Kisah Perempuan di Probolinggo Batal Nikah H-2, Dipermalukan Berujung Tuntutan Rp 3 Miliar

Tuntutan tersebut diajukan lantaran dirinya kecewa dan merasa dipermalukan oleh Adi Suganda dan keluarganya yang membatalkan pernikahan


zoom-inlihat foto
Pasang-Cincin-di-Pernikahan.jpg
freepik.com
Ilustrasi pasang Cincin di Pernikahan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aurilia Putri Cristryn (20), perempuan asal Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), malayangkan gugatan ganti rugi sebesar Rp 3 miliar terhadap mantan kekasihnya, Adi Suganda (23).

Tuntutan tersebut diajukan lantaran dirinya kecewa dan merasa dipermalukan oleh Adi Suganda dan keluarganya yang membatalkan pernikahan dua hari sebelum resepsi.

Pihak Aurilia telah memesan berbagai keperluan untuk acara pernikahannya yang rencananya berlangsung  19 Juli 2022, seperti gedung, undangan, suvenir, jasa rias, dekorasi dan fotografer.

Maka, pihak Aurilia melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Probolinggo, pada Selasa (13/9/2022).

Persidangan atas perkara tersebut pun digelar pada Kamis (19/1/2023), dengan agenda mendengarkan keterangan tiga orang saksi, yakni perias, fotografer, dan pihak jasa dekorasi.

Kuasa Hukum Aurilia, Mulyono mengungkapkan, pemutusan perjanjian secara sepihak merupakan perbuatan melanggar hukum.

Hal itu sesuai dengan Pasal 1338 KUHPerdata, Yurisprudensi Nomor 4 Tahun 2018, Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 1051 Tahun 2014 dan Yurisprudensi Nomor 580 Tahun 2016.

"Pernikahan antara penggugat dan tergugat sudah terdaftar di KUA, tapi dibatalkan tiba-tiba oleh tergugat," kata Mulyono, dikutip dari TribunJatim.com, Jumat (20/1/2023).

Ilustrasi cincin pernikahan
Ilustrasi cincin pernikahan (Tribun Lampung)

"Pembatalan pernikahan yang sudah terdaftar di KUA harus melalui peradilan, tak bisa serta merta dibatalkan begitu saja, maka itu kami melakukan upaya hukum," imbuhnya.

Mulyono mengatakan, pembatalan pernikahan yang dilakukan oleh tergugat dilakukan tanpa musyawarah terlebih dahulu, dan tak disampaikan secara langsung kepada pihak penggugat.

Aurilia serta keluarganya, mengetahui pembatalan tersebut melalui surat pencabutan nikah yang dikirim oleh penghulu.

"Kabar pembatalan pernikahan membuat klien saya (Aurilia) tersentak. Gedung dan sejumlah vendor untuk resepsi yang sudah dipesan jauh-jauh hari tak bisa tiba-tiba dibatalkan. Biaya resepsi juga paling banyak dikeluarkan oleh klien saya," ujar Mulyono.

Baca: Kronologi Viral Orangtua Balas Gunting Rambut Guru Gara-gara Tak Terima Rambut Anaknya Dipangkas

Mulyono mengatakan, penggugat mengalami kerugian lain setelah dipaksa berhubungan badan oleh tergugat sebelum sah sebagai pasangan suami-istri.

"Tak hanya itu, klien saya dipaksa berhubungan layaknya suami-istri, padahal belum sah jadi pasangan suami-istri. Bahkan, klien saya tertular bakteri akibat hubungan di luar batas ini. Besok, mau operasi di Surabaya," ungkapnya.

Atas dasar kerugian yang dialaminya itu, Mulyono mengaku, kliennya menuntut tergugat membayar ganti rugi sebesar Rp 3 miliar.

"Gugatan tersebut tidak ada apa-apanya jika dibandingkan kerugian yang dialami klien saya. Tergugat tidak mempermasalahkan tuntutan kami. Mereka tidak ada upaya menggugat balik jika merasa menderita kerugian. Selain perdata, kami menggugat perkara pidana juga," jelasnya.

Mulyono menegaskan, pembatalan pernikahan tidak berkaitan dengan pertengkaran yang terjadi antara kedua belah pihak.

"Pertengkaran yang dijadikan dasar mereka (tergugat) untuk memutuskan membatalkan pernikahan adalah pertengkaran antar keluarga (kedua belah pihak calon pengantin)," ucap Mulyono.

Sementara itu, Kuasa Hukum tergugat, Hari Musahidin mengatakan, Adi dan keluarganya telah membicarakan soal pembatalan nikah itu dengan pihak penggugat.

Selain itu, pembatalan pernikahan itu terjadi karena Adi merasa harga diri keluarganya telah dilecehkan oleh pihak Aurilia.

Hari menilai, tuntutan ganti rugi sebesar Rp 3 miliar yang diajukan pihak penggugat tidak masuk akal.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved