TRIBUNNEWSWIKI.COM - Igor Girkin, seorang blogger militer kenamaan di Rusia, meminta negaranya menggunakan senjata nuklir taktis dalam konflik Ukraina vs. Rusia. Namun, menurut Girkin, senjata itu hanya perlu dikerahkan untuk melawan NATO, bukan Ukraina.
Pernyataan itu disampaikna Girkin pada akhir wawancara dengan pebisnis Rusia bernama Andrei Kovalyov. Saat itu dia berujar tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir.
Girkin juga dikenal sebagai mantan agen dinas rahasia Rusia (FSB). Dia berperan penting dalam aneksasi Semenanjung Krimea oleh Rusia tahun 2014.
Blogger itu mengkritik cara pasukan Rusia bertempur di Ukraina. Dia berulang kali mengatakan bahwa pasukan Rusia melakukan kesalahan dalam strategi dan mobilisasi. Bahkan, pekan lalu dia menyebut Ukraina telah membuat Rusia mengalami "kekalahan strategis".
Dalam wawancara yang berlangsung lebih dari 1 jam 20 menit itu, Girkin ditanya tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir dalam perang di negara bekas Uni Soviet itu.
Baca: Soroti Gaya Hidup Mewah Pejabat Rusia, Mantan Dubes AS: Rusia Butuh Komunis Sejati
"Saya yakin bahwa jika kita terlebih dulu menggunakan senjata nuklir, kita segera mendapatkan serangan balasan," kata Girkin dikutip dari Newsweek, (21/12/2022). "Saya yakin bahwa kita harus menggunakan senjata nuklir taktis."
Girkin mengaku tidak mempermasalahkan "aspek moral" dalam serangan itu. "Karena menyerang wilayah kita, wilayah Rusia dari wilayah Ukraina, dengan senjata nuklir, atau bahkan merencanakannya, adalah sebuah kejahatan."
"Kita hanya bisa menyerang jika kita berperang melawan NATO."
Baca: Intelijen Ukraina: Putin Tiga Kali Tunda Invasi Rusia ke Ukraina
Kata dia, jika Rusia menggunakan senjata nuklir, Ukraina akan mendapatkan akses senjata seperti itu dalam waktu sebulan dan menggunakannya dengan cara yang sama persis. "Setiap orang di Barat akan memujinya."
Ucapan Girkin itu ditanggapi oleh Anton Gerashchenko, penasihat urusan internal Ukraina. Dia menyebut Girkin sebagai "teroris".
"Teroris Girkin-Strelkov mengatakan senjata nuklir seharusnya tidak digunakan di Ukraina, tetapi di negara-negara NATO," kata Gerashchenko melalui Twitter. Dia juga membagikan potongan video wawancara tersebut.
Sementara itu, sejumlah pakar meragukan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin bakal menggunakan senjata nuklir.
Beberapa waktu lalu Girkin secara absentia divonis hukuman seumur hidup oleh pengadilan di Den Haag, Belanda, karena perannya dalam penembakan pesawat Malaysia Airlines Flight MH17 tanggal 17 Juli 2014.
Baca: Pedagang Senjata Viktor Bout Sebut Barat Ingin Hancurkan Rusia
Dalam wawancara sebelumnya, Girkin sempat mengungkapkan kekhawatirannya mengenai apa yang bakal terjadi pada dia jika pasukan Rusia kalah di Ukraina.
"Segera setelah kita kalah dalam perang ini, saya akan pergi ke Den Haag untuk menjalani hukuman seumur hidup, setelah itu saya akan dikirim ke Kiev dan digantung di sana," kata dia. "Saya tak meragukan hal ini."
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Rusia di sini.