Gempa M 6,2 Guncang Jember, Terasa hingga Yogyakarta, Tidak Berpotensi Tsunami

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan, gempa kali ini merupakan gempa tektonik.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-gempa-bumi-1672019.jpg
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Ilustrasi Gempa Bumi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gempa bumi bermagnitudo 6,2 melanda Jember, Jawa Timur, pada Selasa (6/12/2022) pukul 13.07 WIB.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan, gempa kali ini merupakan gempa tektonik.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 6,0," kata Daryono kepada Kompas.com, Selasa (06/12/2022).

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 10,70° LS ; 113,38° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 223 km arah selatan Kota Jember, Jawa Timur, pada kedalaman 10 km," lanjutnya.

Daryono menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi adalah jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi/patahan batuan di zona outerise.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," ujar Daryono.

Ilustrasi gempa
Ilustrasi gempa (Tribunwow.com)

Daryono menambahkan gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Jember, Gubukmas, Mataram, Kepanjen, dan Sumberpucung dengan skala intensitas III MMI.

Artinya, etaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu.

"Daerah Kuta dan Kuta Selatan dengan skala intensitas II-III MMI," menurut rilis yang diterima Kompas.com.

Baca: Update Terkini Korban Gempa Cianjur : 334 Jiwa Meninggal, 593 Orang Luka Berat, 8 Orang Hilang

Getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang di daerah Kuta dan Kuta Selatan.

"Daerah Madiun, Ponorogo, Bantul, Yogyakarta, Sawahan, Klaten, Banyuwangi, dan Karangasem dengan skala intensitas II MMI," kata Daryono.

Daryono juga menegaskan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

"Hingga pukul 13.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 (dua) aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan kekuatan terbesar M 4,6," kata Daryono.

"Kepada masyarakat, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tegas Daryono.

Daryono mengimbau masyarakat menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," pungkasnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved