Lawan Geng Penjahat, El Salvador Penjarakan 2 Persen Warga Usia Dewasa

Perang besar melawan kriminalitas di El Salvador dikobarkan sejak delapan bulan lalu.


zoom-inlihat foto
kepresidenan-El-Salvador.jpg
EL SALVADOR'S PRESIDENCY PRESS OFFICE / AFP
Foto yang dirilis oleh kantor kepresidenan El Salvador memperlihatkan seorang anggota geng penjahat Calle 18 ditangkap di Soyapango, El Salvador, (12/12/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - El Salvador diperkirakan telah menahan 2 persen warga usia dewasa atau sekitar 100.000 orang dalam kampanyenya melawan geng penjahat.

Perang melawan kriminalitas itu dikobarkan oleh Presiden El Salvador Nayid Bukele sejak delapan bulan lalu.

Bukele memutuskan mengambil tindakan keras setelah ada kasus pembunuhan oleh para geng penjahat pada bulan Mei lalu yang merenggut puluhan nyawa warga.

El Salvador kemudian memperpanjang situasi darurat dan membatasi hak-hak konstitusional yang penting, misalnya proses hukum dan kebebasan berserikat.

Menurut Tiziano Breda, seorang pakar wilayah Amerika Tangah, mengatakan kebijakan "tangan besi" itu tampak efektif lantaran angka pembunuhan di El Salvador menurun. Selain itu, angka kepuasan terhadap Bukele meningkat menjadi 86 persen menurut CID Gallup.

Baca: Angka Pembunuhan Melonjak akibat Geng Penjahat, El Salvador Berlakukan UU Keadaan Darurat

Geng penjahat

El Salvador menjadi negara yang berisi beberapa geng penjahat yang terkenal kejam, termasuk Barrio 18 dan MS-13.

Sebelum Bukele mengobarkan perang besar melawan kriminalitas, diperkirakan ada 70.000 anggota geng penjahat di seluruh negara itu.

"Hampir mustahil bagi para politikus dan pejabat negara untuk menghindari kontak dengan mereka mereka jika mereka ingin, di antara hal lainnya, melakukan kampanye pemilu dan menyediakan layanan di wilayah warga miskin," demikian laporan Crisis Group dikutip dari CNN International, (15/12/2022).

Baca: PM Polandia: Putin Penjahat Perang, Ingin Dirikan Kembali Kekaisaran Rusia

Aktivis HAM takut bahwa penindakan keras itu memiliki dampak besar. Antara bulan Maret dan November 2022, sudah ada 58.000 orang yang ditangkap. Para tahanan ini membuat penjara penuh sesak.

Pelanggaran HAM juga diduga terjadi selama kampanye melawan geng penjahat. Menurut Human Rights Watch (HRW), pelanggaran itu di antaranya penyiksaaan dan perlakukan buruk dalam tahanan, dan penangkapan sewenang-wenang lantaran polisi menargetkan kawasan tempat tinggal warga berpenghasilan rendah.

HRW juga mengatakan bahwa aksi penangkapan tahun lalu didasarkan pada bukti yang diragukan, misalnya bukti dalam bentuk penampilan fisik seseorang dan latar belakang.

Pemerintahan sebelumnya juga telah mencoba mengatasi geng penjahat dengan stratagi yang mirip, tetapi tidak berhasil dan bahkan membuat situasi makin buruk.

Mantan Presiden Antonio Saca sempat mengungkapkan rencana penindakan keras yang dikenal sebagai "super mano dura". Namun, pakar mengatakan tindakan penahanan massal justru membuat para penjahat menggabungkan kekuatan mereka di penjara.

Baca: Joe Biden Sebut Putin Penjahat Perang, Minta Presiden Rusia Diadili

"Pengerahan militer dan polisi untuk melawan geng penjahat membuat geng itu tidak hanya melawan satu sama lain, tetapi juga melawan penerintah," demikian hasil studi Rosen tahun 2020.

"Pada tahun 2015 El Salvador menyalip Honduras sebagai negara dengan kekerasan terbanyak di dunia, angka pembunuhan mencapai lebih dari 100 per 100.000 penduduk.

Studi Rosen juga menyebutkan bahwa kekerasan di El Salvador dalam beberapa tahun belakangan ini lebih banyak daripada ketika perang saudara.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang El Salvador di sini.

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Teman Tegar Maira:

    Teman Tegar Maira: Whisper form Papua adalah sebuah
  • Film - My Blackberry Girlfriend

    My Blackberry Girlfriend adalah sebuah film drama komedi
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved