TRIBUNNEWSWIKI.COM - CEO Twitter Elon Musk mengatakan pemerintah Turki telah memberi tahu perusahaannya bahwa akses penuh terhadap Twitter akan segera dipulihkan.
Menurut NetBlocks yang melacak koneksi internet di seluruh dunia, akses Twitter telah dibatasi di Turki dua hari setelah gempa besar pada hari Senin, (6/2/2023).
"Twitter telah diberi tahu oleh pemerintah Turki akan segera dipulihkan," kata Musk melalui Twitter, dikutip dari Al Jazeera.
Wakil Menteri Perhubungan dan Prasarana Turki, Omer Fatih Sayan, pihaknya telah berbicara dengan manajemen Twitter. Dia berharap adanya kerja sama dalam melawan disinformasi saat penanganan bencana gempa.
"Harapan kitu sudah jelas, yakni kerja sama yang erat dalam hal laporan disinformasi dan hoaks, penindakan yang cepat terhadap akun palsu dan penindakan konten yang bisa mengganggu ketenteraman dan keamanan," kata Sayan melalui Twitter, dikutip dari Reuters.
Warga Turki menggunakan Twitter untuk memberikan informasi kepada orang-orang terkasih yang tidak bisa, melaporkan bangunan yang roboh, dan mengoordinir bantuan.
Baca: Jumlah Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Tembus 15.000 Jiwa
Korban jiwa tembus 15.000
Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi di Turki dan Suriah kini mencapai lebih dari 15.000 jiwa.
Menurut badan penanganan bencana di Turki, ada sebanyak 12.391 orang yang dikonfirmasi meninggal. Sementara itu, di Suriah dilaporkan ada 2,902 warga yang tewas. Tim SAR masih mencari korban gempa di balik reruntuhan bangunan.
Baca: Gempa Turki-Suriah Jadi Bahan Meme Majalah Charlie Hebdo hingga Picu Kemarahan Publik
Pada hari Rabu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sempat mengunjungi Provinsi Hatay yang terdampak parah oleh gempa. Di sana warga mengkritik respons pemerintah yang dianggap lambat.
Erdogan mengatakan cuaca musim dingin menjadi faktor yang menghambat evakuasi para korban. Gempa pada hari Senin, (5/2/2023), itu juga merusak landasasan Bandara Hatay sehingga turut mengganggu upaya pemerintah.
"Tidak mungkin siap untuk menghadapi bencana seperti ini," kata Erdogan dikutip dari Associated Press, (9/2/2023).
"Kita tidak akan membiarkan satu pun warga tidak diperhatikan."
Erdogan juga menyerang para pengkritik pemerintah. Menurutnya, "para pendusta" menyebarkan "kebohongan dan fitnah" tentang tindakan pemerintah.
Sementara itu, tim SAR dari puluhan negara telah bergabung dengan tim SAR Turki dalam upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa. Skala kerusakan akibat gempa itu sangat besar. Warga di sana masih menunggu bantuan.
Baca: Kisah Bocah 9 Tahun Sumbangkan Isi Celengannya untuk Korban Gempa Turki
(Tribunnewsiwiki)
Baca berita lain tentang gempa Turki di sini.