Profil Alfatea Peraih IPK 3,96 dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Alfatea tercatat menjuarai berbagai lomba, di antaranya 3rd Best Oral Presentation Award Brawijaya Medical Conference 2023


zoom-inlihat foto
Alfatea-Peraih-567.jpg
DOK. UB
Alfatea Peraih IPK 3,96 dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mahasiswi Kedokteran Alfatea Pintari Rahmi turut menarik perhatian banyak orang setelah meraih IPK 3,96 dalam wisuda Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Sabtu (15/7/2023).

Mahasiswi yang akrab disapa Tea tersebut berhasil lulus dengan gelar Summa Cumlaude.

Lantas bagaimana cara Alfatea bisa meraih IPK 3,96?

Ia mengatakan, selain terus belajar, ia suka mengembangkan diri.

Alfatea mengaku senang mengikuti organisasi dan berbagai perlombaan.

Mengutip dari Kompas.com, Alfatea telah menjuarai berbagai lomba, di antaranya 3rd Best Oral Presentation Award Brawijaya Medical Conference 2023.

Baca: Jawaban Anas Urbaningrum Saat Ditagih Gantung Diri di Monas: Saya Tidak Melakukan yang Dituduhkan

Selain itu ia juga pernah menjadi Juara 1 Poster Edukasi Kesehatan Ramadhan Forsis RSSA 2023, Juara 3 Poster Publik METRIC CIMSA UI 2022, serta menjadi finalis pada Olimpiade World Lupus Day Indonesia 2023, dan berbagai perlombaan lainnya.

Ia juga berkesempatan menjadi bagian dari Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter (HMPD) sebagai staf ahli bidang Penalaran Akademik dan Keilmuan, serta menjadi tentor study club di FK.

“Dengan mengikuti organisasi dan perlombaan, saya bertemu banyak teman satu perjuangan yang penuh semangat dan guru-guru yang hebat."

"Saya belajar banyak tentang menang kalah dan berhasil gagal, serta mendapat berbagai kesempatan untuk menggali potensi dan meningkatkan kepercayaan diri,” ungkap mahasiswi asli Pangkalpinang ini.

Baca: Cara Daftar Beasiswa S1 Kedokteran di UMS 2023: Gratis Sampai Lulus, Berikut Syarat dan Ketentuannya

Setelah dinyatakan lulus, Alfatea akan melanjutkan pendidikan profesi dokter di RSSA.

Ke depannya, ia bercita-cita menjadi dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi.

“Saya tertarik dengan ilmu obgynsos atau fertilitas dan endokrinologi reproduksi, karena kebutuhan dokter obgyn di Indonesia masih salah satu yang terbesar dan saya juga berencana ingin kembali ke daerah,” tandasnya.

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved