Bukan Orang Sembarangan, Yuni Mauliza Pacar Imam Masykur Korban Paspampres Ternyata Caleg di Aceh

Pacar Imam Masykur yang bernama Yuni Mauliza ternyata bukan orang sembarangan.


zoom-inlihat foto
Yuni-Mauliza-dan-Imam-Masykur.jpg
Kolase TribunnewsWiki/TikTok/IST
Yuni Mauliza dan Imam Masykur


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pacar Imam Masykur yang bernama Yuni Mauliza ternyata bukan orang sembarangan.

Yuni Mauliza rupanya merupakan seorang bakal calon legislatif asal Aceh.

Kasus tewasnya Imam Masykur yang diculik dan dibunuh oleh oknum anggota Paspampres bernama Praka Riswandi Manik masih menjadi perbincangan.

Sosok terdekat dari Imam Masykur pun tak luput dari sorotan, salah satunya adalah kekasih Imam, Yuni Mauliza.

Perempuan berusia 23 tahun tersebut ternyata adalah seorang caleg di Aceh.

Dikutip dari Tribun Sumsel, Kamis, 31 Agustus 2023, Yuni Mauliza tercatat sebagai kader Partai Demokrat.

Yuni Mauliza merupakan politisi muda yang berasal dari Partai Demokrat Kabupaten Bireuen, Aceh.

Yuni Mauliza dan pacarnya, Imam Masykur
Yuni Mauliza dan pacarnya, Imam Masykur (Kolase TribunnewsWiki/Istimewa)

Baca: KESEHARIAN Imam Masykur yang Dibunuh Praka RM Paspampres: Jual Kosmetik dan Obat-obatan di Tangerang

Pacar Imam Masykur tersebut terdaftar sebagai caleg daerah pemilihan (Dapil) 5 Bireuen.

Adapun Dapil tersebut meliputi meliputi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Jeunib, Kecataman Peudada, dan Kecamatan Peulimbang.

Yuni Mauliza sendiri saat masih mengenyam studi S-1 di Universitas Almuslim Bireuen.

Ia dan Imam Masykur juga sudah berencana untuk melangsungkan pernikahan.

Mereka sudah hampir melangsungkan prosesi lamaran terlebih dahulu.

Namun, takdir berkata lain.

Imam Masykur harus pergi dahulu meninggalkan Yuni Mauliza untuk selamanya.

Baca: Alasan dan Motif Praka RM cs Culik-Bunuh Imam Masykur Warga Aceh: Peras Korban Jual Obat Terlarang

Dalam akun TikToknya, @yunimauliza_, Yuni membagikan momen haru atas kepergian pacar tercintanya itu.

Wanita berhijab itu mengaku sangat terpukul lantaran tak dapat melanjutkan hubungannya dengan Imam Masykur yang tewas diduga dianiaya oleh oknum Paspampres.

"Kita hanya Dipertemukan tapi tidak dijodohkan Allahummafirlahu imam long #pembunuh #acehviral," tulisnya.

Tak hanya itu saja, Yuni Mauliza semakin terpukul lantaran sebelumnya Imam Masykur telah memiliki janji kepadanya.

Menurutnya, sang kekasih berjanji menemui orangtuanya untuk melamar saat pulang dari Jakarta dilansur dari akun Tiktok @yunimauliza_, Senin (28/8/2023).

Yuni mengungkap soal janji terakhir dari Imam Masykur pada dirinya.

Yuni menyebut bahwa Imam telah berjanji akan menemui keluarga sang kekasih untuk membawa hubungan mereka ke jenjang serius.

Baca: SOSOK Praka Riswandi Manik, Anggota Paspampres Bunuh Imam Masykur Warga Aceh, Terancam Hukuman Mati

Akan tetapi janji tersebut kini tak dapat ditepati karena kematian tragis Imam Masykur yang tewas diduga dianiaya oknum Paspampres.

"Semoga keadilan tetap berpihak padamu dengan seadil2nya hukum dinegara ini padahal rencana terakhirmu sungguh baik 'Tunggu aku pulang puasa ini untuk bertemu orang tuamu' tapi lain lagi rencana Tuhan kita tidak dijodohkan didunia ini kita hanya dipertemukan saja. Doa terbaik menyertaimu, kamu diperlakukan bagaikan nyawa tidak berharga sama sekali bagi mereka, dengan tanpa disadari jalan mu ke surga sudah ditunjukkan oleh mereka yang tidak layaknya disebut manusia," pungkas Yuni.

