PBB : Kami Gagal Bantu Korban Gempa Suriah dengan Cepat

PBB mengatakan, jumlah korban tewas mencapai lebih dari 34.000 di Suriah dan Turkiye dapat meningkat lebih tinggi.


zoom-inlihat foto
Seorang-petugas-penyelamat-menggali-untuk.jpg
AFP
Seorang petugas penyelamat menggali untuk menjangkau anak-anak di bawah reruntuhan bangunan yang runtuh di kota Jindayris yang dikuasai pemberontak pada 8 Februari 2023, dua hari setelah gempa mematikan yang melanda Turki dan Suriah. Seorang pejabat terkemuka Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan fasilitasi akses bantuan ke daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di barat laut Suriah, memperingatkan bahwa stok bantuan akan segera habis. Daerah yang dikuasai pemberontak di dekat perbatasan Turki -- yang terpukul keras oleh gempa berkekuatan 7,8 yang melanda pada Senin -- tidak dapat menerima bantuan dari bagian Suriah yang dikuasai pemerintah tanpa izin Damaskus.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Minggu (12/2/2023) mengakui gagal mengirim bantuan cepat yang dibutuhkan korban gempa Suriah.

PBB mengatakan, jumlah korban tewas mencapai lebih dari 34.000 di Suriah dan Turkiye dapat meningkat lebih tinggi.

Konvoi PBB yang mengangkut bantuan untuk Suriah tiba lewat Turkiye.

Namun, kepala bantuan badan itu yakni Martin Griffiths mengatakan bahwa masih lebih banyak dibutuhkan untuk jutaan orang yang rumahnya hancur.

"Sejauh ini kami telah mengecewakan orang-orang di Suriah barat laut. Mereka merasa ditinggalkan. Mencari bantuan internasional yang belum tiba," tulis Griffiths di Twitter, dikutip dari Kompas.com.

Saat meninjau kerusakan di Turkiye selatan pada Sabtu (11/2/2023), Griffiths menyebutkan jumlah korban bakal berlipat ganda atau lebih karena peluang menemukan korban selamat bisa memudar setiap hari.

Bantuan lambat tiba di Suriah dan sebagian negara masih di bawah kendali pemberontak yang memerangi pemerintah Presiden Bashar Al-Assad.

Tim penyelamat melakukan operasi pencarian di antara puing-puing bangunan yang runtuh di Adiyaman, Turki pada 9 Februari 2023, tiga hari setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda Turki tenggara. Korban tewas akibat gempa besar di Turki dan Suriah terus meningkat pada 9 Februari 2023, melampaui 21.000 saat bantuan pertama PBB mencapai zona yang dikuasai pemberontak Suriah, tetapi harapan untuk menemukan lebih banyak korban yang selamat memudar.
Tim penyelamat melakukan operasi pencarian di antara puing-puing bangunan yang runtuh di Adiyaman, Turki pada 9 Februari 2023, tiga hari setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda Turki tenggara. Korban tewas akibat gempa besar di Turki dan Suriah terus meningkat pada 9 Februari 2023, melampaui 21.000 saat bantuan pertama PBB mencapai zona yang dikuasai pemberontak Suriah, tetapi harapan untuk menemukan lebih banyak korban yang selamat memudar. (Ilyas AKENGIN/AFP)

Koresponden AFP menyaksikan konvoi 10 truk PBB menyeberang ke Suriah barat laut lewat perbatasan Bab Al-Hawa.

Truk-truk tersebut membawa perlengkapan perlindungan, terpal plastik, tali, selimut, kasur dan karpet.

Bab Al-Hawa merupakan satu-satunya titik bantuan internasional untuk menjangkau orang-orang di daerah yang dikuasai pemberontak di Suriah setelah hampir 12 tahun perang saudara. Penyeberangan lainnya ditutup karena tekanan dari China dan Rusia.

Baca: Gaza Berikan Donor Darah untuk Korban Gempa Mematikan yang Terjadi di Turki-Suriah

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus bertemu Assad di Damaskus pada Minggu (12/2/2023).

Ia mengatakan, Assad siap membuka penyeberangan perbatasan agar dapat membantu memasukkan bantuan ke barat laut yang dikuasai pemberontak.

"Dia akan mempertimbangkan titik akses lintas batas tambahan untuk keadaan darurat ini," kata Tedros kepada wartawan, dikutip dari kantor berita AFP.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved