TRIBUNNEWSWIKI.COM - Walt Disney Co., perusahaan media dan hiburan asal Amerika Serikat (AS), mulai memecat ribuan karyawannya, (27/3/2023).
Informasi tentang pemecatan ini sudah diumumkan awal tahun lalu. Disebutkan akan ada 7.000 karyawan yang di-PHK.
Menurut narasumber yang mengetahui pemecatan itu, beberapa divisi yang terdampak antara lain Disney Entertaintment, Disney Parks, Experience and Products.
Dilansir dari Reuters, berbagai perusahaan industri hiburan kini mulai melakukan penghematan. CEO Walt Disney Bob Iger mengatakan pemangkasan karyawan itu bertujuan untuk mengendalikan biaya dan menciptakan bisnis yang lebih efisien.
Iger menyebut Disney akan mulai memberi tahu karyawan yang terdampak dalam beberapa hari ke depan. PHK tahap kedua akan dilakukan bulan April mendatang. Adapun tahan terakhir akan dilakukan pada awal musim panas ini.
Baca: Walter Elias Disney (Walt Disney)
Disney terpaksa melakukan PHK agar bisa menghemat biaya $5,5 miliar dan membuat bisnis streaming miliknya tetap menguntungkan.
"Kenyataan yang pahit bahwa banyak kolega dan rekan yang meninggalkan Disney bukanlah sesuatu yang kita anggap enteng," kata Iger dikutip dari Reuters.
Salah satu divisi pertama yang terdampak PHK adalah departemen produksi televisi dan akuisi. Sejumlah pejabat eksekutif senior akan dipecat.
Baca: DisneySea Tokyo
Diperkirakan akan ada banyak karyawan di Divisi Media dan Hiburan yang di-PHK karena divisi itu dihapus dalam restrukturisasi perusahaan. Divisi itu tak lagi mempunyai pemimpin sejak Kareem Daniel pergi dari sana bulan November lalu.
Michael Nathanson, analis di SVB MoffettNathanson, mengatakan pada musim gugur tahun lalu Disney sudah "berbisik-bisik" tentang perlunya mengurangi biaya perusahaan.
Sementara itu, Josh D'Amaro yang menjabat sebagai kepala divisi Disney Parks, Experiences, and Products sudah mengirimkan memo kepada karyawan pada bulan Februari lalu. Memo itu berisi informasi bahwa akan ada pengurangan karyawan.
Karyawan Disney gelisah dengan adanya pemecatan ini. "Itu sebuah peringatan," kata salah satu pejabat eksekutif Disney.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Walt Disney di sini.