Putin Ungkap Alasan Tak Lancarkan Invasi Penuh ke Ukraina Tahun 2014

Putin mengklaim ingin menyelesaikan persoalan Krimea tanpa harus berperang.


zoom-inlihat foto
Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-berpidato.jpg
MIKHAIL METZEL / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato pada forum Valdai Discussion Club di Moskwa, Rusia, (27/10/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan alasan dia tidak melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina tahun 2014 silam.

Dalam wawancaranya dengan kanal TV Russia 1, Putin mengklaim ingin menyelesaikan persoalan Krimea tanpa harus berperang.

Menurut kantor berita TASS, Putin berujar, "Kita berasumsi bahwa kita mampu menyelesaikan [masalah] itu dengan sepenuhnya damai. Kita tak pernah khawatir akan konfrontasi apa pun."

"Kini kita melihat bahwa kita hanya dipusingkan, dan tak ada satu pun yang disebut rekan berusaha menyelesaikan apa pun dengan damai."

"Yang kedua, hal ini juga berlaku pada kesiapan kita akan aksi yang lebih serius dalam kerangka kita yang disebut 'Kebangkitan Krimea.'"

Dilansir dari United Press International, (20/3/2023), istilah "Kebangkitan Krimea" meniru istilah "Kebangkitan Arab" atau "Arab Spring", yakni situasi ketika orang-orang di Timur Tengah bangkit melawan pemimpin otoriter dengan serangkaian protes.

Baca: Putin Tiba-Tiba Kunjungi Kota Mariupol di Ukraina & Temui Warga

Rusia menginvasi dan menganeksasi Krimea tahun 2014 silam. Peristiwa itu amat menentukan hubungan Rusian dengan Ukraina.

Putin berupaya membenarkan atau mensahkan adanya anaksasi itu melalui referendum. Hasilnya, mayoritas warga Ukraina memilih bergabung dengan Rusia. Namun, Ukraina, AS, dan banyak negara lainnya menganggap referendum hanya tipu-tipu.

Baca: Barat Diterpa Krisis Perbankan, Vladimir Putin Kini Bisa Tersenyum

Pada tahun yang sama, kelompok separatis yang didukung Rusia menyatakan kemerdekannya dari Ukraina. Hal itu memicu konflik di Ukraina timur.

Rusia membantah terlibat dalam konflik tersebut. Akan tetapi, kelompok separatis itu mendapat banyak dukungan dari Rusia.

Sementara itu, menjelang invasi ke Ukraina tahun 2022, Rusia mengerahkan pasukan dan perlengkapan militer ke dekat perbatasan Ukraina.

Putin kemudian memerintahkan invasi ke Ukraina tanggal 24 Februari 2022. Invasi itu disebut bertujuan untuk "mende-nazi-fikasi" Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sudah berulang kali meminta Rusia untuk angkat kaki dari seluruh wilayah Ukraina, termasuk Krimea.

Beberapa hari lalu Pengadilan Pidana Internasional atau ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan Putin. Dia dituding memindahkan anak-anak Ukraina ke Rusia secara ilegal. Namun, Putin baru-baru ini justru berkunjung ke Krimea dan Mariupol.

Baca: Pebisnis Rusia Sekaligus Sekutu Putin Ingin Maju Jadi Capres Ukraina 2024

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini.

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved