. (Dok. TNI)

Baca: Bukan Orang Sembarangan, Yuni Mauliza Pacar Imam Masykur Korban Paspampres Ternyata Caleg di Aceh

Menurut Nono, mereka setidaknya harus memilki empati sesama perantau dari Aceh.

"Pertanyaan besar adalah, korbannya dari Aceh, tiga pelaku dari Aceh, aneh kan?" kata Nono, dikutip dari YouTube Kompas TV.

"Harusnya dengan latar belakang kultural satu suku ada ikatan emosional," imbuh jenderal bintang tiga itu.

Nono yang juga pernah menjabat Gubernur Akademi Militer dan Danjen Akademi TNI, sangat memahami pendidikan yang dibekali kepada para calon anggota TNI sebelum bertugas.

Anggota TNI tidak hanya dididik secara fisik, tetapi juga secara karakter dan mental.

"Tentang pendidikan, pendidikan mereka mengalami pembekalan bukan hanya fisik tapi mengenai kepribadian, mental ideologi juga diberikan pelajaran," ujarnya.

Nono menegaskan, setiap anggota TNI diajarkan untuk pantang menyakiti hati rakyat apalagi fisiknya.

Baca: Alasan dan Motif Praka RM cs Culik-Bunuh Imam Masykur Warga Aceh: Peras Korban Jual Obat Terlarang

"Jadi dasar utama adalah sumpah prajurit, sapta marga dan delapan wajib TNI," ucap dia.

"Dalam delapan wajib TNI, wajib TNI itu menolong rakyat dalam kesulitan, tidak boleh menyakiti hati rakyat," tandasnya.

Sosok dan Biodata Letjen Nono Sampono

Nono Sampono, Purnawirawan Letjen TNI (Mar) adalah seorang prajurit kelahiran Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Nono Sampono lahir pada 1 Maret 1953.

Ia lahir dari keluarga yang pas-pasan pada saat itu.

Sejak kecil, Nono Sampono hidup bersama ayah angkat yang juga pamannya yaitu Idris Sampono.

Ayahnya berasal dari Madura, dan ibu kandungnya berdarah Maluku Sulawesi.

Baca: SOSOK Praka Riswandi Manik, Anggota Paspampres Bunuh Imam Masykur Warga Aceh, Terancam Hukuman Mati

Nono Sampono dan ibunya berpisah saat usia Nono masih tiga tahun.

Nono Sampono hidup bersama keluarga angkat dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan.

Namun, hal tersebut tidak membuat Nono Sampono surut akan semangat bekerja kerasnya.

Ayah Nono Sampono adalah seorang sopir dan bersekolah sampai kelas empat sekolah dasar.

Nono Sampono mencari tambahan penghasilan dengan menjual ikan di pasar dan menjual roti bubengka.

Tak hanya itu, Nono Sampono juga pernah menjadi kondektur angkutan kota untuk menopang pendapatan ayahnya.

Setelah lulus SMA, Nono Sampono berkuliah di Fakultas Teknik Universitas Pattimura.

Baca: KESEHARIAN Imam Masykur yang Dibunuh Praka RM Paspampres: Jual Kosmetik dan Obat-obatan di Tangerang

Kemudian, Nono Sampono memutuskan untuk berkuliah dan masuk ke Akademi Angkatan Laut pada tahun 1972.

Tahun 1976, Nono Sampono berhasil menyelesaikan sekolahnya di Akademi Angkatan Laut.

Kini, Nono Sampono dan istrinya, Norma Riana telah memiliki tiga orang anak yang bernama Agustini Moerdiana, Taufik Bagus Moerdianto, dan Sheila Destaria Moerdianti.

Setelah lulus dari Akademi Angkatan Laut, karier Nono Sampono dalam dunia militer terus menanjak.

Selain menjadi jenderal bintang tiga, Nono Sampono juga dipercaya memegang sejumlah jabatan penting seperti Komandan Paspampers, Gubernur Akademi Angkatan Laut dan Komandan Jenderal Akademi TNI.

Nono Sampono juga pernah menjadi anggota pasukan Danpaspampers di era presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri.

Tahun 2010, Nono Sampono dilantik sebagai Kepala Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas).

Kemudian tahun 2012, Nono Sampono bersama Alex Noerdin maju ke Pemilihan Umum Gubernur DKI Jakarta 2012 sebagai calon Wakil Gubernur Jakarta.

Namun, Nono Sampono gagal dalam pemilihan umum tersebut.

Setelah itu, Nono Sampono mendaftar sebagai calon gubernur Maluku periode 2013-2018 di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar.

Hingga akhirnya, Nono Sampono berhasil menjadi Wakil Ketua DPD RI periode 2017-2019.

Nono Sampono mendapatkan 40 suara sehingga dirinya gagal untuk menjadi Ketua DPD RI periode 2019-2024.

Pendidikan Militer

- Akademi Angkatan Laut (1976)

- Pendidikan Taifib

- Pendidikan PTAL

- Pendidikan Pasukan Khusus Anti Teror di Den 81/Gultor

- Kopassus

- Pendidikan Pasukan Khusus di Hawaii, Amerika Serikat

- Pendidikan Pasukan Khusus di Korea Selatan

Seskoad

Sesko ABRI angkatan XXII

Riwayat Jabatan

- Komandan Peleton MO-81 (1977-1978)

- Komandan Peleton 2 Ki F (1978-1979)

- Komandan Peleton Markas (1979)

- Ajudan Pangab Jenderal TNI LB Moerdani

- Komandan Denjaka (1988-1993)

- Komandan Yonif 4/Marinir (1993-1995)

- Wakil Danpaspampres (2000-2001)

- Komandan Paspampres (2001-2003)

- Gubernur Akademi Angkatan Laut (2003-2006)

- Inspektur Jenderal Mabes TNI AL (2006)

- Komandan Korps Marinir (2006-2007)

- Danjen Akademi TNI (2007-2011)

- Kabasarnas (2011-2011)

(tribunnewswiki.com/tribun network)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini





Penulis: Rakli Almughni
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Kamu Harus Mati

    Kamu Harus Mati adalah sebuah film misteri yang
  • Film - Orpa (2022)

    Orpa adalah sebuah film drama yang disutradarai oleh
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved