Krisis Ukraina, Zelenskiy Bahas Kemungkinan Meletusnya Perang Dunia Ke-3

Presiden Ukraina menyatakan perang dunia ketiga kemungkinan tidak akan terjadi.


zoom-inlihat foto
Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelenskiy-diwawancarai.jpg
STR / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy diwawancarai oleh wartawan ketika berkunjung ke Pelabuhan Chornomorsk di Laut Hitam. (29/7/2022)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dalam acara penghargaan Golden Globe ke-80, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy membahas kemungkinan meletusnya perang dunia ketiga.

Namun, Zelenskiy tidak hadir secara langsung dalam acara itu. Dia hadir secara virtual melalu pesan video. Dalam pesan itu Zelenskiy menyatakan perang dunia ketiga kemungkinan tidak akan terjadi.

"Perang Dunia Pertama menewaskan jutaan orang. Perang Dunia Kedua menewaskan puluhan juta dari emreka. Tidak akan ada perang dunia ketiga. Itu bukan trilogi," kata Zelenskiy, (10/1/2023) dikutip dari Newsweek.

Dia berujar, "Sudah jelas siapa yang akan menang." Zelenskiy menyebut "situasi sedang berbalik" meskipun perang di Ukraina belum usai.

"Saya bisa berkat kepada kalian mengenai siapa yang terbaik tahun lalu. Yang terbaik ialah kalian di dunia yang bebas ini, yang bersatu demi membantu membebaskan rakyat Ukraina," kata dia kepada para bintang Hollywood.

Baca: Dikirim ke AS, Tentara Ukraina Akan Diajari Cara Gunakan Rudal Patriot

Zelenskiy sering muncul dalam berbagai acara festival film dan kebudayaan guna menyampaikan situasi perang di Ukraina. Di antaranya Grammys, Cannes Film Festival, dan festival Glastonbury.

Sementara itu, pada bulan Oktober 2022 Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Alexander Venediktov, sempat menyinggung kemungkinan terjadinya perang dunia ketiga. Menurut dia, jika Ukraina menjadi anggota NATO, hal itu akan meningkatkan ketegangan hingga memunculkan perang dunia ketiga.

Baca: Ukraina Sebut Rusia Kehilangan 10.000 Tentara dalam 2 Pekan

Perkembangan terkini

Muncul laporan dari Rusia bahwa pasukan Vladimir Putin telah menguasai Kota Soledar di Donetsk. Namun, juru bicara militer Ukraina bagian Timur, Serhiy Cherevatyi, membantahnya.

Dia mengatakan situasi di sana "rumit". Namun, kota itu "tidak dikuasai oleh Federasi Rusia".

"Kehebatan pertempuran di dekat Bakhmut bisa dibandingan dengan Perang Dunia Kedua," kata Cherevatyi.

Sebelumnya, kepala milisi Grup Wagner, Yevgey Prigozhin, mengklaim bahwa milisi itu sudah menguasai Soledar.

"Pusat kota telah dikepung, dan perang di perkotaan akan terjadi. Jumlah tawanan akan diumumkan besok," demikian pernyataan yang dimuat oleh TASS.

Baca: Terkena Serangan Rudal Ukraina, Rusia Salahkan Tentara yang Gunakan Ponsel

Denis Pushilin, pejabat yang diangkat Rusia di Donetsk, pada hari Rabu berkata bahwa dikuasainya Soledar akan membuka jalan untuk mengubah situasi di Donetsk.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Inggris menduga bahwa Soledar akan dikuasai oleh Rusia.

"Dalam empat hari terakhir, pasukan Rusia dan Wagner telah membuat gerak maju taktis ke Soledar, kota kecil di Donbas, dan kemungkinan akan menguasai sebagian besar permukiman," kata kementerian itu pada hari Selasa.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Ukraina di sini.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved