Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sedekah jariyah adalah sedekah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang bersedekah sudah meninggal dunia.
Sedekah jariyah adalah amalan atau tindakan umat muslim yang dikerjakan secara ikhlas.
Sedekah jariyah adalah salah satu amalan yang dianjurkan supayakelak dapat dijadikan sebagai bekal di akhirat kelak.
Bahkan satu di antara banyak keistimewaan dari amal jariyah yaitu pahalanya tidak akan putus, sekalipun telah meninggal dunia.
Pahala tersebut bersumber dari manfaat positif juga kebaikan yang dirinya tinggalkan kepada orang banyak selama hidup di dunia. (1)(2)
Dasar Hukum #
Dasar hukum sedekah jariyah kuat dalam Islam.
Dasar hukum yang dimaksud adalah hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah RA, beliau bersabda:
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya: “Apabila anak adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya darinya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah (sedekah yang pahalanya terus mengalir), ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang selalu mendoakannya.” (HR Muslim No. 1631).
Baca: Sedekah
Baca: Tak Boleh Sembarangan, Tanah Wakaf Dilarang Diperjualbelikan, Ini Hukumnya
Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan saat manusia meninggal dunia, maka semua amalannya akan terputus dan tidak ada lagi tambahan pahala baginya. (3)
Akan tetapi ada tiga hal yang menjadi pengecualian.
Tiga hal tersebut adalah :
1. Sedekah jariyah, yaitu sedekah yang manfaatnya terus berlanjut dan tidak terbatas oleh waktu.
2. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang diajarkan atau ditulis oleh seseorang dan dapat dimanfaatkan oleh orang lain untuk kebaikan.
3. Anak saleh yang mendoakannya, yaitu anak yang sholeh dan taat kepada Allah serta berbakti kepada kedua orang tuanya dan selalu mendoakan keduanya.
Bentuk-bentuk #
Sedekah jariyah mempunyai dampak yang luar biasa hebatnya.
Dampak tersebut berupa pahala yang tak henti-hentinya mengalir meski orang yang melakukannya sudah meninggal dunia. (4)
Lalu apa saja bentuk-bentuk sedekah jariyah?
Simak inilah beberapa bentuk sedekah jariyah:
Pembangunan Infrastruktur Kemanusiaan
Sedekah jariyah sebagai investasi berjangka panjang.
Sedekah jariyah bisa berbentuk suatu infrastruktur kemanusiaan.
Mulai dari pembangunan Masjid, sekolah, rumah sakit, sumur, jembatan, dan fasilitas umum lainnya yang memberikan manfaat pada orang banyak.
Ilmu Pengetahuan
Sedekah jariyah tidak melulu soal barang.
Sedekah Jariyah dapat berupa ilmu pengetahuan.
Caranya yaitu dengan mensponsori atau mendukung pendidikan dan penyebaran ilmu pengetahuan.
Bisa dalam pendirian perpustakaan, pemberian beasiswa, atau penyebaran buku tulis, Qur’an, dsb.
Pertanian
Menanam pohon dan berinvestasi dalam sektor pertanian juga dapat menjadi salah satu bentuk sedekah jariyah.
Hal ini lantaran menanam pohon dan bertani bisa memberikan manfaat ekologi dan ekonomi yang panjang bagi masyarakat di sekitarnya.
Program Sosial
Ada juga sedekah jariyah yang berbentuk program sosial. Bentuk ini biasanya muncul dari suatu kondisi sosial ekonomi masyarakat seperti kelaparan, kekeringan, hingga kemiskinan.
Contoh #
Sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah menjelaskan tentang contoh sedekah jariyah seperti (2):
“Sesungguhnya di antara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya wafat ialah ilmu yang disebarluaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibina, rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan, sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya," (HR. Ibnu Majah).
Berikut ini penjelasan tentang contoh-contoh sedekah jariyah, sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas:
1. Mendirikan Masjid
Contoh sedekah jariyah yang pertama adalah mendirikan atau membangun masjid.
Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam sekaligus "rumah" Allah SWT.
Membangun masjid di kala hidup menjadi sebuah amal yang sangat baik dan pahalanya tidak terputus sampai meninggal.
Hal ini dikarenakan ketika masjid dibangun, akan banyak warga atau umat Islam yang beribadah dan merasakan manfaat atau kebaikan dari masjid tersebut.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, artinya:
“Barang siapa yang membangunkan sebuah masjid kerana Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga,” (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Menyebarkan Ilmu yang Bermanfaat
Contoh sedekah jariyah yang selanjutnya adalah menyebarkan ilmu yang bermanfaat.
Ilmu adalah sebuah hal yang berguna untuk kehidupan, baik di dunia maupun akhirat.
Arti dari ilmu yang bermanfaat di sini adalah hal-hal seputar edukasi yang tidak bertentangan dengan syariat Islam.
3. Membangun Rumah untuk Orang yang Membutuhkan
Contoh sedekah jariyah selanjutnya adalah membangun rumah untuk musafir atau orang-orang yang membutuhkan.
Selain untuk musafir, membangun panti asuhan juga bisa menjadi sebuah sedekah jariyah.
