TRIBUNNEWSWIKI.COM - Biro Kerjasama dan Urusan Nasional (BKUI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Mitra DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) menggelar Workshop Industri dan Dunia Kerja Bersama Mitra DUDI, di Gedung Auditorium Mohammad Djazman UMS, Senin (14/8/2023).
Kepala BKUI UMS, Andy Dwi Bayu Bawono mengatakan, kegiatan yang mengundang segenap Kepala Program Studi (Kaprodi) dan yang mewakili ini, bertujuan untuk menyamakan persepsi terhadap kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan oleh Perusahaan.
“Harapannya adalah, para kaprodi dan dekan dapat merevisi kurikulum agar dapat menyesuaikan kebutuhan pasar yang sesuai dengan standar insdustri saat ini,” ujar Andi.
Dia juga menuturkan, bahwa mitra DUDI akan turut diundang untuk menjadi dosen praktisi di UMS.
Koko Tjatur Rachmadi Direktur Utama PT. KB Bank Bukopin Syariah, yang juga turut menjadi narasumber menyebutkan, UMS sudah menjadi mitra lama Bank Bukopin Syariah, dengan adanya beberapa program kerjasama yang dikhususkan untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).
Baca: Coach Edwin Bekali Mahasiswa WMK UMS 2023, Bongkar Rahasia Sukses Wirusaha dengan Business Model
Baca: Happy Asmara Mendadak Pamit dari Medsos, Ada Apa? Eks Kekasih Denny Caknan Ini Hapus Tiktok dan IG
Selain Direktur Utama KB Bukopin Syariah, kegiatan ini juga diisi empat narasumber lain, yakni : Ghery Akbar selaku VP-Head of People Development and Culture Engagement PT. Indosat Ooredoo Hutchison, Ika Yunita Kartikasari, Human Capital Development Manager PT. Indofood, Abdul Nasir sebagai Head Human Capital PT. Pamapersada, dan Daud Abadi sebagai Deputy Director External Relation Farma and Food PT. Konimex.
Abdul Nasir selaku Head Human Capital PT. Pamapersada Nusantara mengungkapkan Universitas harus mempersiapkan dan melakukan pengarahan sejak dini kepada Mahasiswanya mengenai dunia kerja.
Selain itu, kata Abdul Nashir menambahkan, beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh mahasiswa pada saat studi, yakni dengan mengasah hard skill dan soft skill, self assessment, bangun relasi dan image professional, serta wawasan karir.
“Mahasiswa itu dari awal semester seharusnya sudah diarahkan, jangan sampai di semester 7 atau delapan mereka malah bingung mau kerja apa dan dimana,” tandasnya.