Budiman Sudjatmiko Tak Dukung Ganjar dan Pilih Prabowo: Indonesia Butuh Kepemimpinan yang Strategik

Budiman Sudjatmiko Sebut Prabowo Lebih Unggul dari Ganjar: Indonesia Butuh Kepemimpinan yang Strategik


zoom-inlihat foto
IstKolase-Tribun-Jambi.jpg
Ist/Kolase Tribun Jambi
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mendapatkan kunjungan dari politikus PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Budiman Sudjatmiko mengakui bahwa dirinya tak mendukung bakal capres yang diusung PDI-P, Ganjar Pranowo.

Menurutnya, sosok Prabowo lebih unggul dari Gubernur Jawa Tengah tersebut.

"Indonesia butuh kepemimpinan yang strategik. Pak Ganjar baik, bukan buruk ya. Tapi Indonesia butuh kepemimpinan yang strategik untuk hari ini," kata Budiman Sudjatmiko, dilansir Kompas.

Menurutnya, ke depan Indonesia butuh pemimpin yang bisa melihat keadaan global seperti kondisi ekonomi, teknologi, perang dan masalah-masalah lainnya. Budiman Sudjatmiko juga mengatakan, RI mestinya dipimpin oleh sosok yang punya visi misi jangka panjang.

Menyadari pilihannya bersebrangan dengan PDI-P, Budiman mengaku siap disanksi partai banteng. Budiman mengaku akan bertanggungjawab dengan pilihannya itu.

"PDI Perjuangan punya aturan kalau saya kena sanksi itu sepenuhnya tanggung jawab saya," kata dia.

Baca: Guncang Dunia Politik, Budiman Sudjatmiko Rela Dipecat PDI-P Demi Dukung Prabowo Jadi Capres

Meski dukungannya buat Prabowo telah disampaikan secara terbuka, Budiman meminta agar publik tidak berandai-andai, Dia menegaskan bahwa sampai saat ini masih menjadi anggota PDI-P.

Pernyataan Budiman itu pun diamini oleh PDI-P. Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat menegaskan bahwa Budiman hingga kini masih berstatus kader PDI-P.

"Dia masih kader. Ya, masih kader. Dan kemarin juga ditanya, masih tetap merah. Kan gitu. Masih PDI Perjuangan," kata Djarot ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (18/8/2023).

Temui Prabowo - Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko menyambangi Ketum Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya di Rumah Kertanegara No 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023) malam.
Temui Prabowo - Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko menyambangi Ketum Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya di Rumah Kertanegara No 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023) malam. (Tribunnews.com)

Djarot pun menilai, tak perlu ada pemanggilan yang kedua kalinya oleh PDI-P terhadap Budiman, sekalipun aktivis 1998 itu terang-terangan mendeklarasikan dukungan buat Prabowo.

"Enggak perlu (dipanggil lagi), saya pikir. Kemarin sudah dipanggil kan," ujarnya.

Meski demikian, Djarot tak bisa memastikan apakah ke depan Budiman masih akan tetap bertahan di bawah naungan PDI-P.

"Ya, kita lihat aja nanti," kata dia.

Berawal dari puja-puji

Keakraban Budiman dan Prabowo berawal dari pertemuan keduanya pada pertengahan Juli lalu. Budiman mengunjungi Prabowo di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (19/7/2023) malam.

Pertemuan kedua tokoh berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Usai pertemuan, Budiman mengaku memiliki kecocokan dengan Prabowo.

Ia bahkan menganggap mantan Panglima Komando Cadangan Strategis (Pangkostrad) itu sebagai sosok pemimpin yang bisa membawa Indonesia lepas dari krisis global.

Baca: SOSOK Budiman Sudjatmiko, Rela Dipecat PDI Demi Dukung Prabowo, Padahal Dulu Jubir Jokowi-Maruf

“Saya mengapresiasi dan merasa bahwa Pak Prabowo itu mewakili satu cara pandang kepemimpinan politik yang cocok dengan saya,” kata Budiman.

“Dalam pengertian, suatu bangsa ingin bangkit di tengah turbulensi karena krisis global,” ujar aktivis Reformasi itu.

Budiman pun menilai, dibutuhkan kerja sama antara figur yang berlatar belakang militer dan intelijen dengan sosok yang punya rekam jejak sebagai aktivis untuk menghadap situasi ini.

