Mengenal Cak Imin, Cawapres yang Bakal Dampingi Anies Baswedan di Pemilu 2024 Hadapi Ganjar Pranowo

Bahkan keluarnya nama Cak Imin sebagai pendamping Anies Baswedan untuk maju pemilu 2024 gegerkan banyak pihak.


zoom-inlihat foto
DOK-Humas-DPR-RI-9-j.jpg
DOK. Humas DPR RI
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin/ Cak Imin)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sosok Cak Imin saat ini sedang menjadi perhatian masyarakat Indonesia.

Hal ini lantaran nama Cak Imin keluar sebagai calon wakil presiden atau cawapres Anies Baswedan.

Bahkan keluarnya nama Cak Imin sebagai pendamping Anies Baswedan untuk maju pemilu 2024 gegerkan banyak pihak.

Lantas siapa Cak Imin sebenarnya ?

Abdul Muhaimin iskandar adalah seorang politikus Nahdlatul Ulama yang merupakan keponakan dari KH Abdurrahman Wahid, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2019-2024.

Baca: Cak Imin Jadi Cawapres Anies Baswedan, Disebut Sebagai Wujud Pengkhianatan Nasdem dan Anies

Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. dikenal dengan sebutan Cak Imin, Gus Imin, atau Muhaimin Iskandar.

Muhaimin Iskandar merupakan seorang politikus yang pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Muhaimin Iskandar juga kembali menjadi Ketua Umum (Ketum) partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2019-2024 pada 21 Agustus 2019.

Abdul Muhaimin Iskandar
Abdul Muhaimin Iskandar (Istimewa)

Muhaimin Iskandar memiliki seorang istri bernama Rustini Murtadho pada 1995.

Pasangan tersebut dikaruiniai tiga orang anak yaitu Mega Safira, Rahma Arifa, dan Egalita Syahra.

Muhaimin Iskandar merupakan keponakan dari presiden Republik Indonesia ke-4 yaitu KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Daftar riwayat pendidikan Muhaimin Iskandar adalah sebagai berikut :

- SD Mamba'ul Maarif Denanyar, Jombang

- Madrasah Tsanawiyah Negeri denanyar, Jombang

- Madrasah Aliyah Negeri I Yogyakarta

- Fakultas Syariah IAIN Yogyakarta

- Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik (FISIP) UGM

- Magister Manajemen Komunikasi Universitas Indonesia

- Muhaimin Iskandar ketika masih muda aktif berorganisasi, satu diantaranya adalah menjadi Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Yogyakarta pada 1990-1997.

Perjalanan karier Muhaimin Iskandar adalah sebagai berikut :

- Ketua Korps Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial, Yogyakarta

- Ketua PMII Cabang Yogyakarta (1994-1997)

- Wakil Ketua KNPI Yogyakarta

- Kepala Divisi Penelitian Lembaga Pendapat Umum, Jakarta (1992-1994)

Baca: Merasa Dikhianati, Demokrat Copot Serentak Baliho Anies-AHY di Aceh, Sumut, hingga Kalsel

- Kepala Divisi Penelitian Lembaga Pendapat Umum, Jakarta (1992-1994)

- Kepala Litbang Tabloid Detik (1993)

- Sekretaris Lembaga Kajian Islam dan Sosial Yogyakarta (1989)

- Staf Pengajar Pondok Pesantren Denanyar Jombang (1980-1983)

- Sekretaris Jenderal DPP PKB (2000-2005)

- Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (1999-2004)

- Wakil Ketua DPR RI (1999-2004)

- Wakil Ketua DPR RI (2004-2009)

- Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014)

- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (2014-2019)

- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (2019-2024)

Sebelumnya telah diberitakan,Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengatakan, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh telah menunjuk Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) Anies Baswedan.

Ia mengungkapkan, keputusan itu diambil setelah Surya dan Cak Imin bertemu di Nasdem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Selasa (29/8/2023).

“Secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS,” ujar Riefky dalam keterangannya, Kamis (31/8/2023).

Ia mengatakan, Surya langsung memanggil Anies pada malam itu juga untuk menyampaikan keputusan tersebut.

Baca: Isu Duet Anies-Cak Imin, Tudingan Pengkhianatan Surya Paloh, & KPP yang Terancam Bubar

Baca: Terbuka Bahas Duet Ganjar Pranowo & Anies Baswedan, Nasdem: Berimajinasi Tidak Dilarang

Sehari setelahnya, Rabu (30/8/2023), Anies tak mengatakan informasi itu pada Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan bagian dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

“Melainkan terlebih dahulu mengutus Sudirman Said untuk menyampaikannya,” ucap dia.

Terakhir, Riefky menganggap bahwa tindakan tersebut adalah wujud pengkhianatan Nasdem dan Anies atas piagam pembentukan KPP.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya dalam video keterangan pers, Jumat (5/2/2021).
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya dalam video keterangan pers, Jumat (5/2/2021). (Dokumentasi/Partai Demokrat)

Padahal, dalam piagam itu disebutkan, ketiga parpol KPP memberikan mandat pada Anies untuk menentukan bacawapresnya sendiri.

Riefky mengklaim Anies sebenarnya sudah memilih Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pendampingnya pada Pilpres 2024 pada 14 Juni 2023.

“Juga pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh capres Anies Baswedan yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan,” imbuh dia.

 

(TRIBUNNEWSWIKI)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Sekawan Limo 2:

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih adalah sebuah film
  • Film - Orpa (2022)

    Orpa adalah sebuah film drama yang disutradarai oleh
  • Film - Eksil

    Eksil adalah sebuah film dokumenter karya Lola Amaria.
  • Film - Kamu Harus Mati

    Kamu Harus Mati adalah sebuah film misteri yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved