TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pelaku pembunuhan di Cijerah berhasil ditangkap Satreskrim Polrestabes Bandung.
Penangkapan pelaku itu terjadi di gang Family RT 02/ RW 05, Jalan Raya Cijerah, Kelurahan Cibuntu, Kecamatan Bandung Kulon.
Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan dari Polsek Bandung Kulon, Satreskrim Polrestabes Bandung bersama Ditreskrimum Polda Jabar.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan diketahui pelakunya merupakan Ali Nurdin, suami dari korban.
"Setelah itu kita laksanakan pengejaran dan dilaksanakan pengejaran melalui beberapa wilayah, terakhir kita tangkap yang bersangkutan di daerah Bahar Selatan, Kabupaten Muarajambi, Desa Tanjung Mulya," ujar Budi, saat ungkap kasus di Mapolrestabes Bandung, Senin (12/6/2023).
Baca: Jasad Mahasiswi Ubaya Ditemukan di Koper, Polisi Ungkap Pelaku & Motif Pembunuhan
Sebelumnya, warga di gang Family RT/RW 02/05, Jalan Raya Cijerah Kelurahan Cibuntu, Kecamatan Bandung Kulon, digegerkan dengan penemuan mayat, disebuah kontrakan, Rabu (7/6/2023).
Opan Sutisna (44), ketua RT 02 mengatakan, awalnya warga mencium bau tak sedap di sekitar kontrakan.
Warga kemudian meminta ketua RT bersama pemilik kontrakan untuk membuka kamar tersebut.
"Jadi, awalnya ketahuan sama anak-anak itu karena tercium bau, tadi pagi. Terus laporan ke RT, kita pinjam kuncinya ke Pak Sugeng pemilik kontrakannya," ujar Opan.
Saat dibuka, kata dia, terdapat bungkusan besar. Warga dan pemilik kontrakan saat itu tidak ada yang berani membuka bungkusan tersebut.
"Terus laporan ke Polisi, karena tidak ada yang berani buka, bungkusannya besar," katanya.
Bungkusan tersebut, kata dia, kemudian dibuka oleh pihak kepolisian dan diduga mayat berjenis kelamin perempuan.
"Setelah laporan, baru dibuka. Saya lihat bungkusannya warna putih, posisinya kayak tertelungkup, tidak ada darah sih," ucapnya.
Baca: Kronologi Pembunuhan dan Mutilasi Pria Warga Solo, Pelaku Sakit Hati Karena Tidak Dipinjami Motor
Menurut Opan, kontrakan tersebut baru dihuni sekitar satu bulan. Namun, hingga saat ini penghuni kontrakan tersebut belum melaporkan ke pihak RT/RW.
"Identitas yang ngontak nya belum tahu, karena baru sekitar satu bulan pindah dan belum laporan ke RT, orangnya juga tertutup jangan ke luar bersosialisasi ke masyarakat," katanya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/YUSTICA)