TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sepucuk surat di Inggris akhirnya sampai ke alamat penerima setelah mangkrak selama lebih dari seratus tahun. Surat yang dikirim dari Kota Bath ke Kota London itu sempat hilang tahun 1916.
Pengiriman surat tersebut dibayar menggunakan prangko bergambar Raja George V dengan nominal satu penny. Pada amplop surat terdapat cap pos Bath dan Sydenham.
Setelah ditemukan kembali, surat itu dimasukkan ke dalam kotak surat milik Finlay Glen, seorang direktur teater, di apartemen Crystal Palace tahun 2021.
Surat dialamatkan kepada Katie Marsh, suami pedagang prangko bernama Oswal Marsh. Adapun pengirimnya adalah Christable Mennel, teman Katier yang sedang berlibur di Bath.
"Katie terkasih, maukah kamu membantuku - saya merasa sangat malu kepada diri saya sendiri setelah mengatakan apa yang saya lalukan di perkumpulan itu," demikian kalimat pembuka surat itu dikutip dari The Guardian, (17/2/2023).
Baca: Pemancing Temukan Pesan dalam Botol, Tak Berani Membuka
Dinas layanan pos Inggris, Royal Mail, mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi pada surat itu setelah dikirimkan.
Menurut Stephen Oxford, editor The Norwood Review, surat itu kemungkinan hilang di kantor penyortiran surat di Sydenham yang kini telah ditutup.
"Saya pikir kantor itu sedang dibangun kembali. Jadi, dalam proses itu mereka pasti menemukan surat ini tersembunyi di suatu tempat, mungkin terjatuh di belakang meja," kata Oxford.
"Area Upper Norwood dan Crystal Palace menjadi sangat populer dengan adanya kelas menengah yang kaya pada akhir 1800-an dan awal 1900-an. Surat itu dari Christabel Mennel, putri seorang pedagang teh kaya, Henry Tuke Mennel. Dan dia berteman dengan Catherine Marsh."
Baca: Fans Diminta Stop Kirim Surat dan Hadiah untuk Jin BTS ke Tempat Pelatihan Militer, Ini Alasannya
Sementara itu, Oswald Marsh tercatat tinggal di Crystal Palace tahun 1901. Kala itu dia berumur 20 tahun. Oswald menikah dengan Catherine tahun 1904 dan kemudian pindah. Rumah yang menjadi tujuan pengiriman surat itu sudah dihancurkan dan kini menjadi apartemen.
Sebagian isi surat itu kurang jelas. Namun, ada disebutkan ada seseorang yang kurang sehat.
Glen yang menerima surat itu awalnya mengira surat itu dikirimkan tahun 2016. Dia kemudian sadar bahwa surat itu dari berasal dari tahun 1916 karena amplopnya dibubuhi prangko Raja Inggris. Glen memutuskan membukanya.
"Kami cukup bingung bagaimana surat itu perlu waktu yang sangat lama agar bisa terkirimkan," kata Glen.
Baca: Surat Pertama Presiden Sukarno setelah Terjadinya Gerakan 30 September
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Inggris di sini.