TRIBUNNEWSWIKI.COM - Siswi SMP di Jambi bernama Syarifah Fadiyah Alkaff alias SFA tengah menjadi perbincangan karena dilaporkan ke polisi setelah melontarkan kritikan terhadap Pemkot Jambi.
Siswi berhijab tersebut dilaporkan Pemkot Jambi dengan Undang-Undang ITE ke Kepolisian Daerah (Polda) Jambi.
Syarifah sendiri adalah siswi SMP Negeri 1 Kota Jambi.
Namanya viral di media sosial setelah melontarkan sejumlah kritikan terhadap Wali Kota Jambi, Syarif Fasha dan perusahan PT Rimba Palma Sejahtera Lestari.
Ia mengaku sedang memperjuangkan hak dan keadilan untuk neneknya, seorang pejuang kemerdekaan Indonesia, tetapi justru diperlakukan tidak baik oleh Pemkot Jambi.
Remaja SMP itu menyebut bahwa Wali Kota Jambi dan perusahaan telah melanggar Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang Angkutan Jalan.
Syarifah berujar bahwa pada tanggal 2 Juni 2023 ia dianggil tim siber Polda Jambi.
Baca: SOSOK Debi Ceper, Pelawak yang Diduga Lecehkan Siswi SMP di Jambi, Sebut Ngangkang, Kini Dipolisikan
Ia memhuhi panggilan tersebut karena ia mengira bahwa panggilan itu terkait dengan laporannya terhadap akun Instagram @debiceper23 yang menyebutnya seorang pelacur di media sosial.
Di sana, ia didampingi kuasa hukum bernama Evi yang disediakan oleh Polda Jambi.
Ternyata, kuasa hukumnya itu mengaku mendampinginya untuk perkara yang dilaporkan oleh Kabag Hukum Sekretariat Daerah Kota Jambi, Muhammad Gempa Awaljon Putra dan Humas Pemkot Jambi atas tindakannya yang mengkritik Wali Kota Jambi Syarif Fasha.
Syarifah dilaporkan dengan pasal berlapis.
"Atas video-video saya yang mengkritik Pemkot Jambi dan Wali Kota Jambi Syarif Fasha dengan pasal berlapis. Pasal 28 ayat 2 dan pasal 27 ayat 3," kata Syarifah, dikutip TribunnewsWiki, Senin, 5 Juni 2023.
"Tentang saya menyuarakan keadilan nenek saya, seorang pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang dizalimi rumah dan sumurnya dirusak berkali-kali oleh Perusahaan China yang bekerja sama dengan Pemkot Jambi yang tidak bertanggung jawab ini," imbuhnya.
Ia mengatakan selama hampir 10 tahun rumah dan sumur neneknya dirusak oleh perusahan China yang tak bertanggung jawab.
Baca: Mahfud MD Kirim Tim ke Jambi untuk Dampingi Siswi SMP yang Perjuangkan Keadilan
Di video lain, Syarifah juga mengaku telah dilecehkan oleh pelawak asal Jambi bernama Debi Ceper.
Syarifah Fadiyah juga mengaku telah melaporkan akun Instagram bernama @debiceper23 ke polisi.
Ia mengungkap bahwa akun tersebut telah melecehkannya lewat sebuah komentar di Instagram.
"Debi Ceper berkomentar dan mengatakan 'perkerjaan apa yang gajinya sehari menghasilkan uang Rp1,3 miliar selain ngangkang?' yang tidak lain adalah dengan tujuan melecehkan saya menjuruskan ke asusila dan menganggap saya sebagai seorang pelacur," kata dia.
Dikatakan Syarifah, Debi Ceper juga mempermasalahkan hijab yang ia gunakan sebagai seorang muslimah.
"Saya adalah seorang anak perempuan pelajar SMP di kota Jambi yang baik-baik," ujarnya.
Aksi Syarifah itu kemudian viral di media sosial Twitter.
Baca: Sosok Mahira Dinabila, Mahasiswi USU yang Meninggal Tak Wajar, Dikenal Baik dan Pintar
Bahkan ia mendapat banyak pujian karena telah berani bersikap untuk kritis.
"Tolong bantu up kasus ini ya, adeknya keren banget berani ngelawan pelawak (katanya) di daerah setempat," cuit akun @tanyakanrl.
"Setelah kami pertimbangkan baik2 akhirnya kami putuskan utk mendukung perjuangan Adik Syarifah Fadiyah Alkaff, siswi SMP yg heroik melawan perusahaan China dan Pemkot Jambi sampai2 dituduh sbg PELACUR.
Kami tdk akan biarkan anak sekecil ini berjuang sendiri! Bgm dgn kalian?" cuit akun @partaisocmed.
"Njirr kayak udah reporter aja, ternyata masih SMP, mantap sih didikan orang sekitar nya," ujar warganet lain.
"Anak yg hebat n berani...dg usia yg masih remaja sudah berani bersuara lantang," timpal netizen lainnya.
"SMP tapi mental nyo baja, semangat Yo dek," kata netizen.
Baca: Polisi Resmi Tetapkan Satu Perwira Polisi sebagai Tersangka Kasus Perkosaan Anak di Parimo
Mahfud MD Dampingi Syarifah
Menkopolhukam Mahfud MD mengaku akan mengirim timnya ke Provinsi Jambi untuk mendampingi siswi SMP bernama Syarifah Fadiyah Alkaff.
Mahfud MD terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan Kementerian PPA, Kompolnas, dan Komisi Perlindungan Anak untuk bisa datang ke Jambi.
Ia melakukan hal tersebut sebagai bentuk responsnya kepada Syarifah yang menyuarakan keadilan untuk neneknya yang dianggap telah didzolimi pemkot Jambi.
"Polhukam akan berkoordinasi dengan Kementerian PPA, Kompolnas, dan Komisi Perlindungan Anak untuk bisa ke Jambi, membantu mendampingi anak ini," kata Mahfud MD, dikutip TribunnewsWiki dari akun Twitter @mohmahfudmd, Senin, 5 Juni 2023.
Mahfud MD meminta timnya yang datang ke Jambi itu untuk melindungi hingga menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Dampingi, lindungi, dan jernihkan masalahnya, perlakukan anak-anak sesuai dengan hukum yang berlaku bagi anak-anak," pungkasnya.
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini