TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menuding Rusia sengaja mengobarkan perang di Ukraina agar Vladimir Putin bisa berkuasa di Rusia seumur hidup.
Tudingan itu dikeluarkan Zelenskiy kala dia menyampaikan pidato menyambut tahun baru, (31/12/2022).
Selama invasi Rusia, Zelenskiy rutin menyampaikan pidato tiap malam dengan bahasa Ukraina. Namun, khusus pada malam tahun baru ini dia memilih menggunakan bahasa Rusia.
"Rusia, perang yang kalian kobarkan bukanlah perang melawan NATO, seperti dusta para juru propagandamu. Perang itu bukan untuk sesuatu yang bersejarah. Perang itu demi seseorang agar tetap berkuasa hingga akhir hayatnya," kata Zelenskiy dikutip dari United Press International.
"Dan apa yang akan terjadi pada kalian, para warga Rusia, bukan urusan dia."
Putin yang kini kini menjadi Presiden Rusia telah berulang kali memimpin negaranya, sebagai presiden dan perdana menteri, sejak tahun 1999 melalui pemilihan yang kontroversial.
Pada bulan April 2021 dia menandatangani amandemen UUD Rusia yang memungkinkannya terpilih dua kali lagi sebagai pemimpin Rusia. Dengan demikian, dia berpeluang menjabat sebagai presiden hingga tahun 2036. Di Rusia presiden menjabat selama 6 tahun dalam satu kali masa jabatan.
Baca: Dalam Pidato Tahun Baru, Putin Salahkan Barat atas Perang di Ukraina
Zelenskiy menyebut Putin ingin menunjukkan tentara Rusia yang mendukungnya sekaligus memperlihatkan bahwa dia memenangkan perang.
"Tetapi dia hanya bersembunyi. Dia berada di belakang tentara, di belakan rudal, di belakang tembok kediaman dan istananya," kata Zelenskiy.
Baca: Putin Larang Ekspor Minyak Rusia ke Negara yang Terapkan Pagu Harga
"Dia bersembunyi di belakang kalian dan membakar negara kalian dan masa depan kalian. Tidak ada yang akan memaafkan kalian atas teror ini. Tak ada di dunia ini yang akan memaafkan kalian atas tindakan ini. Ukraina tidak akan pernah memaafkan."
Pidato Zelenskiy ini disampaikan setelah Rusia menyerang Ibu Kota Kiev dan sejumlah wilayah lain di Ukraina dengan rudal. Dilaporkan ada satu warga yang tewas, sementara 20 lainnya terluka.
Akibat serangan itu, dua gedung sekolah di Distrik Solomyansk di Kiev mengalami kerusakan. Serangan juga dilancarkan ke daerah Khmelnytskyi di Ukraina barat dan Mykolaiv di Ukraina selatan.
Seperti Zelenskiy, Putin juga menyampaikan pidato menyambut tahun baru, tetapi di markas militer. Dia tampak berdiri di depan sejumlah tentara.
Dalam pidato itu dia menuding Barat memanfaatkan perang di Ukraina untuk "menabur perselisihan".
Baca: Putin Ucapkan Selamat kepada Netanyahu yang Kembali Jadi PM Israel
"Tahun ini adalah tahun yang diwarnai dengan keputusan yang sulit dan harus diambil, langkah terpenting menuju kedaulatan penuh Rusia dan konsolidasi kuat rakyat kita," kata dia.
"Barat berbohong tentang perdamaian, tetapi menyiapkan agresi, dan kini Barat terang-terangan mengakuinya, tak lagi malu. Dan mereka dengan sinis menggunakan Ukraina dan rakyatnya untuk melemahkan dan memecah belah Rusia."
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Ukraina di sini.