Meskipun merasa ikhlas, Yuni Mauliza dengan tangisnya masih tak menyangka jika Imam Masykur tewas dengan tragis.

Hingga hal tersebut membuat Yuni Mauliza memberikan salm terakhir kepada kekasihnya tersebut.

"Selamat jalan sayang, Surga menantimu Allah lebih menyayagimu kamu sudah tenang tidak ada lagi yang menyakitimu," ujarnya.

Selain itu Yuni Mauliza juga berharap agar kasus kematian Imam Masykur mendapatkan keadilan.

"Semoga keadilan dinegara ini berpihak pada kita," sambungnya.

Baca: Jadwal Siaran TV Indonesia vs Turkmenistan FIFA Matchday September 2023, Ini Daftar 24 Pemain Garuda

Tak berhenti disitu saja, Yuni Mauliza turut memberikan pesan haru perpisahannya dengan Imam Masykur.

Ia mengaku tak menyangka jika kekasihnya akan pergi dengan sangat cepat.

Namun Yuni Mauliza mengaku bahwa dirinya telah mengikhlaskan kepergian sang kekasih, Imam Masykur.

"Terima ga terima tetap harus ikhlas, pergi mu begitu cepat sayang. Tugasmu disini sudah selesai sayang, kamu sudah tenang, Allah lebih menyayagimu, sekarang kita pulang negara ini sungguh kejam untukmu syg," jelasnya.

Imam Masykur Diculik dan Dibunuh

Diberitakan sebelumnya, Imam Masykur ditemukan meninggal dunia setelah diculik dan dianiaya oleh Praka Riswandi Manik.

Imam Masykur diculik oleh Riswandi Manik pada Sabtu, 12 Agustus 2023, di sebuah toko kosmetik di Rempoa, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Jenazah Imam Masykur ditemukan di sungai Cibogo, Karawang, Jawa Barat (Jabar), pada Jumat, 18 Agustus 2023.

Dalam kasus ini, Praka Riswandi Manik tidak menjalankan aksinya sendirian.

Ia dibantu oleh dua oknum anggota TNI berinisial Praka J dan Praka HS, dan tiga warga sipil yang salah satunya adalah kakak ipar dari Praka RM.

Para oknum anggota TNI tersebut semuanya berasal dari Aceh.

Korban yang diculik pun ternyata tidak hanya Imam Masykur.

Ada satu orang lagi yang diculik oleh Praka RM cs, tetapi kemudian dilepas oleh mereka.

Motif utama Praka Riswandi dan kawan-kawannya menculik dan menyiksa Imam Masykur adalah demi mendapat keuntungan.

Ketiga prajurit TNI itu sudah mengetahui bahwa Imam Masykur menjual obat-obatan ilegal.

Karena tahu Imam Maskur menjual obat-obatan terlarang, mereka kemudian menculik dan memeras korban.

Praka RM, J, dan HS mengaku menjadi polisi sehingga bisa menculik dan memeras Imam.

"Dia sudah mengetahui kalau kelompok ini penjual obat-obatan itu, dan kalau dia diculik, diperas, dia cenderung tidak lapor dengan kepolisian," kata Danpomdam Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar.

"Jadi pura-pura jadi polisi bodong, tangkap, terus meminta sejumlah uang buat ditebus," imbuhnya.

Kolonel Irsyad menilai, penculikan dan penyiksaan terhadap korban itu kelewatan sehingga menyebabkan korban tewas.

"Namun pelaksanaannya mungkin kelewatan sehingga menyebabkan meninggal itu aja simpel," papar dia.

Jenazah Imam Masykur ditemukan warga di Sungai Citarum, tepatnya di Bendungan POJ Curug, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.

RSUD Karawang menerima jenazah dari Polres Karawang pada 15 Agustus 2023 dan kemudian diserahkan ke Polda Metro Jaya dan Pomdam Jaya pada 22 Agustus 2023.

(tribunnewswiki.com/tribun network)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini





Penulis: Rakli Almughni
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved