TRIBUNNEWSWIKI.COM - Umat Muslim akan segera memasuki bulan Rajab atau bulan ketujuh dalam penanggalan Hijriah.
Dalam kalender Masehi, tanggal 1 Rajab 1444 H bertepatan pada tanggal 23 Januari 2023.
Pada bulan Rajab ini, umat muslim dianjurkan untuk berpuasa Rajab.
Berikut ini jadwal puasa Rajab 2023, beserta bacaan niat dan hukum jika digabung dengan Puasa Qadha Ramadan.
Awal bulan Rajab 1444 H akan jatuh pada Senin, 23 Januari 2023, menurut kalender Nahdlatul Ulama (NU).
Nabi Muhammad SAW menganjurkan, Umat Islam melaksanakan ibadah sunnah di bulan Rajab.
Baca: Puasa Ayyamul Bidh Bulan September 2022: Jadwal, Bacaan Niat hingga Keutamaan Puasa
Baca: Kapan Puasa Tasua dan Asyura Dimulai? Simak Jadwal, Bacaan Niat serta Keutamaan Puasa
Satu di antaranya, melakukan puasa Rajab.
Menurut almarhum Kiai Maimoen Zubair, mengerjakan Puasa Rajab sebaiknya dilakukan pada tanggal 1 hingga tanggal 10 Rajab.
"Dalam bulan Rajab hendaknya kita melaksanakan puasa Rajab. Puasa Rajab itu bagusnya dilakukan mulai tanggal satu hingga tanggal 10" jelas almarhum Kiai Maimoen Zubair dikutip dari akun YouTube ppalanwarsarang, yang diunggah 24 Februari 2023, Sabtu (21/1/2023).
Apabila tidak kuat mengerjakan Puasa Rajab selama 10 hari, maka cukup dua hari saja.
"Jika tidak kuat, puasalah hanya tanggal 10. Jika kuatnya dua hari, puasa tanggal 1 dan 10. Ini bagus. Bulan Rajab kita puasai," tambah salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang yang wafat Selasa (6/8/2019) tersebut.
Jika 1 Rajab jatuh pada 23 Januari 2023, artinya puasa Rajab bisa dilakukan sesuai jadwal berikut ini.
Jadwal Puasa Rajab 2023 Hari Ke-1 Sampai 10
Senin, 23 Januari 2023 (1 Rajab 1444 H)
Selasa, 24 Januari 2023 (2 Rajab 1444 H)
Rabu, 25 Januari 2023 (3 Rajab 1444 H)
Kamis, 26 Januari 2023 (4 Rajab 1444 H)
Jumat, 27 Januari 2023 (5 Rajab 1444 H)
Sabtu, 28 Januari 2023 (6 Rajab 1444 H)
Minggu, 29 Januari 2023 (7 Rajab 1444 H)
Senin, 30 Januari 2023 (8 Rajab 1444 H)
Selasa, 31 Januari 2023 (9 Rajab 1444 H)
Rabu, 1 Februari 2023 (10 Rajab 1444 H)
Niat Puasa Rajab
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma hazal yaumi ‘an ada-i sunnati rojaba lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah Ta’ala.”
Apabila lupa membaca niat puasa, boleh membacanya di siang hari (khusus puasa sunnah).
Baca: Jadwal Puasa Sunah Tarwiyah & Puasa Arafah, Dilengkapi dengan Niat dan Tulisan Latinnya
Baca: Keutamaan Puasa Sunah Tarwiyah dan Arafah, Lengkap dengan Bacaan Niatnya
Niat Puasa Rajab Siang Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah SWT.”
Keutamaan Puasa Rajab
Hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan berpuasa dalam bulan- bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) itu cukup menjadi hujjah atau landasan mengenai keutamaan puasa di bulan Rajab.
Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah):
"Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"
Menurut as-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi,
"Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.
Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim.
Bahkan berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan.
Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).
Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah).
(Surya/TRIBUNNEWSWIKI/Rakli/Ka)
Artikel ini telah tayang di Surya dengan judul JADWAL Puasa Rajab 2023 Beserta Bacaan Niat dan Hukum jika Digabung Puasa Qadha Ramadan