TRIBUNNEWSWIKI.COM - Selama menjalani ibadah puasa Ramadan, Anda harus tetap memperhatikan keamanan penggunaan listrik mencegah korsleting dan kebakaran.
Berdasarkan informasi dari PLN, selama Ramadhan terjadi perubahan pola pemakaian listrik di dua waktu, yakni sekitar jam 17.30 - 20.30 karena adanya aktivitas persiapan dan berbuka puasa, serta sholat tarawih.
Kemudian, pada sekitar jam 03.30 - 04.30 ada sedikit kenaikan pemakaian listrik karena aktivitas persiapan dan makan sahur yang dilakukan masyarakat.
Dari informasi resmi PLN, Senin (3/4/2023), masyarakat diminta tetap berhati-hati saat menggunakan listrik di waktu-waktu tersebut.
Terlebih setelah sahur, terkadang karena masih mengantuk jadi lupa mengecek kondisi listrik yang digunakan.
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan, PLN memberikan tips penggunaan listrik selama menjalani ibadah puasa Ramadhan.
Yakni sebagai berikut :
- Cabut stop kontak alat elektronik jika sudah tidak Anda gunakan.
- Pastikan alat elektronik serta jaringan dalam instalasi rumah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Sertifikat Laik Operasi (SLO).
- Gunakan listrik sesuai daya terpasang, tidak mengambil atau menyambung listrik dari tiang untuk menambah daya listrik di rumah.
- Jika Anda pelanggan pasca bayar, dianjurkan agar bayar tagihan listrik di awal bulan atau sebelum tanggal 20 agar lebih nyaman.
- Untuj pelanggan prabayar, diimba mengisi token listrik secukupnya, dan siapkan cadangan bila diperlukan agar bisa dipakai sewaktu-waktu terutama saat token habis di waktu sahur.
- Apabila daya listrik di rumah sudah tidak mencukupi, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk tambah daya secara resmi ke PLN.
Jika Anda berminat untuk tambah daya, ada tawaran diskon dari PLN dengan bayar Rp 150.000 bagi pelanggan rumah ibadah.
Baca: Cara Mudah Ganti Daya Listrik Secara Online Lewat Aplikasi PLN Mobile
Sedangkan untuk pelanggan rumah tangga, Anda cukup bayar Rp 202.300.
Anda juga bisa menikmati tawaran potongan harga tersebut lewat pengajuan penambahan daya listrik melalui aplikasi PLN Mobile.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)