TRIBUNNEWSWIKI.COM - Warga India dikejutkan dengan kematian seorang wanita berumur 20 tahun akibat diseret dengan mobil.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada dini hari, (1/1/2023), saat dia pulang ke rumah dari tempatnya bekerja. Dia mengendarai sekuter di jalan yang berada di luar Kota Delhi.
Dia kemudian terlibat tabrakan dengan sebuah mobil. Menurut laporan, mobil itu berisi satu pengemudi dan empat penumpang, semuanya laki-laki. Namun, setelah tabrakan itu, mobil tidak berhenti dan justru menyeret wanita itu hingga berkilo-kilometer selama hampir satu jam.
Peristiwa itu memunculkan kecaman besar dari warga India, termasuk Wakil Ketua Menteri Negara Bagian Delhi, Manish Sisodia. Menurutnyanya, tindakan itu adalah contoh "kekejaman ekstrem".
"Bahkan, jika ada kantong plastik atau selembar kertas tersangkut di [bodi] mobil, pengemudinya akan tahu. Mereka menghentikan mobil dan memeriksanya. Peristiwa ini adalah contoh kekejaman yang ekstrem. Berpikir bahwa pengemudi tidak tahu ada seorang wanita terseret mobilnya adalah kekejaman dan pengabaian," kata Sisodia seperti pemberitaan Indian Express, dikutip dari The Guardian, (5/1/2023).
Baca: Beredar Video Bentrokan Tentara India vs. Tiongkok, Tongkat & Batu Jadi Senjata
Sisodia mengatakan wanita itu adalah tulang punggung keluarga. Ibunya juga dalam keadaan tidak sehat. Sisodia kemudian berjanji akan membantu keluarga wanita itu.
Hasil autopsi menunjukkan adanya pendarahan akibat cedera pada kepala, tulang belakang, tulang paha kiri, dan kedua tungkai.
Baca: 9 Orang Ditahan dalam Kasus Jembatan Ambruk di India yang Tewaskan 132
Keluarga korban menduga wanita itu juga mengalami pelecahan seksual. Disebutkan bahwa wanita tersebut ditemukan tidak berbusana. Namun, polisi mengatakan hasil autopsi tidak menunjukkan adanya luka akibat pelecehan seksual.
Sementara itu, para pelaku mengaku tidak tahu bahwa ada seorang wanita terseret oleh mobil mereka. Mereka mengatakan kaca mobil tertutup. Selain itu, mereka mengklaim saat itu sedang memutar musik dengan suara keras.
Menurut laporan BBC, mereka didakwa melakukan culpable homicide, dan kelalaian mereka menyebabkan kematian.
Polisi dikritik karena dinilai lamban bertindak. Seorang saksi mata bernama Deepak Dahiya mengaku sempat berusaha mengejar mobil itu dan menelepon polisi lebih dari 20 kali.
Baca: PM Inggris Rishi Sunak: Kaya, Keturunan India, & Kemenangan yang Tertunda
"Saya tidak bisa mengejar mobil itu karena terlalu berbahaya. Tetapi saya mengikutinya dan melaporkannya kepada polisi. Polisi tidak merespons, mungkin mereka tidak mempercayai saya. Seandainya mereka proaktif, mereka mungkin bisa lebih cepat menangkap pelakunya," kata dia.
Indian Express melaporkan bahwa polisi baru menemukan wanita itu dua jam setelah ada panggilan telepon ke ruang kontrol mereka. Narasumber dari kepolisan mengatakan ada lima panggilan yang dibuat.
Setelah peristiwa itu, ratusan orang melancarkan aksi unjuk rasa gunan menuntut keadilan. Sementara itu, Partai Aam Admi (PAA) menuding salah satu pelaku adalah anggota Partai Bharatiya Janata. PAA turut menuduh polisi menutup-nutupi kasus itu.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang India di sini.