AirTag Digunakan Mantan untuk Memata-matai, Apple Digugat

AirTag adalah perangkat kecil yang digunakan untuk melacak keberadaan barang-barang yang hilang.


zoom-inlihat foto
AirTag.jpg
Apple.com
AirTag, perangkat pelacak buatan Apple.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dua wanita menggugat Apple karena perangkat AirTag buatan perusahaan itu diduga digunakan mantan pasangan mereka untuk memata-matai.

AirTag adalah perangkat kecil yang digunakan untuk melacak keberadaan barang-barang yang hilang.

Dengan AirTag, sang mantan disebut bisa melacak keberadaan dua wanita itu dan membahayakan keamanan mereka.

Gugatan itu diajukan di pengadilan federal di San Francisco hari Senin, (5/12/2022). Penggugat berasal dari Texas da New York. Mereka menginginkan ganti rugi.

AirTag adalah perangkat kecil yang digunakan untuk melacak keberadaan barang-barang yang hilang. Salah satu penggugat mengatakan mantan kekasihnya diduga menempatkan AirTag ke roda mobilnya. Kata dia, AirTag itu diwarnai dengan spidol dan diikat dalam kantong plastik untuk menyamarkannya.

Baca: Perusahaan AS Ramai-Ramai Jatuhkan Sanksi kepada Rusia, dari Apple hingga Google

Penggugat lainnya mengatakan mantan suaminya menempatkan AirTag di dalam ransel anaknya. Suami itu juga diduga telah melakukan tindakan yang tidak menyenangkan terhadap istrinya. Sang istri berusaha menonaktifkan perangkat itu. Namun, dia kembali menemukan AirTag lain.

"Nona Doe (nama samaran penggugat) khawatir akan keselamatannya, setidaknya orang yang memata-matai dia telah terbukti terus menggunakan AirTag untuk melacak, mengganggu, dan mengancam dia, dan terus menggunakan AirTag untuk mencari lokasi penggugat," demikian isi gugatan itu dikutip dari CNN International, (7/12/2022).

Baca: Apple Luncurkan iPhone 13 Ditenagai A15 Bionic, Berikut Harga dan Spesifikasi Lengkapnya

Dia mengajukan gugatan ini secara anonim lantaran khawatir jika identitasnya diketahui luas, keselamatannya makin terancam.

Apple belum buka suara tentang gugatan ini. AirTag sendiri diluncurkan Appple tahun 2021 dan dibanderol dengan harga $29. Perangkat itu bisa membantu penggunanya mencari benda-benda seperi kunci, dompet, laptop, dan bahkan mobil dengan memberikan jejak digital sehingga bisa ditemukan pada peta.

Sayangnya, beberapa saat setelah AirTag diluncurkan, sejumlah pakar memperingatkan bahwa perangkat itu bisa digunakan untuk melacak seseorang tanpa persetuan orang itu.

Adapun gugatan yang diajukan dua wanita itu bukanlah kasus pertama AirTag digunakan untuk melakukan pelacakan yang tidak diinginkan. Sebagai contoh, pada bulan Juni lalu seorang wanita dari Indiana diduga menggunakan AirTag untuk melacak kekasihnya. Wanita itu kemudian membunuh kekasihnya lantaran kekasihnya diduga berselingkuh.

Untuk mengurangi risiko penyalahgunaan, awal tahun ini Apple telah menambah lebih banyak keamanan di AirTag. Apple juga mengaku telah bekerja sama dengan pakar keamanan dan lembaga penegak hukum untuk memperbaiki keamanan AirTag.

Baca: Mengenal Sosok Steve Jobs, Tokoh Kunci Apple, Putra Imigran Asal Suriah Bernama Asli Abdul Lateef

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Apple di sini.

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved