TRIBUNNEWSWIKI.COM – Menteri Luar Negeri Tiongkok Qin Gang menyatakan negaranya siap memfasilitasi perundingan damai antara Israel dan Palestina.
Qin juga sudah menelepon diplomat Israel dan Palestina mengenai upaya mediasi itu. Dia mendorong diambilnya langkah-langkah untuk melanjutkan perundingan tersebut.
“Tiongkok siap memberikan kemudahan bagi hal ini,” kata Qin kepada Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen melalui panggilan telepon, dikutip dari The Guardian, (18/4/2023).
Sementara itu, dalam percakapan teleponnya dengan Menteri Luar Negeri Palestina, Qin menyebut bahwa Tiongkok mendukung dilanjutkannya perundingan damai sesegera mungkin.
Percakapan Qin dengan para pejabat tinggi itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan warga Palestina. Ketegangan itu disebabkan oleh bentrokan yang terjadi di Masjid Al-Aqsa awal bulan ini. Bentrokan tersebut memicu kecaman dari negara-negara Arab.
Saudi Arabia termasuk salah satu yang mengecam. Negara itu menyebut tindakan Israel menyerbu Al-Aqsa telah merintangi upaya perdamaian.
Baca: Konflik Israel-Palestina, AS Tegaskan Kembali Komitmen Solusi Dua Negara
Kepada Cohen, Qin mengatakan Beijing turut prihatin atas ketegangan saat ini antara Israel dan Palestina.
“Prioritas utama saat ini adalah membuat situasi terkendali dan mencegah konflik membesar atau bahkan tak bisa dikendalikan,” ujar Qin.
Baca: Warga Palestina Kembali Diserang saat di Masjidil Aqsa, Liga Arab Sepenuhnya Salahkan Israel
Belakangan ini Tiongkok memang giat melakukan misi diplomatik. Negara yang dipimpin Xi Jinping itu menjadi penengah perundingan damai antara Iran dan Arab Saudi bulan Maret lalu. Sebelum Tiongkok, Amerika Serikat (AS) sudah berusaha menjadi penengah kedua pihak yang berseteru itu.
“Arab Saudi dan Iran baru-baru ini memulihkan hubungan diplomatik melalui perundingan, menciptakan contoh yang baik dalam hal mengatasi perbedaan melalui dialog,” kata Qin.
Adapun pada bulan Februari lalu Tiongkok mengusulkan rencana perdamaian bagi Ukraina. Rencana itu keluar setelah ada pembicaraan antara Xi dan presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam usulan itu, kedua belah pihak didesak untuk menghindari eskalasi nuklir. Akan tetapi, tidak ada desakan agar Rusia menarik pasukannya.
Meski sebagian besar pemimpin negara Barat menolak usulan itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyambut baik. Namun, menurut Zelenskiy usulan itu hanya bisa diterima apabila Putin diwajibkan menarik semua pasukannya dari seluruh wilayah Ukraina yang kini diduduki Rusia.
Baca: Polisi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa, Ratusan Warga Palestina Ditangkap
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Palestina di sini.