TRIBUNNEWSWIKI.COM - Badan Meteorologi Dunia atau WMO mengungkapkan betapa parahnya bencana iklim yang melanda dunia beberapa tahun belakangan.
Menurut laporan WMO tahun 2022, perubahan iklim turut membuat warga dunia telantar. Bahkan, disebutkan bahwa kondisi 95 juta orang telantar di dunia ini makin buruk akibat perubahan iklim.
"Ketika emisi gas rumah kaca terus meningkat dan iklim terus berubah, penduduk dunia terus terdampak parah oleh cuaca ekstrem dan peristiwa iklim," demikian kata WMO dalam laporannya, dikutip dari United Press International, (24/4/2023).
WMO turut menyinggung bencana kelangkaan pangan yang dimunculkan oleh bencana iklim.
"Pada tahun 2020, kekeringan yang terus belanjut di Afrika Timur, rekor curah hujan di Pakistan, dan rekor gelombang panas di Tiongkok dan Eropa berdampak terhadap puluhan juta orang, menyebabkan kelangkaan pangan, meningkatkan migrasi massal, dan menimbulkan kerugian miliaran dolar," kata Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas.
Baca: Wanita Ini Berjalan Lebih dari 3.000 Kilometer dalam Misi Memerangi Perubahan Iklim
Di samping memperingatkan tentang krisis iklim, Taalas juga menekankan pentingnya stratategi mitigasi.
"Kerja sama di antara badan-badan PBB telah terbukti sangat efektif dalam mengatasi dampak kemanusiaan yang disebabkan oleh cuaca ekstrem dan peristiwa iklim, terutama dalam mengurangi kematian dan kerugian ekonomi yang terkait," kata dia.
Menurut WMO, perubahan iklim kini berdampak terhadap siklus alam, misalnya periode berbunganya tanaman dan migrasi burung.
Baca: Presiden Uni Eropa Ursula von der Leyen Ajak Pemerintah Joe Biden Kerjasama Atasi Perubahan Iklim
Kadar gas rumah kaca terus meningkat pada tahun 2022. Sebelumnya, antara tahun 2020 dan 2021 terjadi peningkatan terbesar dalam sejarah.
Pada tahun 2022 jumlah es di Benua Antartika juga turun hingga level terendah dalam sejarah.
WMO mencatat bahwa gletser di Eropa mencair dengan laju yang memprihatinkan. Sepertiga es di Swiss Swiss mencair antara tahun 2001 dan 2022.
Sementara itu, diperkirakan ada sekitar 58 persen dari permukaan laut di dunia ini yang diterjang gelombang panas tahun 2022. Menurut WMO, pada tahun 2015 hingga 2022 rekor panas tertinggi sudah dipecahkan sebanyak delapan kali.
Sepanjang tahun 2022 diperkirakan ada 2,3 miliar orang di seluruh dunia yang kekurangan pangan.
Baca: Bos Amazon dan Orang Terkaya di Dunia, Jeff Bezos Sumbang Rp 136,9 Triliun Atasi Perubahan Iklim
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang perubahan iklim di sini.