TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) sekali lagi mengatakan bahwa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin harus menjadi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) pada pemilu tahun depan.
Keputusan bahwa Cak Imin harus menjadi capres atau cawapres sudah sesuai dengan keputusan Muktamar PKB di Bali tahun 2019 lalu.
"Tadi juga sempat diskusi panjang, pengurus DPP, yang akhirnya tetap meminta PKB untuk tetap menjaga keputusan Muktamar Bali (2019) yang menetapkan bahwa Gus Muhaimin harus maju sebagai calon presiden atau wakil presiden," ujar Ketua DPP PKB Yusuf Chudlo di sela-sela rapat pleno DPP, Senin (19/6/2023), dikutip dari Kompas.com.
Yusuf juga menegaskan bahwa DPP PKB belum memiliki alternatif.
PKB sudah menandatangani kerja sama sejak tahun lalu dengan Partai Gerindra dan menandatangani piagam pernyataan koalisi.
Dalam deklarasi itu disebutkan bahwa capres dan cawapres yang akan diusung koalisi akan ditentukan bersama-sama oleh Muhaimin dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Baca: Cak Imin Ungkap Cerita KIB Pecah dan Kronologi Golkar Dekati Prabowo
Baca: Pakar Konstitusi : Usulan Cak Imin Soal Penghapusan Gubernur Salah Kaprah
Yusuf menyebut hingga saat ini komunikasi antara partainya dan Gerindra dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) tetap berlanjut.
Koalisi itu belum mendeklarasikan capres dan cawapresnya. Prabowo unggul sebagai kandidat bakal capres karena elektabilitasnya tinggi menurut sejumlah hasil survei belakangan ini. Di sisi lain elektabilitas Cak Imin sebagai bakal cawapres tidak tinggi.
Sementara itu, muncul rumor tentang kedekatan Gerindra dengan Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN). Golkar hingga kini menginginkan ketua umum mereka, Airlangga Hartarto, bisa ikut dalam Pilpres 2024.
Adapun PAN sering mendukung Menteri BUMN Erick Thohir sebagai cawapres apabila membentuk koalisi.
Menurut Yusuf, PKB belum mendiskusikan pilihan alternatif apabila Golkar dan PAN jadi bergabung ke dalam koalisi bersama Gerindra dan apabila Cak Imin tak jadi terpilih sebagai capres ataupun cawapres.
Baca: Hanya Basa-Basi, Fahri Hamzah Imbau Parpol Stop Pertemuan Drama Politik Koalisi Pilpres
Baca: AHY & Puan Akan Bertemu, Demokrat Singgung Kemungkinan Berkoalisi dengan PDIP
"Kita tidak ada bahasan sampai ke situ," ujar Yusuf.
Dalam rapat pleno hari ini PKB juga menyebutkan bahwa Cak Imin tidak akan membicarakan Pilpres 2024 kepada masyarakat.
"Rapat pleno DPP akhirnya memutuskan agar Gus Muhaimin Iskandar mulai hari ini dipingit, dipingit (dalam arti) tidak boleh berbicara soal pilpres," kata Yusuf.
Yusuf mengatakan pernyataan-pernyataan PKB perihal pilpres tahun depan cukup didelegasikan oleh Cak Imin kepada pengurus DPP.
Kata Yusuf, Cak Imin ibarat pengantin pada kontestasi 2024.
"Dalam tradisi Jawa, pengantin itu harus mulai masuk kamar, mulai berbenah, siap-siap. Oleh para kiai dan Dewan Syura DPP, Gus Muhaimin diminta tidak bicara soal pilpres," kata Yusuf menjelaskan.
Baca: Respons Partai Demokrat Saat Puan Pertimbangkan AHY Jadi Bacawapres Ganjar : Positif Thinking
Selain itu, PKB percaya bahwa Cak Imin tak bakal tersisih sebagai kandidat capres-cawapres. Menurut Yusuf, deklarasi atau pengumuman capres dan cawapres oleh KKIR akan segera dilakukan.
"Ibaratnya tinggal ngurus kelengkapan-kelengkapan pernikahannya. Itu sudah diurus oleh tim dari DPP agar Gus Muhaimin lebih fokus persiapan."
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Pilpres 2024 di sini.