Hal ini tertuang dalam Alquran, yang artinya:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim,” (Q.S. An Nisa 4:36).
4. Selalu Bersedekah saat Sehat
Contoh sedekah jariyah yang selanjutnya adalah mengeluarkan sebagian harta untuk kebaikan, di kala hidup atau sehat.
Harta yang disedekahkan tersebut bisa membawa banyak manfaat, misalnya membantu orang-orang yang kelaparan dan lain sebagainya.
Dalam Alquran dituliskan bahwa pahala orang bersedekah bisa mencapai 700 kali lipat.
5. Mewariskan Alquran
Sedekah jariyah juga bisa dirasakan dari pewarisan Alquran yang dilakukan oleh orang tua kepada anak atau dari guru kepada murid.
Ketika seseorang mewariskan atau mewakafkan Alquran, maka ada orang lain yang membaca dan mendapat manfaatnya.
Dengan demikian, selama itu juga pahala akan tetap mengalir untuk seseorang yang memberikan Alquran tersebut.
6. Anak yang Saleh
Anak yang saleh pasti patuh teradap ajaran Islam, sebagaimana Rasul SAW contohkan.
Dengan demikian, anak yang saleh tentu akan memanjatkan doa dan memohon ampunan Allah SWT, baik untuk dirinya, keluarganya, maupun orang-orang yang dicintainya.
7. Sungai yang Dialirkan
Amal jariyah juga termasuk membuat sungai atau selokan mengalir dengan lancar.
Artinya, harus menjaga kebersihan sungai atau selokan agar tidak mampet dan mudah banjir.
Dengan tidak membuang sampah ke selokan atau sungai, tentu saja turut menjaga ekosistem dan kehidupan di sekitarnya.
Keutamaan #
Inilah beberapa keutamaan dari sedekah jariyah (5):
1. Dinaungi pada Hari Kiamat
Pada hadits riwayat Al-Tabrani, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda
“Sesungguhnya sedekah itu benar-benar dapat memadamkan panasnya siksa kubur bagi pelakunya, sesungguhnya orang mukmin kelak di hari kiamat hanyalah bernaung di bawah naungan sedekahnya”
Dari kutipan hadits itu tentunya menjadi kabar gembira untuk umat muslim.
Lewat sedekah yang dilakukan di dunia, amalan tersebut akan menaungi dan menemani kelak di hari kiamat.
Baca: Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2023 Dilaksanakan? Berikut Jadwal, Niat dan Keutamaannya
2. Keringanan Siksa Kubur
Bagaikan kabar gembira lainnya sedekah mempunyai keutamaan yang bisa meringankan siksa kubur.
Keterangan ini berdasarkan dari hadits riwayat Thabrani yang menyatakan:
“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur”.
Dengan banyak bersedekah akan membantu kelak di alam kubur.
Amalan dari sedekah tersebut akan memadamkan api siksaan kubur.
3. Dilipatkan Pahala
Pada Surah Al Hadid ayat 18, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (ganjarannya) kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang banyak.”
Dalam firman-Nya menunjukkan Allah telah berjanji bahwa akan melipatgandakan pahala pada setiap sedekah yang diberikan.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pinjaman yang baik adalah pinjaman kepada Allah.
Karena Allah Maha Kaya maka Allah akan mengembalikan pinjaman tersebut dengan jumlah yang sudah dilipatgandakan.
Kabar gembira lagi, Allah tidak memandang status setiap akan memberikan rahmatNya pada hamba yang sedang beramal.
Asal mereka ikhlas dan memiliki niat yang lurus hanya kepada Allah, Allah akan membalasnya dengan rahmat yang besar dan penuh keridhaan.
4. Dihapuskan Dosa
Seorang manusia dimana tidak luput dari dosa, namun takut masuk neraka karena banyaknya dosa pasti menginginkan sebuah amalan yang bisa menghapus dosa itu tadi.
Tetapi lagi-lagi Allah dengan Maha Kasih Sayang-Nya memberikan kesempatan pada hambaNya yang ingin bertaubat. Terlihat dari janji Allah pada sebuah hadits riwayat Tirmidzi yang berbunyi
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.”
Tentu dengan hadits ini bagaikan angin sejuk bagi umat muslim, Allah memberikan kesempatanNya kepada hambaNya untuk menghapus dosa mereka dengan bersedekah.
Allah Sang Maha Pengampun akan mengampuni sebanyak apapun dosa kita, jika kita mau bersedekah dengan ikhlas dan niat yang lurus.
5. Dapat Jaminan Surga
Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah bersabda:
“Orang yang memberikan dan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: ‘Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan’. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”
Hanya dari kelima keutamaan sedekah tentu umat Islam bisa melihat bagaimana Allah menjanjikan banyak hal untuk hambaNya yang ingin bersedekah.
Ini baru lima jika mencari lagi mungkin bisa menemukan keutamaan lain yang lagi-lagi yang bisa membuat kagum pada keutamaan sedekah.
(TRIBUNNEWSWIKI/Kaa)
Sumber :
1. www.dompetdhuafa.org
2. www.orami.co.id
3. an-nur.ac.id
4. www.bwi.go.id
5. bmh.or.id