TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah video viral yang merekam mobil diduga milik Google maps nyasar di kebun tebu beredar di media sosial.
Video tersbeut diunggah oleh akun Instagram @infokediriraya.
Dalam unggahan tersebut dituliskan keterangan "Viral Mobil Google Maps Nyasar di Kebun Tebu, Warga Gotong-Royong Evakuasi Tarik Pakai Tali."
Unggahan tersebut juga menyebutkan lokasi kejadian mobil diduga milik Google Maps tersebut nyasar terjadi di Malang, Jawa Timur.
Sontak saja tak sedikit netizen yang ikut membubuhkan komentar dalam postingan tersebut.
"Alhamdulillah, akhirnya kena karma juga,"
tulis akun d_nur_alam.
"Ini sih akibat doa netizen yg sering ke sesat," timpal akun @ryan.n.f.
"Walaahhh...iku seng gawe malah nyasar opo maneh penggunane," komen @hengkywirawan23.
"Berawal mobil Google nyasar, semuanya ikut nyasar," tambah @alvan1453.
Rekaman video memperlihatkan mobil Honda HR-V dengan nomor polisi B 1142 DFP ditarik warga menggunakan tali.
Dalam video berdurasi 25 detik itu tampak beberapa pria bergotong-royong menarik mobil tersebut dari jalan tanah yang curam di area lahan tebu.
Baca: Ingin Alamat Rumah atau Toko Masuk Google Maps? Begini Caranya
Baca: Viral Aksi Diduga Pembunuhan Terekam Google Maps, Faktanya Justru Bertolak Belakang
Diduga mobil berwarna hitam itu adalah milik Google Maps yang tersesat di jalan buntu, di kawasan Rt 33, Rw 06, Dusun Gumukmas, Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, pada Kamis (8/6/2023) lalu.
Salah satu warga setempat, Rakimun (63), membenarkan kejadian itu. Ia menyebut mobil itu dikemudikan oleh dua orang dan tersesat karena mengikuti navigasi Google Maps.
"Tidak tahu mau ke mana. Katanya ia mengikuti Google Maps. Ciri-cirinya ada besi yang menempel di atas mobilnya," ungkapnya saat ditemui, Senin (12/6/2023).
Rakimun menyebut, jalan yang dilalui mobil tersebut memang jalan buntu dan curam. Sebab, jalan itu hanya digunakan sebagai akses kendaraan pengangkut tebu.
"Jalannya memang buntu. Tidak ada tembusan ke mana-mana. Selama ini hanya digunakan untuk jalan untuk mengangkut tebu warga," tuturnya.
Akibatnya, mobil itu tidak bisa menanjak karena jalan masih tanah. Alhasil, warga setempat turut membantu menarik mobil itu ke jalan utama.
"Kejadiannya sekitar pukul 13.00 WIB. Proses penarikan memakan waktu sekitar 1 jam. Banyak warga yang membantu," jelasnya.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, lokasi tersebut memang cukup terpencil. Area jalan di kawasan tersebut mayoritas masih bebatuan dan berkelok, dengan medan menanjak dan menurun.
Tidak banyak rumah di kawasan tersebut, selebihnya hanya hamparan pertanian tebu.
Sementara itu, salah satu warga lain, Joko (32) mengatakan ada sekitar 20 orang yang membantu menarik kendaraan tersebut.
Mereka dipanggil oleh pengemudi saat warga masih bekerja menebang tebu.
"Pengendara awalnya berjalan sekitar 500 meter ke tempat kami bekerja menebang tebu. Untung masih banyak warga yang sedang bekerja," katanya.
(TRIBUNNEWSWIKI/Kaa)