TRIBUNNEWSWIKI.COM – Seorang mahasiwa jurusan seni asal Korea Selatan nekat memakan pisang yang dijadikan karya seni instalasi di Museum Seni Leeum, (27/4/2023).
Padahal, karya seni karya seniman Italia bernama Maurizio Cattelan itu bernilai sekitar Rp1,7 miliar.
Noh Huyn-soo, nama mahasiswa itu, mengaku nekat memakan pisang tersebut karena lapar. Aksi dia mengambil pisang dan memakan buah itu direkam oleh temannya.
Dikutip dari Yahoo News, pisang itu dimakannya di depan para pengunjung sekitar pukul 13.00 waktu setempat.
Sebelumnya, pisang itu dilekatkan pada dinding menggunakan selotip besar. Dalam video di kanal YouTube KBS, Noh terlihat mengambil pisang itu dan mengupasnya. Dia kemudian mamakannya dan menempelkan lagi kulit pisang itu dengan selotip yang sama.
Setelah melakukan aksinya itu, dia sempat memandang ke arah kamera dan bahkan tersenyum.
Baca: Uang Kertas 20 Dolar AS dengan Tempelan Stiker Pisang ini Dilelang Seharga Rp 1,7 Miliar, Kok Bisa?
Menurut The Korea Herald, pisang itu merupakan bagian dari karya seni berjudul “Comedian” dan dipamerkan oleh Cattelan dalam pameran solonya yang bertajuk “WE”.
Ketika pihak museum menanyai motif Noh memakan pisang itu, dia mengatakan rasa lapar menjadi alasannya. Dia mengaku melewatkan sarapan.
Namun, dia kemudian berujar kepada awak mengenai alasan dia yang sebenarnya.
“Merusak sebuah karya seni modern itu juga bisa ditafsirkan sebagai karya seni.”
Baca: Pisang Goreng Jadi Dessert Goreng Paling Enak di Dunia Menurut Situs Taste Atlas
Dia menyebut tindakannya menempelkan kembali kulit pisang itu sebagai “guyonan”.
“Saya pikir itu akan menarik, bukankah pisang itu dilekatkan di sana untuk dimakan?”
Ketika Cattelan diberi tahu tentang insiden itu, dia mengaku tidak mempermasalahkannya.
“Peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba, jadi tidak ada tindakan khusus yang dilakukan. Sang seniman diberi tahu tentang peristiwa itu, tetapi dia tidak menanggapinya,” kata juru bicara museum itu kepada CNN.
Noh mengklaim karya Cattelan adalah pemberontakan terhadap otoritas tertentu.
“Bisa jadi ada pemberontakan lain melawan pemberontakan itu,” kata dia kepada KBS.
Baca: Luhut Beri Ultimatum Tesla: Indonesia Bukan Republik Pisang, Jangan Dikte Kami
Adapun pisang yang digunakan dalam karya seni itu dilaporkan diganti setiap dua atau tiga hari.
Ini bukan pertama kalinya orang memakan pisang dalam karya seni itu. Seorang seniman pertunjukan bernama David Datuna pernah juga memakanpisang itu tahun 2019.
Edisi pertama dan kedua karya seni itu sempat dipamerkan di Miami Art Basel. Keduanya berhasil terjual senilai $120.000 atau sekitar Rp1,7 miliar.
(Tribunnewswiki)