“Kedua orang itu biasanya mampu berbicara hal-hal strategis secara komprehensif,” katanya.

Budiman meyakini Prabowo sebagai sosok yang bisa menyatukan kelompok nasionalis. Keyakinan itu diklaim sebagai alasan yang membuat Budiman menemui Menteri Pertahanan tersebut.

“Kita berbicara soal harus ada persatuan kaum nasionalis, harus ada persatuan kaum nasionalis, itu saja. Jangan berkelahi begitu loh,” katanya.

Tak disanksi

Meski mesra dengan Prabowo, Budiman membantah dirinya membelot dari PDI-P dan merapat ke Gerindra.

Kala itu, Budiman mengaku, kedatangannya ke kediaman Prabowo sebagai individu, bukan mewakili partai politik. Oleh karenanya, Budiman tak takut manuvernya ini berbuntut pada pemanggilan dirinya oleh PDI-P.

"Malah justru bagus toh, ada komunikasi. Jangan-jangan selama ini enggak bisa dipanggil, justru bisa ketemu," ujar Budiman.

Meski beberapa hari setelah pertemuan itu Budiman dipanggil untuk menghadap elite PDI-P, pada akhirnya, tak ada sanksi yang dijatuhkan. Ketua DPP PDI-P Bidang Kehormatan Partai Komarudin Watubun mengatakan, pihaknya hanya memberi peringatan kepada Budiman.

Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Tribunnews)

"Tidak (ada sanksi), hanya memberi warning untuk kembali ke garis organisasi," ujar Komarudin dalam keterangannya, Jumat (28/7/2023).

Saat itu, kepada Komarudin, Budiman mengklarifikasi bahwa kedatangannya ke rumah Prabowo bukan dalam rangka menyampaikan dukungan untuk Pilpres 2024. Budiman mengaku berniat melakukan konsolidasi terhadap dua sosok capres, yakni Prabowo dari Gerindra dan Ganjar Pranowo dari PDI-P.

Sebab, Budiman melihat sosok Ganjar sebagai tokoh yang mewakili capres dari generasi reformasi. Sementara, Prabowo dinilai sebagai sosok capres dari generasi Orde Baru.

Meski begitu, kepada Komarudin, Budiman mengaku tidak mendukung Prabowo sebagai capres 2024.

"Tadi saya panggil Beliau, Beliau menjelaskan ya niatnya dia bukan untuk dukung Pak Prabowo, sebenarnya dia ingin supaya ada konsolidasi calon yang dianggap sebagai calon reformasi, katakanlah begitu," tutur dia.

Deklarasikan relawan

Namun, sebulan setelah pertemuan itu, Budiman dan Prabowo justru mendeklarasikan relawan bernama Prabowo-Budiman Bersatu atau Prabu. Organisasi Relawan itu diumumkan di Marina Convention Center, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8/2023).

Deklarasi relawan tersebut dihadiri langsung oleh kedua tokoh. Dalam momen itu, Budiman dan Prabowo menandatangani kesepakatan bersama sebagai simbol diresmikannya relawan Prabu di Kota Semarang.

Budiman mengaku, pada era pra-Reformasi, dirinya dan Prabowo berada di poros berbeda. Saat itu, Budiman merupakan seorang aktivis, sedangkan Prabowo masih menjadi prajurit TNI.

Namun, kata Budiman, setelah membaca buku Paradoks Indonesia yang ditulis Prabowo, pandangannya berubah. Menurutnya, Prabowo punya semangat yang sama dengan para aktivis.

Oleh karenanya, Budiman menyatakan dirinya berani mengambil resiko untuk mendukung Prabowo menjadi presiden. Budiman pun percaya Prabowo mampu melanjutkan tongkat kepemimpinan Indonesia.
"Tolong Pak Prabowo majukan kesejahteraan umum dengan mengembangkan koperasi, desa dan jaminan sosial untuk rakyat Indonesia," kata dia.

(TRIBUNNEWSWIKI)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Sekawan Limo 2:

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih adalah sebuah film
  • Film - Orpa (2022)

    Orpa adalah sebuah film drama yang disutradarai oleh
  • Film - Eksil

    Eksil adalah sebuah film dokumenter karya Lola Amaria.
  • Film - Kamu Harus Mati

    Kamu Harus Mati adalah sebuah film misteri yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved