AHY Sudah Tahu Sosok Cawapres Pendamping Anies, Tolak Bocorkan: Tanya ke Pak Anies

Agus Harimurti Yudhoyono mengaku sudah mengetahui nama bacawapres Anies Baswedan.


zoom-inlihat foto
8892-hsu-KOMPASCOMAFDHALUL-IKHSAN.jpg
KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kegiatannya di Bogor, Jawa Barat, Senin (10/4/2023).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengklaim sudah  mengetahui nama kandidat calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres).

Meski demikian, AHY menolak untuk membocorkan nama pendamping Anies itu. Dia juga meminta awak media untuk menanyakan sendiri kepada yang bersangkutan,

"Sudah tahu," kata AHY saat ditemui di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jakarta, Minggu malam, (27/8/2023).

"Tanyakan ke Pak Anies."

Ia pun meminta semua pihak untuk sabar menunggu Anies mengumumkan sosok bakal cawapresnya secara resmi. 

AHY mengimbau semua pihak untuk menunggu Anies mengumumkan pendampingnya secara resmi. Di samping itu, dia ingin Anies segera mengumumkannya.

 "Ya tentu lebih cepat lebih bagus," katanya. "Bisa hari ini, bisa besok, bisa lusa. Mudah-mudahan waktunya yang terbaik."

Baca: Hasil Survei Capres 2024 Terbaru, Elektabilitas Prabowo Kalahkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Baca: PDIP Impikan Duet Ganjar & Anies, Pengamat Anggap Ideal, Nasdem Sambut Baik, PKS & Demokrat Menolak

Sementara itu, Sudirman Said yang menjadi anggota Tim 8 mengklaim Anies juga memilih nama bakal cawapresnya. Dia mengatakan kini tinggal menunggu keputusan KPP tentang waktu pengumumannya,

"Nama itu sudah di kantong Pak Anies. Artinya Pak Anies pada dasarnya sudah memutuskan siapa nama itu," kata Sudirman saat persiapan Jambore Kebangsaan Relawan Anies Baswedan di Padepokan Kalisoga Slatri, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu, (12/8/2023), dikutip dari Kompas.com.

Kata Sudirman, nama kandidat pendamping Anies itu sengaja belum diungkap.

"Tapi atas nama etik dan juga keseimbangan pada semuanya maka nama itu disimpan. Kemudian atas dasar mandat itu, Pak Anies mengkomunikasikan keputusan pilihannya itu kepada partai-partai. Partai Demokrat, PKS, dan Nasdem."

Pernyataan AHY dan Sudirman itu berkebalikan dengan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali menyebut bahwa pendamping Anies belum ada. Ali menilai pengumuman itu belum mendesak.

Baca: Terbuka Bahas Duet Ganjar Pranowo & Anies Baswedan, Nasdem: Berimajinasi Tidak Dilarang

Waktu pengumuman

Nasdem dan PKS sepakat bahwa pengumuman nama pendamping Anies sepenuhnya berada di tangan Anies. Meski demkian, partai-partai pendukung Anies yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) memiliki perbedaan pendapat tentang cepat atau lambatnya pengumuman itu.

Ketua DPP Nasdem Effendi Choirie atau Gus Choi menyebut pihaknya tidak ambil pusing tentang sosok yang kelak menjadi pendamping Anies. 

"Bagi Nasdem tidak ada masalah kapan saja diumumkan. Dengan siapa saja terserah," ujar Gus Choi hari Minggu, (27/8/2023).

Dia menyampaikan bahwa pengumuman bakal cawapres Anies tinggal menunggu memontum yang tepat.

"Karena pastilah ketika mengumumkan dalam situasi yang tepat. Sudah pasti tepat, sudah dihitung mana yang tepat," kata dia.

"Adapun soal teknis kapan diumumkan dan siap yang dijadikan itu nggak ada soal. Itu soal teknis. Itu kalau ada perbedaan tidak ada masalah."

Baca: Koalisi Prabowo Makin Besar, Koalisi Ganjar Rapuh, Koalisi Anies Malah Terancam Bubar

Sementara itu, menurut Ketua DPP PKS Mardani Ari Sera, cepat atau lambatnya pengumuman bacapres bukanlah masalah.

Mardani menyebut ada perbedaan pendapat antara PKS-Demokrat dan Nasdem. Namun, dia menilai perbedaan itu tak perlu dipertajam.

Dia mengklaim PKS bersama Demokrat sebenarnya ingin pengumuman itu disampaikan 6 bulan sebelum pemungutan suara dilakukan. Akan tetapi, Nasdem harus menyiapkan sejumlah acara hingga ke tahap pemilihan berlangsung.

Bertemu dengan pimpinan parpol KPP

Beberapa hari ini Anies menemui pimpinan parpol KPP yang mengusungnya.

Pada hari Kamis, (24/8/2023), Anies menemui Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan sehari kemudian dia mengunjungi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY.

Kemudian, pada hari Sabtu, (26/8/2023), Anies menyambangi Salim Segaf Al-Jufri di Pejaten, Jakarta Selatan. Selepas bertemu dengan Salim, Anies mengatakan hasil pertemuan itu ialah penegasan arah perjuangan dan strategi yang sama untuk menghadapi Pilpres 2024.

"Menegaskan bahwa arah kita sama, strategi kita sama," kata Anies.

"Kemudian juga bagaimana kita mulai membagi tugas, tanggung jawab, supaya rencana perjalanan ke depan bisa diemban dengan baik. Jadi kebersamaan itulah yang jadi topik utamanya."

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Pilpres 2024 di sini.

 





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Pesta Babi (2026)

    Pesta Babi adalah sebuah film dokumenter Indonesia karya
  • Film - Sekawan Limo 2:

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih adalah sebuah film
  • Film - Orpa (2022)

    Orpa adalah sebuah film drama yang disutradarai oleh
  • Film - Eksil

    Eksil adalah sebuah film dokumenter karya Lola Amaria.
  • Film - Kamu Harus Mati

    Kamu Harus Mati adalah sebuah film misteri yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved