TRIBUNNEWSWIKI.COM - Proses evakuasi pesawat SAM Air PK-SMW yang jatuh di Papua terkendala cuaca ekstrem serta medan yang terjal.
Titik jatuhnya pesawat yang membawa 4 penumpang dan 2 kru berada di Kampung Mabualem Distrik Welarek, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Komandan Lanud Silas Papare, Marsma Muhammad Dadan Gunawan menyatakan proses evakuasi akan berjalan sulit karena kondisi medan cukup berat dan cuaca begitu ekstrem.
Danlanud mengatakan tim yang terdiri dari Basarnas Jayapura dan Kopasgat akan berangkat dari Wamena menggunakan helikopter Caracal HT-7201, Sabtu (24/6/2023).
Dengan jumlah lima personil Pasgat dan tujuh personil dari Basarnaa Papua akan melakukan evakuasi.
Baca: Tim SAR Wamena Masih Tunggu Petunjuk Maskapai untuk Proses Evakuasi Pesawat SAM Air di Papua
Berdasarkan titik koodinat jatuhnya pesawat berada di ketinggian 5800 di atas permukaan laut (mdpl).
Tim akan berangkat dari Wamena setelah melakukan persiapan.
"Lebih dekat dari Wamena sekitar 40 mile, sekitar 15-20 menit untuk membuat posko di Wamena mereka akan berangkat dengan heli untuk evakuasi," ujarnya.
Danlanud menjelaskan kondisi evakuasi akan sulit karena medan yang berat. Tim akan melakukan pencarian lokasi untuk posisi helikopter sebelum menurunkan personil dan mengangkat korban.
Baca: Sebuah Keajaiban, 4 Bocah yang Hilang 40 Hari Usai Kecelakaan Pesawat Ditemukan Masih Hidup di Hutan
"Tentunya akan lebih sulit karena bukan di daerah dataran untuk mengevakuasi. Akan dilakukan usaha semaksimal mungkin untuk mengevakuasi kru dan penumpang mudahan-mudahan masih ada yang selamat," jelasnya.
Menurutnya dengan kondisi itu pihaknya belum dapat memastikan waktu selama proses evakuasi.
Ia menyampaikan saat ini helikopter sudah mendarat di Wamena pada pukul 10.26 WIT tadi.
"Sementara helikopter satu saja karena cukup besar bisa sampai 10-20 orang jadi tidak masalah," ujarnya.
Baca: Panglima TNI Belum Bisa Pastikan Keberadaan Pilot Susi Air, Disandera KKB atau Tidak
Proses evakuasi akan menggunakan tali, jika korban torang masih hidup pake jangkar penolongnya dinoeluk atau tandu misalnya sudah meninggal akan di pakaikan kantung mayat.
Sementara kondisi Wamena cerah berawan.
Lanjutnya, identifikasi direncanakan di lakukan di Jayapura.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)