TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pria di Tangerang bernama Muhammad Fajri kesulitan untuk melalukukan aktivitas sehari-hari karena memiliki berat badan mencapai 300 kilogram.
Pria berusia 27 tahun itu terpaksa harus dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang, pada Rabu, 7 Juni 2023.
Saat mengevakuasi Fajri, petugas dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah harus menggunakan forlklift.
Proses evakuasi pria penderita obesitas tersebut memakan waktu hingga 2 jam.
Kepala UPT BPBD Ciledug, Mulyadi menyebut bahwa pihaknya mendapat laporan dari warga bahwa ada pria berbobot 300 kg di Pendurenan, Karang Tengah, Tangerang.
Anggotanya pun lantas langsung melakukan evakuasi terhadap pria tersebut untuk kemudian dibawa ke RSUD Kota Tangerang.
"Ternyata sampai ke lokasi jalannya sempit dan beban tubuhnya terlalu besar. Kami angkat juga berat, jadi enggak keangkat," kata Mulyadi, Kamis, 8 Juni 2023, dikutip Kompas.com.
Baca: Kisah Horor Septi, Siswi SD di Jogja yang Tinggal Sendirian di Hutan Angker, Sering Lihat Penampakan
"Butuh waktu 2 jam, karena kami nyari alat buat bongkar pintu dan forklift," imbuhnya.
Bahkan, petugas harus membongkar pintu rumah yang ditempati pria obesitas berbobot 300 kg itu.
Sebab, mereka kesulitan untuk mengevakuasi Fajri karena kondisi lokasi yang sempit.
"Kami melakukan evakuasi dengan bongkar pintu, tapi pun tidak bisa keangkat sehingga menggunakan forklift, lalu kami naikkan ke mobil bak dan selanjutnya dibawa ke RSUD Kota Tangerang," kata Mulyadi.
Sulit Beraktivitas dan Hanya Bisa Tiduran
Kepala Hubungan Masyarakat RSUD Kota Tangerang drg. Fika Khayan mengatakan bahwa obesitas yang dialami Fajri ini menyebabkan dia sulit untuk beraktivitas.
Menurut Fika, keterbatasan gerak tubuh tersebut diperkirakan dialami Fajri sejak 8 bulan terakhir.
"Kondisi pasien obesitas yang kami terima saat ini keluhannya adalah mengalami gangguan mobilisasi, karena ada keluhan nyeri di kaki pasien itu sendiri," kata Fika, Kamis, 8 Juni 2023, dikutip Tribun Tangerang.
Baca: BIODATA Muhammad Rasyid Ghifari, Mahasiswa ITB yang Meninggal saat Uji Coba Pesawat Tanpa Awak
"Jadi, sudah lebih 8 bulan terkhir ini, pasien mengalami kondisi tirah baring yang artinya tidak bisa beraktivitas dan hanya bisa tiduran saja," lanjutnya.
Fika menjelaskan, Fajri dibawa ke RSUD Kota Tangerang untuk menjalani perawatan intensif sejak Rabu, 7 Juni 2023
Pasien langsung dilakukan pemeriksaan di antaranya kondisi cairan dan makanan dalam tubuh, pemeriksaan laboratorium.
Dalam pemeriksaan awal, Fajri harus dipantau kondisi kesehatannya secara berkala ditangani oleh dokter khusus spesialis penyakit dalam.
"Kondisi pasien saat ini sedang dalam pemantauan kami di RSUD Kota Tangerang ini dan ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam," ujar Fika.
Kemudian, Fajri akan mendapat penanganan khusus untuk menindaklanjuti setiap perkembangan kesehatan yang dialaminya dalam perawatan.
Tim dokter RSUD Kota Tangerang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Fajri.
Baca: Viral Video Perundungan Anak SMP di Bandung, Dipukul—Ditendang, Ahmad Sahroni: Tangkep, Penjarain!
"Untuk penyakit selain obesitas, belum dapat kami temukan ya, karena masih awal sekali (penanganannya)," ungkap Fika.
"Jadi masih diobservasi terlebih dahulu apa hasil dari laboratorium maupun hasil pemeriksaan radiologi," tuturnya.
Pakai BPJS
Fika menilai, penyebab obesitas pada seseorang disebabkan karena banyak faktor, mulai dari pola hidup dalam beraktivitas, hingga pola makannya.
Ia memastikan bahwa tim dokter RSUD Kota Tangerang akan berusaha maksimal untuk memperbaiki kembali kondisi kesehatan Fajri.
Adapun biaya perawatan terhadap Fajri di RSUD Kota Tangerang menggunakan asuransi kesehatan BPJS milik pribadinya.
RSUD Kota Tangerang akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang dalam setiap tindakan yang akan dilakukan terhadap Fajri.
"Kami akan berusaha dengan baik sesuai dengan kemampuan RSUD Kota Tangerang untuk menangani kondisi kesehatan yang tengah dialami oleh pasien saat ini," kata Fika.
"Kami juga terus dipantau oleh Dinkes Kota Tangerang untuk bergerak bersama agar membantu penanganan terhadap pasien," pungkasnya.
(tribunnewswiki.com/kompas.com/tribuntangerang.com)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini